- Tangkapan layar YouTube Al-Bahjah TV
Makmum Belum Selesai Baca Al Fatihah saat Imam Shalat Tarawih Ngebut, Terus atau Berhenti? Buya Yahya Ingatkan...
tvOnenews.com - Kadang-kadang sebagian masjid memilih seorang imam shalat Tarawih suka membaca Surat Al Fatihah dengan cepat, sehingga menyebabkan makmum tertinggal.
Banyak orang mukmin ketika menjadi makmum, selalu ketinggalan dalam urusan membaca Surat Al Fatihah. Tak heran, ada imam seperti itu selalu mempercepat pelaksanaan shalat Tarawih.
Namun begitu, makmum yang ketinggalan membaca Al Fatihah mendapat keuntungan, apabila imam shalat Tarawih terlalu cepat bertujuan agar makmumnya tidak mudah lelah.
Tetapi, sama saja keuntungan shalat Tarawih secepat kilat demi mempersingkat waktu, bisa mengganggu pengamalan Al Fatihah yang dibaca makmum akibat imam begitu gesit.
Pengasuh LPD Al Bahjah, Buya Yahya akhirnya menyoroti kondisi seperti ini, karena sering terjadi di beberapa masjid di wilayah Indonesia. Para makmum merasa terkejut atas sikap imamnya.
Buya Yahya menyampaikan, hukum membaca Surat Al Fatihah adalah wajib, baik dibaca dalam shalat Fardhu' maupun sunnah. Surat ini merupakan salah satu bagian rukun shalat.
Surat Al Fatihah Wajib meski Dibaca saat Shalat Tarawih
- iStockPhoto
"Di dalam mazhab kita, Imam Syafi'i dan jumhur juga mengatakan bahwa membaca Al Fatihah bagi makmum adalah wajib, kalau memang makmum itu sempat berdiri dengan imam dalam tempo yang cukup untuk baca Al Fatihah," ujar Buya Yahya disadur tvOnenews.com dari channel YouTube Al-Bahjah TV, Minggu (2/3/2025).
Buya Yahya lebih dulu menguraikan, jikalau seorang makmum kedapatan imam yang santai, bahkan tidak terlalu terburu-buru, maka wajib membaca Al Fatihah.
Dibagian ini, kata Buya Yahya, pelaksanaan shalat berjamaah dilakukan tanpa terburu-buru. Makmum wajib menyelesaikan Al Fatihah saat imam membaca surat tidak terlampau cepat.
Tidak ada alasan mengenai pengamalan Al Fatihah belum juga selesai, tetapi imam shalat Tarawih sudah memberikan waktu ruang. Jikalau seperti ini, maka ada yang salah dari makmumnya.
Berdasarkan Mazhab Imam Syafi'i, Buya Yahya menyampaikan, makmum tetap wajib menuntaskan salah satu rukun shalatnya, yakni Al Fatihah, walaupun imam sangat cepat sudah masuk ke bagian rukuk.
Wajib Selesaikan Surat Al Fatihah walaupun Imam Ngebut
- Freepik
"Bahkan, kalau pun imamnya ngebut tetap wajib kita baca Surat Al Fatihah (sampai tuntas)," tegas dia.
Pengasuh LPD Al Bahjah itu menuturkan, terkait mengapa imam terlampau cepat, padahal ada banyak makmum di belakangnya tengah menyimak dan mengikuti bacaan suratnya.
Imam suka ngebut saat memimpin shalat Tarawih, hanya membuat puluhan bahkan ratusan makmumnya kewalahan, terlebih lagi ketika mengamalkan Al Fatihah yang hukumnya adalah wajib.
Jika ada makmum mengikuti Mazhab Imam Syafi'i, maka mereka tidak begitu mengikuti gerakan imam yang sudah terlampau jauh, karena harus tetap menyelesaikan Al Fatihah lebih dulu.
Buya Yahya berpendapat, makmum yang ketinggalan beberapa gerakan shalat masih boleh, dengan catatan tidak ada jarak yang begitu jauh, semisal jangan sampai imam sudah ke rakaat berikutnya.
Makmum Boleh Ketinggalan Gerakan Imam saat Baca Al Fatihah
- iStockPhoto
"Bahkan dispensasi kemurahan bagi seorang makmum yang imamnya ngebut, maka seorang makmum boleh ketinggalan sampai imam berdiri lagi," terangnya.
Terkadang, ada imam sudah mengganti gerakan shalat sampai ke tahap rukuk, namun makmum baru saja memulai bacaan Al Fatihah, sehingga ada perbedaan gerakan dalam satu shalat berjamaah.
Meski begitu, Buya Yahya mengingatkan, walaupun makmum mendapat kompensasi atau kemudahan dalam shalat, tetap memperhatikan gerakan imam dan menyesuaikan tempo Al Fatihahnya.
"Misalnya kita baru baca Basmallah (Bismillahirrahmanirrahim), terus alhamdulillahirabbil'alamin, imam sudah aamiin lalu rukuk, kemudian sujud, sampai sujud kedua selesai. Sebelum imam berdiri kita sudah rukuk maka sah," jelasnya.
"Kita ketinggalan rukun yang banyak maka saat itu pun kita masih boleh, begitu pentingnya membaca Surat Al Fatihah," sambungnya.
Buya Yahya kemudian mengutarakan kondisi apabila ada makmum masbuk baru gabung, lalu tidak kebagian membaca Al Fatihah secara penuh, maka tak ada masalah jikalau belum selesai.
Makmum Masbuk Tidak Baca Surat Al Fatihah sampai Selesai
- iStockPhoto
"Berbeda jika kita itu berdiri dengan imam dalam tempo yang tidak cukup untuk baca Al Fatihah, maka kita baca secukupnya," imbuhnya.
Buya Yahya mencontohkan, ada orang yang telat gabung shalat Tarawih berjamaah, namun imam sudah mulai rukuk, maka kondisi tersebut dipastikan tidak ada kesempatan membaca Al Fatihah.
"Misalnya setelah imam aamiin, kita baru Allahu Akbar, tak tahunya imamnya baca surat pendek," tuturnya.
Sebaliknya, apabila ada makmum masbuk baru bergabung bahkan imam baru saja memulai shalat berjamaah, maka wajib hukumnya mengamalkan Surat Al Fatihah.
"Dalam keadaan normal wajib menyempurnakan Al Fatihah," pesannya.
"Kalau imam cepat, kita dimaafkan tapi tetap baca surat Al Fatihah dengan catatan kita sempat berdiri dengan imam dalam tempo yang cukup baca Al Fatihah," tandasnya.
Kesimpulan: Hukum makmum shalat Tarawih wajib menyelesaikan Surat Al Fatihah meskipun imam sangat cepat. Namun, makmum masbuk yang ketinggalan tidak perlu menuntaskannya agar tetap selaras.
(far/hap)