news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Ilustrasi Al-quran.
Sumber :
  • tim tvOne

Tafsir Juz Amma Surat Al-Adiyat, Penjelasan Ustaz Firanda Andirja

Surat Al-Adiyat menjadi salah satu surat dalam Juz Amma yang sarat dengan pesan peringatan dan renungan mendalam bagi manusia. Dalam kajiannya, Ustaz Firanda Andirja
Senin, 19 Januari 2026 - 21:59 WIB
Reporter:
Editor :

tvOnenews.com — Surat Al-Adiyat menjadi salah satu surat dalam Juz Amma yang sarat dengan pesan peringatan dan renungan mendalam bagi manusia.

Dalam kajiannya, Ustaz Firanda Andirja menjelaskan bahwa Al-Adiyat secara bahasa berarti kuda-kuda yang berlari kencang, khususnya kuda perang yang digunakan dalam pertempuran.

Allah SWT membuka surat ini dengan sumpah, “Wal ‘adiyati dhabha,” yang menggambarkan kuda-kuda yang terengah-engah saat berlari cepat.

Ustaz Firanda Andirja
Sumber :
  • Tangkapan/Ustaz Firanda Andirja Official

Menurut Ustaz Firanda, sumpah ini bukan tanpa makna. Allah ingin menunjukkan betapa besar jasa makhluk-Nya yang hanya diberi sedikit perhatian dan makanan, namun mampu memberikan pengorbanan luar biasa kepada tuannya.

Kuda-kuda tersebut, lanjutnya, rela berlari hingga terengah-engah, menerjang medan perang, bahkan terluka oleh pedang, semata-mata karena kepatuhan kepada pemiliknya.

Padahal, yang mereka terima hanyalah perawatan dan makanan sekadarnya.

Hal ini, kata Ustaz Firanda, menjadi perbandingan yang sangat tajam dengan manusia. Sebab manusia telah diberi begitu banyak nikmat oleh Allah SWT, mulai dari akal, kecerdasan, rezeki, hingga berbagai fasilitas kehidupan.

Namun ironisnya, banyak manusia justru lalai dan tidak bersyukur kepada Rabb-nya.

Dalam tafsir ayat-ayat selanjutnya, para ulama memang berbeda pendapat terkait makna “Al-Adiyat”.

Ibnu Mas’ud menafsirkan Al-Adiyat sebagai kuda-kuda perang, sedangkan Ali bin Abi Thalib berpendapat bahwa yang dimaksud adalah unta-unta yang membawa jamaah haji menuju manasik.

Perbedaan pendapat ini, menurut Ustaz Firanda, termasuk dalam khilaf tanawwu’, yakni perbedaan tafsir yang semuanya bisa dibenarkan.

Baik kuda maupun unta, keduanya adalah hewan yang memiliki jasa besar bagi manusia.

Ayat “falmuriyati qadha” dipahami sebagai gambaran percikan api yang muncul ketika tapal kuda menghantam bebatuan saat berlari kencang.

Hal ini menguatkan pendapat bahwa yang dimaksud adalah kuda perang. Namun, bagi yang menafsirkan sebagai unta, percikan api itu bisa berasal dari batu-batu yang saling beradu akibat injakan kaki unta.

Berita Terkait

1
2 Selanjutnya

Topik Terkait

Saksikan Juga

09:03
04:31
01:12
00:56
05:51
04:43

Viral