- Freepik
Tafsir Juz Amma Surat Al-Ikhlas Penjelasan Ustadz Dr. Firanda Andirja
Jakarta, tvOnenews.com – Kajian tafsir Al-Qur’an menjadi salah satu jalan penting bagi umat Islam untuk memahami makna ayat-ayat Allah secara lebih mendalam.
Salah satu surat yang kerap dibaca dalam shalat dan dzikir harian adalah Surat Al-Ikhlas, surat pendek namun memiliki kandungan tauhid yang sangat agung.
Hal tersebut disampaikan oleh Ustadz Dr. Firanda Andirja dalam kajian tafsir Juz Amma yang disiarkan melalui kanal YouTube Firanda Andirja.
Dalam kajian tersebut, ia mengajak kaum Muslimin untuk tidak hanya menghafal, tetapi juga memahami kandungan Surat Al-Ikhlas.
- Tangkapan/Ustaz Firanda Andirja Official
Keistimewaan Juz Amma
Ustadz Firanda menjelaskan bahwa Juz Amma atau juz ke-30 merupakan juz yang istimewa karena berisi surat-surat pendek yang dikenal sebagai surat mufashshal.
Surat-surat ini memiliki ayat-ayat yang pendek, mudah dihafal, dan sering dibaca para imam dalam shalat, khususnya shalat Maghrib dan Isya.
Karena itu, Juz Amma sangat dianjurkan untuk dihafalkan, terutama bagi pemula, anak-anak, maupun orang dewasa yang baru memulai menghafal Al-Qur’an.
Dengan hafalan tersebut, seseorang akan semakin semangat dalam melaksanakan shalat wajib maupun shalat sunnah.
Pentingnya Memahami Makna Bacaan Shalat
Menurut Ustadz Firanda, salah satu sebab seseorang kurang khusyuk dalam shalat adalah karena tidak memahami makna ayat yang dibaca.
Dengan mempelajari tafsir Juz Amma, seorang Muslim akan lebih mengerti bacaan imam dan merasakan kedalaman makna shalat.
“Kalau seseorang mengerti kandungan ayat yang dibacanya, maka shalatnya akan terasa lebih nyaman dan menenangkan,” jelasnya.
Tafsir Surat Al-Ikhlas
Dalam kajian tersebut, Ustadz Firanda memulai tafsir Juz Amma dengan Surat Al-Ikhlas. Ia menjelaskan bahwa meskipun dinamakan Al-Ikhlas, dalam surat tersebut tidak terdapat kata “ikhlas” secara lafaz.
Penamaan ini berkaitan dengan isi surat yang secara murni menjelaskan sifat-sifat Allah SWT.
Surat Al-Ikhlas turun sebagai jawaban atas pertanyaan kaum musyrikin yang meminta Nabi Muhammad SAW menjelaskan sifat Tuhan. Maka turunlah ayat:
Qul huwallahu ahad, Allahush shamad, lam yalid wa lam yulad, wa lam yakun lahu kufuwan ahad.
Empat ayat ini, menurut Ustadz Firanda, merupakan penjelasan ringkas namun sangat kuat tentang tauhid dan sifat-sifat Allah SWT.
Makna Sepertiga Al-Qur’an
Ustadz Firanda juga menjelaskan mengapa Surat Al-Ikhlas disebut setara dengan sepertiga Al-Qur’an.
Hal ini bukan berarti membaca Al-Ikhlas tiga kali sama dengan khatam Al-Qur’an, melainkan karena kandungannya mencakup salah satu dari tiga pokok utama Al-Qur’an, yaitu pembahasan tentang sifat-sifat Allah.
Dua pokok lainnya adalah hukum-hukum syariat dan kisah-kisah umat terdahulu. Karena Surat Al-Ikhlas secara khusus membahas tauhid dan sifat Allah, maka nilainya sangat agung.
Sering Dibaca Rasulullah SAW
Surat Al-Ikhlas juga termasuk surat yang paling sering dibaca Rasulullah SAW, baik dalam shalat sunnah, shalat witir, dzikir pagi dan petang, hingga sebelum tidur.
Hal ini menjadi pengingat agar kaum Muslimin senantiasa memperbarui tauhid dan keimanan kepada Allah SWT.
Inti Ajaran Tauhid
Melalui Surat Al-Ikhlas, Allah menegaskan bahwa Dia Maha Esa, tidak membutuhkan apa pun, tidak beranak dan tidak diperanakkan, serta tidak ada sesuatu pun yang serupa dengan-Nya.
Inilah inti ajaran tauhid yang membedakan Islam dengan keyakinan-keyakinan batil lainnya.
Ustadz Firanda menekankan bahwa surat ini menjadi bantahan tegas terhadap keyakinan yang menyekutukan Allah atau menyandarkan sifat-sifat makhluk kepada-Nya.
Dengan memahami tafsir Surat Al-Ikhlas, diharapkan umat Islam tidak hanya rajin membacanya, tetapi juga semakin kokoh dalam tauhid dan keimanan kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala.