- Ilustrasi AI
Khutbah Jumat 6 Januari 2026 Singkat: Ramadhan Semakin Dekat, Sudah Siap dengan Lima Bekal Ini?
tvOnenews.com - Tak terasa, waktu terus melangkah. Kini kita telah berada di awal Januari 2026, dan itu berarti bulan suci Ramadhan semakin mendekat.
Bulan yang selalu dinanti oleh kaum muslimin karena di dalamnya Allah melimpahkan rahmat, ampunan, dan keberkahan tanpa batas.
Ramadhan bukan sekadar rutinitas tahunan, melainkan kesempatan besar untuk memperbaiki kualitas iman dan ketakwaan.
Karena itu, menyambut Ramadhan tidak cukup hanya dengan kegembiraan, tetapi juga dengan persiapan yang sungguh-sungguh, agar kehadirannya benar-benar memberi perubahan dalam hidup kita.
- Antara
Khutbah Pertama
الحَمْدُ لِلّهِ رَبِّ العَالَمِيْنَ. القَائِلِ فِي كِتَابِهِ الكَرِيْمِ: يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِيْنَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُوْنَۙ. وَالصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلَى أَشْرَفِ اْلأَنْبِيَاءِ وَالْمُرْسَلِيْنَ، نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَعَلَى اٰلِهِ وَأَصْحَابِهِ وَالتَّابِعِيْنَ. أَشْهَدُ أَنْ لَّا إِلهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ، لَا نَبِيَّ بَعْدَهُ. أَمَّا بَعْدُ فَيَا أَيُّهَا الْحَاضِرُوْنَ المُصَلُّونَ. اِتَّقُوا اللهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوْتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُوْنَ
Marilah kita panjatkan puji dan syukur ke hadirat Allah Subhanahu wa Ta’ala. Dialah yang masih memberikan kita umur, kesehatan, serta kesempatan untuk kembali menyongsong tamu agung bernama bulan suci Ramadhan. Bulan yang Allah dan Rasul-Nya sebut sebagai bulan penuh keberkahan dan ampunan.
Sebagaimana ketika kita hendak menyambut tamu istimewa di rumah, tentu kita akan menyiapkan segala sesuatu yang terbaik. Rumah dibersihkan, hidangan dipilih yang terbaik, dan diri pun dipersiapkan dengan penampilan terbaik. Maka demikian pula seharusnya sikap kita dalam menyambut Ramadhan. Seorang muslim hendaknya menyiapkan bekal terbaik agar Ramadhan datang membawa perubahan, bukan sekadar berlalu tanpa makna.
Jama’ah rahimakumullah,
Setidaknya ada lima persiapan penting yang perlu kita lakukan sejak sekarang dalam rangka menyambut bulan suci Ramadhan.
Pertama, persiapan ruhiyyah (spiritual).
Seorang muslim perlu menjaga kebersihan hatinya. Niat menjadi hal paling utama. Banyak amalan kecil menjadi besar nilainya karena niat yang ikhlas, dan sebaliknya, amalan besar menjadi tidak bernilai karena niat yang salah. Oleh karena itu, setiap amal, sekecil apa pun, hendaknya diniatkan semata-mata untuk mengharap ridha Allah Subhanahu wa Ta’ala.
Kedua, persiapan ‘amaliyyah (amal perbuatan).
Ramadhan perlu disambut dengan target amal yang jelas. Misalnya menargetkan khatam Al-Qur’an, memperbanyak sedekah, menjaga shalat tarawih, mempererat silaturahmi, atau membantu orang-orang yang kesulitan. Target ini menjadi panduan agar Ramadhan tidak berlalu sia-sia, karena belum tentu kita masih dipertemukan dengan Ramadhan berikutnya.
Ketiga, persiapan ‘ilmiyyah (ilmu).
Ilmu tentang Ramadhan sangat penting agar ibadah yang kita lakukan benar dan bernilai. Seorang muslim hendaknya memahami apa saja yang dianjurkan dan dilarang saat berpuasa, serta amalan-amalan lanjutan setelah Ramadhan. Dengan ilmu, ibadah akan terasa lebih ringan dan penuh makna.
Keempat, persiapan maliyyah (harta).
Ramadhan adalah bulan berbagi. Banyak ibadah yang membutuhkan kesiapan harta, seperti zakat fitri, infak, dan sedekah. Oleh karena itu, sejak sekarang kita dianjurkan untuk menyisihkan sebagian rezeki agar dapat membantu mereka yang membutuhkan selama Ramadhan.
Kelima, persiapan jasadiyyah (fisik).
Kesehatan tubuh juga perlu dijaga. Pola makan yang baik, tidur yang cukup, memperbanyak minum air putih, serta olahraga ringan secara rutin akan membantu kita tetap prima dalam menjalani ibadah puasa, tarawih, dan berbagai amalan lainnya.
Jama’ah Jumat rahimakumullah,
Inilah lima bekal utama yang perlu kita siapkan. Semoga dengan persiapan ini, Ramadhan tahun ini menjadi Ramadhan terbaik dalam hidup kita.
بَارَكَ اللهُ لِيْ وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيْمِ، وَنَفَعَنِيْ وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ الْآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ.
أَقُوْلُ قَوْلِيْ هَذَا وَأَسْتَغْفِرُ اللهَ لِيْ وَلَكُمْ، فَاسْتَغْفِرُوْهُ إِنَّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ.
Khutbah Kedua
Hadirin shalat Jumat yang dimuliakan Allah,
Bulan Ramadhan adalah bulan yang sangat agung. Pada bulan inilah umat Islam diwajibkan berpuasa dengan tujuan membentuk pribadi yang bertakwa. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ
Artinya: "Wahai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa."(QS. Al-Baqarah: 183)
Puasa Ramadhan menjadi sarana penyempurna ketakwaan. Di bulan ini, Allah membuka pintu-pintu surga, menutup pintu-pintu neraka, dan membelenggu setan-setan, sebagaimana sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam:
إِذَا جَاءَ رَمَضَانُ فُتِّحَتْ أَبْوَابُ الْجَنَّةِ وَغُلِّقَتْ أَبْوَابُ النَّارِ وَصُفِّدَتِ الشَّيَاطِينُ
Artinya: "Apabila bulan Ramadhan tiba maka pintu-pintu surga dibuka, pintu-pintu neraka ditutup, dan setan-setan dikerangkeng." (HR. Bukhari dan Muslim)
Makna Ramadhan sendiri berasal dari kata ramadha yang berarti membakar. Artinya, Ramadhan adalah momentum untuk membakar dan menghapus penyakit-penyakit hati seperti iri, dengki, sombong, ujub, dan hawa nafsu. Melalui puasa, shalat, tilawah Al-Qur’an, dan dzikir, Allah melatih kita agar hati menjadi lebih bersih.
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
مَنْ صَامَ رَمَضَانَ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ
Artinya: "Barang siapa berpuasa Ramadhan karena iman dan mengharap pahala, maka diampuni dosa-dosanya yang telah lalu." (HR. Bukhari dan Muslim)
Semoga kita termasuk hamba-hamba yang memanfaatkan Ramadhan dengan sebaik-baiknya, sehingga keluar dari bulan suci ini sebagai pribadi yang lebih bertakwa dan lebih dekat kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala.
الْحَمْدُ لِلّٰهِ. وَالصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلَى نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ بنِ عَبدِ الله وَعَلَى اٰلِهِ وَأَصْحَابِهِ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ القِيَامَة. أَشْهَدُ أَنْ لَّا إِلهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ، لَا نَبِيَّ بَعْدَهُ. أَمَّا بَعْدُ فَيَا أَيُّهَا الْحَاضِرُوْنَ المُسلِمُونَ. اِتَّقُوا اللهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَاعلَمُوا إِنَّ ٱللَّهَ مَعَ ٱلَّذِينَ ٱتَّقَواْ وَّٱلَّذِينَ هُم مُّحْسِنُونَ. قَالَ تَعاَلَى إِنَّ اللهَ وَمَلآئِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلىَ النَّبِى يآ اَيُّهَا الَّذِيْنَ آمَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا اَللهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُؤْمِنِيْنَ وَاْلمُؤْمِنَاتِ وَاْلمُسْلِمِيْنَ وَاْلمُسْلِمَاتِ اَلاَحْيآءُ مِنْهُمْ وَاْلاَمْوَاتِ اللهُمَّ أَعِزَّ اْلإِسْلاَمَ وَاْلمُسْلِمِيْنَ وَأَذِلَّ الشِّرْكَ وَاْلمُشْرِكِيْنَ. اللهُمَّ ادْفَعْ عَنَّا اْلبَلاَءَ وَاْلوَبَاءَ وَالزَّلاَزِلَ وَاْلمِحَنَ وَسُوْءَ اْلفِتْنَةِ وَاْلمِحَنَ مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَنَ عَنْ بَلَدِنَا اِنْدُونِيْسِيَّا خآصَّةً وَسَائِرِ بُلْدَانِ اْلمُسْلِمِيْنَ عآمَّةً يَا رَبَّ اْلعَالَمِيْنَ. رَبَّنَا آتِناَ فِى الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِى اْلآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ. رَبَّنَا ظَلَمْنَا اَنْفُسَنَا وَإنْ لَمْ تَغْفِرْ لَنَا وَتَرْحَمْنَا لَنَكُوْنَنَّ مِنَ اْلخَاسِرِيْنَ عِبَادَاللهِ! إِنَّ اللهَ يَأْمُرُكُم بِاْلعَدْلِ وَاْلإِحْسَانِ وَإِيْتآءِ ذِي اْلقُرْبىَ وَيَنْهَى عَنِ اْلفَحْشآءِ وَاْلمُنْكَرِ وَاْلبَغْي يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ وَاذْكُرُوا اللهَ اْلعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ وَاشْكُرُوْهُ عَلىَ نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ وَلَذِكْرُ اللهِ أَكْبَر
(gwn)
Sumber: NU Online, Muhammadiyah, Quran Kemenag