Penting Sebelum Ramadhan 2026, dr Zaidul Akbar Ingatkan Persiapan Fisik dan Makanan Ini di Rumah
- YouTube/dr. Zaidul Akbar Official
tvOnenews.com - Ramadhan adalah bulan yang selalu dinanti oleh umat Islam. Bulan yang penuh kemuliaan, keberkahan, dan limpahan pahala yang nilainya tak terhingga.Â
Namun, Ramadhan bukanlah bulan yang datang untuk disambut secara mendadak tanpa persiapan. Ia adalah tamu agung yang seharusnya disambut dengan kesiapan iman, fisik, dan mental.
Menjelang datangnya Ramadhan 2026, ada hal-hal yang harus dipersiapkan. Persiapan jelang Ramadhan pernah dijelaskan oleh dr Zaidul Akbar.
Dalam salah satu tayangan video di kanal YouTube resminya, dr Zaidul Akbar mengingatkan bahwa bulan suci Ramadhan sejatinya adalah bulan ibadah, bukan bulan pesta makanan.Â
Karena itu, persiapan menuju Ramadhan harus dimulai jauh-jauh hari agar tubuh, hati, dan amal kita benar-benar siap memaksimalkan ibadah.

- Ilustrasi AI
Ramadhan, Bulan dengan Pahala Tak Terbatas
Dalam penjelasannya, dr Zaidul Akbar menekankan keistimewaan Ramadhan yang tidak dimiliki bulan lainnya. Ia mengingatkan bahwa pahala puasa Ramadhan tidak dapat dihitung dengan standar pahala biasa.
“Kalau kita bicara kebaikan dalam Islam, minimal 10 balasan pahala dari Allah sampai 700 kali lipat. Tapi Ramadhan atau puasa Ramadhan adalah di mana kita tidak tahu berapa banyak pahala yang Allah siapkan membalasnya,” ujar dr Zaidul Akbar.
Ramadhan juga menjadi bulan diturunkannya Al-Quran, bulan penuh shalat malam, dan bulan yang Allah khususkan untuk melimpahkan rahmat serta ampunan-Nya kepada hamba-hamba-Nya.
Ramadhan Bukan Bulan Memperbanyak Makan
Salah satu pesan penting yang ditekankan dr Zaidul Akbar adalah meluruskan cara pandang terhadap Ramadhan.Â
Menurutnya, Ramadhan sering kali justru berubah menjadi bulan yang penuh dengan makanan berlebihan.
“Ramadhan adalah bulan ibadah, bulan kita memperbanyak ibadah. Bukan bulan memperbanyak makan, bukan bulan memperbanyak kumpul-kumpul yang akhirnya makanan berlimpah dan berlebihan,” tegasnya.
Ia mengingatkan bahwa pola seperti ini justru dapat menyebabkan seseorang lalai dari shalat wajib, shalat sunnah, dan ibadah lainnya.Â
Padahal, Ramadhan seharusnya menjadi momentum untuk mendekatkan diri kepada Allah, bukan sebaliknya.

- YouTube/drzaidulakbarofficial
Load more