- dok tvOnenews.com
Pesan UAS Kepada Orang Tua yang Carikan Jodoh Anaknya: Utamakan Pria dengan Kriteria Berikut Ini
Turunnya Perintah Shalat
Perintah shalat diterima oleh Nabi Muhammad SAW dalam perjalanan Isra' Mi'raj pada 27 Rajab.
Sebagaimana dilansir dari laman resmi NU Online, setelah melampaui Masjidil Aqsa, Nabi SAW langsung diangkat naik sampai ke langit tujuh, lalu Sidratul Muntaha dan Baitul Ma’mur.
Imam Al-Bukhari meriwayatkan, pada saat peristiwa Mi’raj, Nabi Muhammad SAW berada di Baitul Ma’mur, Allah SWT mewajibkannya beserta umat Islam yang dipimpinnya untuk mengerjakan shalat limap uluh kali sehari-semalam.
Nabi Muhammad SAW menerima begitu saja dan bergegas. Namun kemudian Nabi Musa AS memperingatkan bahwa umat Nabi Muhammad SAW tidak akan kuat dengan lima puluh waktu yang diberikan.
”Aku telah belajar dari pengalaman umat manusia sebelum kamu. Aku pernah mengurusi Bani Israil yang sangat rumit. Kembalilah kepada Tuhanmu dan mitalah keringanan untuk umatmu,” ujar Nabi Musa kepada Nabi Muhammad SAW.
Nabi Muhammad kemudian kembali menghadap Allah SWT dan meminta keringanan dan ternyata dikabulkan.
Tidak lagi lima puluh waktu, tapi sepuluh waktu saja. Nabi Muhammad pun bergegas. Namun Nabi Musa tetap tidak yakin umat Muhammad mampu melakukan shalat sepuluh waktu itu.
”Mintalah lagi keringanan,” kata Nabi Musa AS.
Nabi Muhammad SAW lalu kembali dan akhirnya memperoleh keringanan, menjadi hanya lima waktu saja.
Sebenarnya Nabi Musa AS masih berkeberatan dengan lima waktu itu dan menyuruh Nabi Muhammad SAW untuk kembali meminta keringanan, namun Nabi Muhammad tidak berani untuk kembali meminta keringanan kepada Allah SWT.
“Aku sudah meminta keringanan kepada Tuhanku, sampai aku malu. Kini aku sudah ridha dan pasrah,” ujar Nabi Muhammad kepada Nabi Musa AS.
Demikianlah. Shalat telah diwajibkan bagi Nabi Muhammad SAW dan para pengikutnya sejak diturunkannya firman Allah SWT pada awal kenabian.
Wallahu’alam bishawab
(put)