- Antara
Tafsir Juz Amma Surat Al-Ghasiyah Penjelasan Ustadz Dr. Firanda Andirja
Contohnya adalah kaum kafir atau ahli bidah yang beribadah dengan semangat, tetapi tidak sesuai tuntunan.
Kedua, keletihan itu adalah bagian dari azab di akhirat. Para penghuni neraka dipaksa melakukan aktivitas yang melelahkan, seperti diseret, berjalan dengan kepala di bawah, atau memanjat sesuatu yang panas dan licin tanpa henti.
Azab Neraka dan Minuman yang Mengerikan
Allah menyebut mereka akan dimasukkan ke dalam neraka yang sangat panas (nar hamiyah). Neraka itu bukan sekadar api, tetapi api yang telah dipanaskan sejak lama dan memiliki kemurkaan.
Para penghuni neraka juga diberi minum dari mata air yang sangat panas, air yang mendidih hingga membakar wajah dan mencabik-cabik isi perut.
Meski menyakitkan, mereka tetap terpaksa meminumnya karena rasa haus yang tak tertahankan.
Makanan mereka pun sangat mengerikan. Allah menyebutkan beberapa jenis makanan penghuni neraka, seperti tumbuhan berduri, cairan busuk, dan pohon zaqqum yang baunya saja mampu merusak kehidupan dunia jika diturunkan ke bumi.
Semua makanan itu tidak mengenyangkan dan tidak menghilangkan lapar. Ia hanya menjadi bagian dari siklus azab yang terus berulang.
Kontras dengan Kenikmatan Surga
Setelah menggambarkan kondisi penghuni neraka, Allah membandingkannya dengan keadaan penghuni surga. Pada hari itu, ada wajah-wajah yang berseri-seri, penuh kebahagiaan dan keridaan.
Penghuni surga menikmati hasil amal mereka. Tidak ada lagi kesedihan, ketakutan, atau perkataan sia-sia. Mereka dimuliakan dengan mata air yang mengalir, tempat duduk yang tinggi, gelas-gelas minuman yang tersaji, bantalan yang tersusun rapi, serta permadani yang terhampar indah.
Surga adalah tempat kenyamanan yang sempurna, di mana seluruh rasa sedih telah dihilangkan oleh Allah SWT.
Renungan tentang Ciptaan Allah
Di bagian akhir surat, Allah mengajak manusia merenungkan ciptaan-Nya: unta, langit, gunung, dan bumi. Semua itu menjadi tanda kebesaran Allah bagi manusia yang mau berpikir.
Unta, misalnya, adalah hewan dengan banyak keajaiban—bisa menjadi kendaraan, alat angkut, sekaligus sumber makanan dan minuman. Langit ditinggikan tanpa tiang, gunung dipancangkan sebagai penyeimbang bumi, dan bumi dihamparkan agar layak dihuni.