news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Ilustrasi berdoa di malam Lailatul Qadar.
Sumber :
  • Pixabay

Teks Khutbah Jumat Singkat 21 Maret 2025: Tanda-Tanda Lailatul Qadar dan Cara Meraih Malam Kemuliaan

Teks khutbah Jumat singkat tentang tanda-tanda dan cara meraih malam Lailatul Qadar akan menjadi tema pelaksanaan shalat Jumat, 21 Maret 2025. Cek di sini!
Kamis, 20 Maret 2025 - 19:18 WIB
Reporter:
Editor :

tvOnenews.com - Khutbah Jumat adalah bagian rukun shalat Jumat yang dilakukan oleh khatib menyampaikan materi teks khutbah Jumat kepada para jemaah.

Teks khutbah Jumat memiliki peranan penting sebagai acuan khatib dalam menyampikan pesan tersirat kepada para jemaah shalat Jumat.

Pesan-pesan dalam materi teks khutbah Jumat mengandung nasihat, ajakan, bahkan peringatan dan menjadi ilmu pengetahuan baru untuk para jemaah sebelum memulai pelaksanaan shalat Jumat.

Teks khutbah Jumat ini bersifat singkat mengambil tema seputar malam Lailatul Qadar. Bulan Ramadhan 2025 telah memasuki fase 10 hari terakhir.

Penting bagi kita memahami tanda-tanda Lailatul Qadar dan cara meraihnya di 10 hari terakhir Ramadhan.

Dua bagian ini akan menjadi pembahasan dalam teks khutbah Jumat singkat untuk pelaksanaan shalat Jumat, 21 Maret 2025.

Ilustrasi jemaah shalat Jumat menyimak teks khutbah Jumat singkat
Sumber :
  • iStockPhoto

 

Teks Khutbah Jumat Singkat Tema Tanda-Tanda Lailatul Qadar dan Cara Meraih Malam Kemuliaan

الحَمْدُ لِلهِ الَّذِي أَكْرَمَنَا بِالْإِسْلَامِ، وَأَعَزَّنَا بِهِ قُوَّةً وَإِيْمَانًا، وَأَلَّفَ بَيْنَ قُلُوْبِنَا فَجَعَلَنَا أَحِبَّةً وَإِخْوَانًا، وَأَشْهَدُ أَن لَّا إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، أَنْزَلَ كِتَابَهُ هُدًى وَرَحْمَةً وَتِبْيَانًا، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ، هَدَى اللهُ بِهِ مِنَ الضَّلَالَةِ، وَعَلَّمَ بِهِ مِنَ الْجَهَالَةِ، وَأَعَزَّ بِهِ بَعْدَ الذِّلَّةِ، وَكَثَّرَ بِهِ بَعْدَ القِلَّةِ، صَلَّى اللهُ عَلَيهِ وَسَلَّمَ وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ الَّذِينَ كَانُوا لَهُ عَلَى الْحَقِّ إِخْوَانًا وَأَعْوَانًا؛ أَمَّا بَعْدُ.

عِبَادَ اللهِ، أُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِيْ بِتَقْوَى اللهِ عَزَّ وَجَلَّ حَيْثُ قَالَ تَبَارَكَ وَتَعَالَى، أَعُوْذُ بِاللهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ: يَا أَيُّهَا الَّذِيْنَ آمَنُوا اتَّقُوا اللهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوْتُنَّ إِلاَّ وَأَنْتُمْ مُّسْلِمُوْنَ.

يَا أَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوا رَبَّكُمُ الَّذِي خَلَقَكُمْ مِنْ نَفْسٍ وَاحِدَةٍ وَخَلَقَ مِنْهَا زَوْجَهَا وَبَثَّ مِنْهُمَا رِجَالًا كَثِيرًا وَنِسَاءً وَاتَّقُوا اللَّهَ الَّذِي تَسَاءَلُونَ بِهِ وَالْأَرْحَامَ إِنَّ اللَّهَ كَانَ عَلَيْكُمْ رَقِيبًا.

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَقُولُوا قَوْلًا سَدِيدًا يُصْلِحْ لَكُمْ أَعْمَالَكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ وَمَنْ يُطِعِ اللَّهَ وَرَسُولَهُ فَقَدْ فَازَ فَوْزًا عَظِيمًا.

Kaum Muslimin yang dirahmati Allah

Tanpa terasa, kita akan segera memasuki babak akhir bulan Ramadhan. Marilah kita senantiasa terus mempercayai Ramadhan adalah bulan penuh keberkahan yang setiap detiknya bernilai ibadah.

Mungkin ini adalah Ramadhan terakhir bagi kita, karena tidak ada jaminan bahwa kita akan bertemu dengan Ramadhan berikutnya. Sudahkah kita memanfaatkannya dengan sebaik-baiknya? Sudahkah kita mendapatkan maghfirah-Nya?

Marilah kita muhasabah diri sebelum bulan yang agung ini berlalu. Mumpung masih memiliki kesempatan, sebaiknya kita memanfaatkan momentum malam Lailatul Qadar dengan penuh khidmat.

Ma'asyiral muslimin rahimahumullah

Pertama-tama, khatib akan lebih dulu menyampaikan apa saja tanda-tanda Lailatul Qadar untuk menjadi acuan bersama meningkatkan amal ibadah di malam 10 hari terakhir Ramadhan.

Al-Quran telah mengabadikan keistimewaan malam Lailatul Qadar yang dituangkan dalam redaksi Surat Al-Qadr Ayat 3, Allah SWT berfirman:

لَيْلَةُ الْقَدْرِ ەۙ خَيْرٌ مِّنْ اَلْفِ شَهْرٍۗ

Bacaan Latin: Lailatul Qadri khairum min alfi syahr.
Artinya: "Malam kemuliaan itu lebih baik dari seribu bulan." (QS. Al-Qadr, 97:3)

Ayat tersebut yang menunjukkan keistimewaan malam ini menyebabkan umat Islam berlomba-lomba bagaimana bisa mengerjakan amal ibadah sebanyak-banyaknya, baik melalui cara ibadah malam, shalat Tahajud, dan memperbanyak doa.

Namun, Lailatul Qadar tidak memiliki tanggal pasti meskipun beberapa hadis riwayat menguat di malam ganjil dalam 10 hari terakhir Ramadhan.

Sidang Jumat yang dirahmati Allah

Lailatul Qadar memiliki beberapa keutamaan yang menjadikannya malam terbaik sepanjang tahun, antara lain:

1. Malam penuh keberkahan

Keberkahan di malam mulia ini telah menjadi redaksi dalil Al-Quran dari Surat Al-Qadr Ayat 1, Allah SWT berfirman:

اِنَّآ اَنْزَلْنٰهُ فِيْ لَيْلَةِ الْقَدْرِ

Artinya: "Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (Al-Qur’an) pada Lailatul Qadar." (QS. Al-Qadr, 97:1)

Pada malam ini, Allah memberikan rahmat, ampunan, dan kebaikan berlimpah bagi yang beribadah.

2. Malaikat turun membawa kedamaian

Allah SWT menurunkan para malaikat-Nya di malam Lailatul Qada, Allah SWT berfirman:

تَنَزَّلُ الْمَلٰۤىِٕكَةُ وَالرُّوْحُ فِيْهَا بِاِذْنِ رَبِّهِمْۚ مِنْ كُلِّ اَمْرٍۛ

Artinya: "Pada malam itu turun para malaikat dan Ruh (Jibril) dengan izin Tuhannya untuk mengatur semua urusan." (QS. Al-Qadr, 97:4)

Allah SWT menghadirkan malaikat untuk membawa ketenangan dan keberkahan bagi orang-orang yang beribadah.

3. Malam pengampunan dosa

Rasulullah SAW bersabda: "Barang siapa yang menghidupkan Lailatul Qadar dengan penuh keimanan dan mengharapkan pahala dari Allah, maka diampuni dosa-dosanya yang telah lalu." (HR. Bukhari & Muslim)

Kaum muslimin rahimahumullah

Kita sampai saat ini masih belum mengetahui kapan kepastian Lailatul Qadar terjadi. Namun, hadis riwayat Rasulullah SAW telah menyebutkan sejumlah tanda-tanda malam kemuliaan ini muncul.

- Udara dan suasana malam yang tenang

- Cahaya bulan lebih lembut

- Bulan tampak bercahaya lebih redup dan tidak menyilaukan.

- Malam yang penuh ketenangan

- Tidak ada suara bising dari hewan malam, seperti gonggongan anjing atau suara burung hantu.

-Matahari terbit tanpa sinar menyilaukan

Rasulullah SAW bersabda:

"Keesokan harinya, matahari terbit dalam keadaan tanpa sinar yang menyilaukan, seperti nampan tanpa sinar yang tajam." (HR. Muslim)

Cara Meraih Lailatul Qadar

Agar tidak melewatkan malam penuh berkah ini, umat Islam tidak boleh melewatkan malam penuh berkah ini begitu saja. Kita memperoleh anjuran untuk melakukan peningkatan dalam urusan ibadah di sepuluh malam terakhir Ramadhan.

Berikut beberapa cara meraih Lailatul Qadar:

1. Memperbanyak Ibadah

"Rasulullah SAW meningkatkan ibadahnya di sepuluh malam terakhir Ramadhan." (HR. Bukhari & Muslim).

Shalat tahajud, witir, hajat, dan shalat sunnah lainnya menjadi amalan utama.

2. Berdzikir dan Mengamalkan Al-Quran

Memperbanyak tilawah Al-Quran, memahami maknanya, dan mengamalkannya. Berdzikir dengan kalimat tasbih, tahmid, tahlil, dan istighfar.

3. Berdoa dengan Penuh Keikhlasan

Doa khusus dari Rasulullah SAW di malam Lailatul Qadar:

"Allahumma innaka ‘afuwwun tuhibbul ‘afwa fa’fu ‘anni."

Artinya: "Ya Allah, Engkau Maha Pengampun dan mencintai ampunan, maka ampunilah aku."

4. Bersedekah dan Berbuat Kebaikan

Memanfaatkan malam ini untuk membantu fakir miskin, memberi makan orang yang berbuka, dan bersedekah dengan ikhlas.

5. Mengencangkan Itikaf di Masjid

Rasulullah SAW selalu beriktikaf di sepuluh malam terakhir Ramadan untuk mendekatkan diri kepada Allah. Iktikaf memberikan kesempatan untuk fokus pada ibadah tanpa gangguan duniawi.

Sidang Jumat yang dikaruniai Allah

Demikianlah khatib menyampikan khutbah sesi pertama ini. Semoga kita menjadi orang-orang yang beruntung bisa merasakan begitu dahsyatnya malam istimewa ini, dengan catatan wajib meningkatkan ibadahnya dan tidak boleh lalai menjelang akhir Ramadhan.

إِنَّ الْحَمْدَ لِلَّهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهْ وَنَعُوذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلاَ مُضِلَّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلاَ هَادِيَ لَهُ. وَأَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ. وَالصَّلاَةُ وَالسَّلاَمُ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ. أَمَّا بَعْدُ؛

(hap)

Sumber Referensi: Fiqh Sunnah oleh Sayyid Sabiq, Tafsir Ibnu Katsir, NU Online, Quran Kemenag.

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

01:26
01:07
01:15
01:56
01:13
05:12

Viral