news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Ilustrasi Al-quran..
Sumber :
  • Antara

Tafsir Juz Amma : Surat Al-Lahab - Ustadz Dr. Firanda Andirja

Surat Al-Lahab atau Al-Masad menjadi salah satu surat dalam Juz Amma yang secara tegas menyingkap akibat buruk dari permusuhan terhadap dakwah Islam. Surat ke-
Selasa, 13 Januari 2026 - 20:16 WIB
Reporter:
Editor :

Jakarta, tvOnenews.com – Surat Al-Lahab atau Al-Masad menjadi salah satu surat dalam Juz Amma yang secara tegas menyingkap akibat buruk dari permusuhan terhadap dakwah Islam.

Surat ke-111 dalam Al-Qur’an ini membahas kehancuran Abu Lahab, paman Nabi Muhammad ﷺ, beserta istrinya.

Dalam kajian tafsir yang disampaikan Firanda Andirja, dijelaskan bahwa Surat Al-Lahab turun sebagai respons langsung atas sikap Abu Lahab yang terang-terangan menentang dakwah Rasulullah ﷺ sejak awal Islam disyiarkan secara terbuka.

Ustaz Firanda Andirja
Sumber :
  • Tangkapan/Ustaz Firanda Andirja Official

Sebab Turunnya Surat Al-Lahab

Surat ini turun ketika Nabi Muhammad ﷺ mengumpulkan kaum Quraisy di Bukit Shafa untuk memberikan peringatan tentang azab Allah dan hari akhir. Kaum Quraisy kala itu mengakui kejujuran Nabi ﷺ, namun Abu Lahab justru bereaksi keras.

Ia mencela Nabi ﷺ dengan ucapan kasar dan meremehkan dakwah yang disampaikan. Tak lama setelah itu, Allah menurunkan Surat Al-Lahab sebagai bentuk kecaman dan peringatan keras atas sikap tersebut.

“Binasalah kedua tangan Abu Lahab dan benar-benar binasa dia,” demikian bunyi awal surat tersebut, yang menandai kehancuran Abu Lahab di dunia dan akhirat.

Makna Al-Lahab dan Al-Masad

Kata Al-Lahab bermakna api yang menyala-nyala. Ini selaras dengan ancaman Allah bahwa Abu Lahab kelak akan masuk ke dalam api neraka yang bergejolak.

Sementara Al-Masad berarti tali dari sabut yang dipintal, sebagaimana disebutkan pada ayat terakhir yang menggambarkan azab bagi istri Abu Lahab.

Firanda Andirja menjelaskan, Allah tidak menyebut nama asli Abu Lahab, yakni Abdul ‘Uzza, karena nama tersebut mengandung unsur kesyirikan. Penyebutan dengan kunyah justru menjadi bentuk penghinaan dan kecaman tersendiri.

Harta dan Keturunan Tak Menyelamatkan

Allah menegaskan bahwa harta dan usaha Abu Lahab tidak akan berguna sedikit pun baginya. Dalam tafsir para ulama, frasa “dan apa yang dia usahakan” juga dimaknai sebagai anak-anaknya, yang sama sekali tidak mampu menyelamatkannya dari azab Allah.

Ini menjadi pelajaran penting bahwa kedudukan, kekayaan, dan garis keturunan tidak memiliki nilai apa pun tanpa keimanan.

Peran Istri Abu Lahab

Istri Abu Lahab, Ummu Jamil, juga disebut secara khusus dalam surat ini. Ia digambarkan sebagai “pembawa kayu bakar”, yang oleh para ulama ditafsirkan sebagai simbol penyebar fitnah dan provokator kebencian terhadap Nabi ﷺ.

Dalam riwayat lain, Ummu Jamil juga diketahui kerap meletakkan duri di jalan yang dilewati Rasulullah ﷺ. Balasan atas perbuatannya digambarkan dengan “tali dari sabut di lehernya”, yang menunjukkan kehinaan dan azab yang menantinya di akhirat.

Mukjizat Al-Qur’an dalam Surat Al-Lahab

Firanda Andirja menekankan bahwa Surat Al-Lahab merupakan salah satu bukti mukjizat Al-Qur’an. Abu Lahab divonis masuk neraka sementara ia masih hidup dan memiliki waktu bertahun-tahun untuk berpura-pura masuk Islam demi membantah Al-Qur’an.

Namun hingga akhir hayatnya, Abu Lahab tetap dalam kekafiran dan meninggal dalam kondisi hina. Bahkan jenazahnya dijauhi keluarganya sendiri karena penyakit yang dideritanya.

Pelajaran bagi Umat Islam

Surat Al-Lahab mengajarkan bahwa permusuhan terhadap kebenaran tidak akan pernah berakhir dengan keselamatan. Kedekatan nasab dengan orang saleh pun tidak menjamin kemuliaan di sisi Allah tanpa iman dan ketaatan.

Surat ini sekaligus menjadi peringatan keras agar umat Islam tidak tertipu oleh harta, status sosial, maupun hubungan keluarga, karena kemuliaan sejati hanya ditentukan oleh keimanan dan amal saleh.

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

05:10
08:13
08:52
02:17
01:33
03:09

Viral