- Freepik
Niat Puasa Ayyamul Bidh Nisfu Syaban 2026, Lengkap dengan Tulisan Arab, Latin dan Artinya
Jakarta, tvOnenews.com - Bulan Syaban mempunyai keistimewaan dalam agama Islam. Selain ada Nisfu Syaban, bulan ini sebagai momentum menanam amal saleh untuk menyambut bulan Ramadhan.
Di bulan Syaban, Rasulullah SAW memperbanyak amalan sunnah terutama puasa. Merujuk dari laman Majelis Ulama Indonesia (MUI), hadis riwayat terkait Nabi Muhammad SAW berpuasa di bulan Syaban dari Aisyah RA, begini bunyinya:
عَائِشَة تَقُولُ : كَانَ أَحَبَّ الشُّهُورِ إِلَى رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنْ يَصُومَهُ شَعْبَانُ، ثُمَّ يَصِلُهُ بِرَمَضَانَ
Artinya: "Aisyah berkata, "Bulan Syaban adalah bulan yang paling dicintai oleh Rasulullah SAW untuk berpuasa, bahkan beliau menyambungnya dengan Ramadhan."
Ibadah yang termasuk dianjurkan di bulan Syaban, yakni puasa Ayyamul Bidh. Keistimewaan puasa pada momen ini, bertepatan dengan momentum Nisfu Syaban.
Sementara, jadwal puasa Ayyamul Bidh terjadi di setiap pertengahan bulan di tanggal 13, 14, dan 15 Hijriah. Adapun Nisfu Syaban jatuh di pertengahan tepatnya pada tanggal 15 bulan Syaban.
Berdasarkan hasil keputusan Kementerian Agama (Kemenag) RI, tanggal 1 Syaban 1447 H sendiri jatuh pada Selasa, 20 Januari 2026.
Soal kapan Nisfu Syaban 1447 Hijriah, mengacu dari pengamatan hilal didukung oleh Badan Pusat Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), Nisfu Syaban 2026, jatuh pada Selasa, 3 Februari 2026.
Adapun malam Nisfu Syaban 1447 H mulai berlangsung pada Senin, 2 Februari 2026. Hal ini mengingat hitungan penanggalan dalam kalender Hijriah berpacu setelah matahari terbenam.
Dengan hal ini, puasa Ayyamul Bidh terletak pada tanggal 1-3 Februari 2026. Berikut jadwal lengkapnya:
- Minggu, 1 Februari 2026: 13 Syaban 1447 H
- Senin, 2 Februari 2026: 14 Syaban 1447 H
- Selasa, 3 Februari 2026: 15 Syaban 1447 H.
Umat Muslim wajib memanfaatkan momentum Nisfu Syaban 2026, dengan menggunakan puasa Ayyamul Bidh. Selain mempertebal iman dan pahala, ibadah ini menjadi bagian latihan persiapan menyambut bulan Ramadhan.
Bacaan Niat Puasa Ayyamul Bidh
- iStockPhoto
Pembacaan niat puasa Ayyamul Bidh boleh dari dalam hati maupun lisan. Adapun pelafalannya boleh berlangsung sejak malam hari hingga sebelum matahari tergelincir.
Maka dari itu, tvOnenews.com akan membagikan bacaan niat puasa Ayyamul Bidh dengan tulisan Arab, latin, serta artinya sebagai berikut.
نَوَيْتُ صَوْمَ أَيَّامِ الْبِيْضِ لِلّٰهِ تَعَالَى
Bacaan Latin: Nawaitu shauma ayyāmil bīḍi lillāhi ta‘ālā.
Artinya: "Saya niat puasa Ayyamul Bidh karena Allah Ta‘ala."
Hukum Menggabungkan Niat Puasa Ayyamul Bidh dan Puasa Nisfu Syaban
Merujuk dari buku 32 Faidah Seputar Bulan Syaban karya Syaikh Muhammad Shalih al-Munajjid, membahas tentang anjuran puasa Nisfu Syaban. Dalil maupun hadis ibadah ini lemah berdasarkan hasil kesepakatan para ulama.
Hanya saja ada hadis riwayat mengenai ibadah puasa Rasulullah SAW diceritakan oleh Aisyah RA. Hadis ini termaktub dalam Imam Bukhari Nomor 1969 dan Imam Muslim Nomor 1156, begini bunyinya:
كما قالت أم المؤمنين عائشة رسالتها: ما يتُ رَسُولَ الله صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ اسْتَكْمَلَ صِيَامَ شَهْرٍ قَطُّ إِلَّا رَمَضَانَ، وَمَا رَأَيْتُهُ فِي شَهْرٍ أَكْثَرَ مِنْهُ صِيَامًا فِي شَعْبَانَ
Artinya: "Aisyah berkata, 'Tidak pernah saya melihat Rasulullah SAW menyempurnakan puasa di suatu bulan seperti di bulan Ramadhan, dan belum pernah saya melihat beliau lebih banyak berpuasa di suatu bulan seperti berpuasa di bulan Syaban'." (HR. Bukhari & Muslim)
Sementara, jadwal puasa Ayyamul Bidh tidak hanya terjadi di bulan Syaban. Di setiap pertengahan bulan dalam kalender Hijriah, ibadah ini sangat dianjurkan karena memiliki keutamaan sendiri.
Penggabungan puasa Ayyamul Bidh dan puasa Nisfu Syaban belum memiliki dasar dari dalil dan hadis shahihnya. Lebih baik mengutamakan ibadah sunnah yang telah mempunyai keistimewaan secara jelas, yakni puasa Ayyamul Bidh.
(hap)