- Kemenag
Sekalipun Keutamaan Malam Nisfu Syaban Begitu Besar, Orang-orang ini Tidak Dapat Ampunan Kata Syekh Ali Jaber
"Yang kedua, seseorang dengan dendamnya, atau termasuk juga orang-orang yang suka menyebar fitnah dan adu domba," terangnya.
Dilansir dari Rumaysho, dua golongan ini berangkat dari hadis riwayat Mu'adz bin Jabal RA yang dihasankan Syaikh Albani, Rasulullah SAW bersabda:
"Allah mendatangi seluruh makhluk-Nya pada malam Nishfu Sya’ban. Dia pun mengampuni seluruh makhluk kecuali orang musyrik dan orang yang bermusuhan."
Kemudian, hadis riwayat lainnya dihasankan Syaikh Al-albani dari Abu Musa al-Asy'ari, begini bunyinya:
"Sesungguhnya Allah melihat pada malam pertengahan Syaban. Maka Dia mengampuni semua makhluk-Nya, kecuali orang musyrik dan orang yang bermusuhan." (HR. Ibnu Majah Nomor 1390).
Namun demikian, beberapa kalangan ulama berpendapat, hadis Ibnu Majah dari Abu Musa Al Asy'ari dan hadis tentang keutamaan malam Nisfu Syaban lainnya dianggap lemah dan tanpa landasan. Artinya, hadis riwayat tersebut bersifat dho'if.
Akan tetapi, tujuan dari sejumlah hadis mengenai keutamaan malam Nisfu Syaban dan golongan tidak terampuni memiliki tujuan baik. Hal ini mengarahkan agar umat Muslim menghidupkan malam istimewa tersebut.
Beberapa keistimewaan malam Nisfu Syaban sebagai berikut:
- Malam penuh pengampunan dari Allah SWT.
- Takdir tahunan dicatat oleh Allah SWT.
- Malam yang penuh rahmat.
- Malam persiapan menyongsong bulan suci Ramadhan.
- Waktu terbaik mendekatkan diri kepada Allah SWT.
Sejumlah amalan yang dianjurkan di malam Nisfu Syaban, seperti membaca Surat Yasin 3 kali, shalat sunnah, menggetarkan dzikir dan istighfar, sholawat, tilawah Al-Quran, sedekah, serta berdoa secara tulus.
Sementara, anjuran menggetarkan Yasin 3 kali berangkat dari ijtihad ulama. Rasulullah SAW tidak pernah mencatatkan amalan ini dalam hadis riwayatnya.
(hap)