- Ilustrasi AI
15 Hari Menuju Ramadhan 2026: 5 Bekal Penting yang Harus Disiapkan
tvOnenews.com - Tak lama lagi, umat Islam akan menyambut Ramadhan 2026/1447 H.
Bulan suci Ramadhan selalu datang membawa harapan, ampunan, dan peluang pahala yang begitu luas.
Namun, Ramadhan tidak sekadar dinanti, ia perlu dipersiapkan. Tanpa persiapan yang matang, Ramadhan bisa saja berlalu begitu cepat tanpa meninggalkan bekas perubahan berarti dalam diri kita.
Ustaz Hilman Fauzi mengingatkan umat Islam agar tidak menyambut bulan suci ini dengan sikap biasa-biasa saja.
Selagi masih ada waktu, persiapan perlu dilakukan dari sekarang, agar ketika Ramadhan tiba, kita benar-benar siap secara lahir dan batin.
Dalam salah satu tausiyahnya, Ustaz Hilman Fauzi menekankan lima bekal utama yang harus dihadirkan sebelum bertemu Ramadhan.
Lima bekal ini menjadi fondasi agar ibadah puasa dan seluruh amalan Ramadhan bernilai maksimal di sisi Allah SWT.
- Ilustrasi AI
1. Bekal Iman, Pondasi Utama Menyambut Ramadhan
Bekal pertama dan paling mendasar adalah iman. Tanpa iman, ibadah puasa tidak akan bermakna apa-apa. Puasa Ramadhan sejatinya adalah perintah yang hanya ditujukan kepada orang-orang beriman.
“Satu bekalnya bekal iman. Karena perintah ibadah puasa itu hanya ditunjukkan kepada siapa? Orang beriman,” tegas Ustaz Hilman Fauzi.
Karena itu, menjelang Ramadhan 2026, iman perlu diperkuat. Memperbaiki keyakinan, meningkatkan ketaatan, serta memperbanyak dzikir dan doa menjadi langkah awal agar hati siap menerima kemuliaan Ramadhan.
2. Bekal Amal, Menyusun Agenda Kebaikan Ramadhan
Setelah iman, bekal berikutnya adalah amal. Ramadhan bukan waktu untuk mulai berpikir, melainkan waktu untuk menjalankan rencana ibadah yang sudah disiapkan sejak jauh hari.
“Dua bekal yang harus Bapak Ibu siapkan adalah amal. Berarti hari ini buat agenda amal Ramadhan kita, yang wajib diperbaiki, yang sunnah ditambah,” jelas Ustaz Hilman Fauzi.
Ia juga menyoroti pentingnya membaca Al-Quran di bulan Ramadhan.
“Jangan sampai kita bertemu Ramadhan tapi kita tidak baca Al-Quran. Rugi sekali,” tambahnya.
Ramadhan menjadi mulia salah satunya karena Al-Quran diturunkan pada bulan ini. Maka, memperbanyak tilawah, shalat sunnah, dan amalan kebaikan lainnya adalah bekal yang tidak boleh diabaikan.
- Pexels/Murad Khan
3. Bekal Ilmu, Agar Ibadah Tepat dan Prioritas
Beramal tanpa ilmu berisiko salah arah. Karena itu, bekal ketiga yang harus disiapkan adalah ilmu.
Ilmu akan membimbing seseorang untuk memahami mana ibadah yang menjadi prioritas dan mana yang sekadar rutinitas.
“Beramal harus pakai ilmu atau tidak? Harus. Orang yang Ramadhan-nya pakai ilmu dengan tanpa ilmu beda atau sama? Beda,” terangnya.
Menurutnya, orang yang berilmu akan tahu mana yang harus didahulukan, sementara yang tanpa ilmu sering terjebak pada kebiasaan, bukan pada hal yang paling utama dalam ibadah Ramadhan.
4. Bekal Harta, Memperluas Jalan Kebaikan
Ramadhan juga identik dengan kepedulian sosial. Oleh karena itu, harta menjadi bekal keempat yang perlu dipersiapkan.
Bukan untuk dihamburkan, tetapi untuk dibelanjakan di jalan Allah.
“Yang keempat, harta. Buat apa harta? Tadi saya singgung infak, sedekah,” kata Ustaz Hilman Fauzi.
Dengan harta, pintu pahala terbuka lebar melalui infak, sedekah, dan membantu sesama yang membutuhkan, terutama di bulan penuh keberkahan tersebut.
5. Bekal Hati, Membersihkan Diri Menyambut Kesucian Ramadhan
Bekal terakhir sekaligus penutup adalah hati. Ramadhan adalah bulan penyucian, dan tidak mungkin kesucian itu diraih jika hati masih dipenuhi iri, dengki, dan kebencian.
“Sebelum bertemu Ramadhan, bersihkan hati kita. Bagaimana mungkin kita bisa mendapatkan kesucian Ramadhan sedangkan hati kita masih kotor?” kata Ustaz Hilman Fauzi.
Membersihkan hati dengan saling memaafkan, meluruskan niat, dan mendekatkan diri kepada Allah menjadi langkah penting agar Ramadhan benar-benar mengubah diri kita menjadi pribadi yang lebih baik. (gwn)