- iStockPhoto
Khutbah Jumat 6 Februari 2026: Perbuatan Maksiat yang Tak Disadari terus Berlanjut di Bulan Ramadhan
Jakarta, tvOnenews.com - Ramadhan adalah bulan suci dinantikan umat Muslim. Di dalamnya, orang wajib menjalankan puasa dan mempertebal amal ibadah lainnya.
Kesucian bulan Ramadhan telah dijelaskan dalam dalil Al-Quran maupun hadis riwayat Rasulullah SAW. Dalam hal ini, umat Muslim mendapat perintah agar segera menjauhi segala perbuatan maksiat.
Di sisi lain, tak sedikit umat Muslim masih melakukan maksiat di bulan Ramadhan. Meski sepele dan belum disadari, hal itu sama saja membuat segala ibadahnya bisa sia-sia.
Oleh karena itu, tvonenews.com akan merekomendasikan tema teks khutbah Jumat singkat terbaru. Dalam pelaksanaan shalat Jumat, 6 Februari 2026, khatib bisa membahas khutbah Jumat terbaru bertajuk "Maksiat yang Tak Disadari terus Berlanjut di Bulan Ramadhan".
Teks Khutbah Jumat: Maksiat yang Tak Disadari terus Berlanjut di Bulan Ramadhan
- iStockPhoto
Khutbah I
إِنَّ الْحَمْدَ لِلَّهِ، نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِينُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ، وَنَعُوذُ بِاللَّهِ مِنْ شُرُورِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِهِ اللَّهُ فَلَا مُضِلَّ لَهُ، وَمَنْ يُضْلِلْ فَلَا هَادِيَ لَهُ.
Sidang Jumat rahimakumullah,
Segala puji bagi Allah Subhanahu wa Ta'ala Maha Melimpahkan rahmat dan karunia-Nya. Kita dapat kembali berkumpul di sini untuk merenungi betapa besarnya keistimewaan bulan Ramadhan.
Tak lupa, marilah sholawat serta salam kepada Nabi Muhammad SAW yang telah memperjuangkan umat Islam menuju jalan kebenaran-Nya.
Kaum muslimin rahimakumullah,
Ramadhan adalah bulan yang penuh dengan rahmat, ampunan, dan pembebasan dari api neraka. Bulan ini menjadi momentum terbaik umat Muslim senantiasa memperbaiki diri, meningkatkan ketaatan, dan memperbanyak ibadah sunnah.
Nyatanya, realitas di lapangan tidak semuanya melakukan hal tersebut. Banyak sekali berbuat maksiat tersembunyi, mulai dari lisan, mata, maupun hati masih dipelihara di Bulan Suci Ramadhan.
Padahal sejumlah bagian perbuatan maksiat tersembunyi itu justru mengurangi keberkahan bulan Ramadhan.
Dalam dalil Al-Quran melalui Surat Al-Baqarah Ayat 183, Allah SWT berfirman:
يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِيْنَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُوْنَۙ
Artinya: "Wahai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa." (QS. Al-Baqarah, 2:183).
Ayat ini menegaskan tujuan utama puasa. Dalam tafsirnyya, umat Muslim mendapat perintah untuk meraih takwa.
Melalui hadis riwayat dari Abu Hurairah RA, puasa tidak sekadar menahan rasa lapar dan haus saja, Rasulullah SAW bersabda:
مَنْ لَمْ يَدَعْ قَوْلَ الزُّورِ وَالْعَمَلَ بِهِ فَلَيْسَ لِلَّهِ حَاجَةٌ فِي أَنْ يَدَعَ طَعَامَهُ وَشَرَابَهُ
Artinya: "Barangsiapa yang tidak meninggalkan perkataan dusta dan malah justru mengamalkannya, maka Allah Ta’ala tidak butuh dari rasa lapar dan haus yang dia tahan." (HR. Bukhari Nomor 1903, Abu Dawud Nomor 2362, dan Ahmad Nomor 10562)
Ma'asyiral muslimin rahimakumullah,
Apa saja jenis maksiat yang sering kali tidak disadari di bulan Ramadhan? Pertama adalah maksiat lisan yang menyasar kepada ghibah, celaan, atau fitnah.
Hal ini menunjukkan adanya dosa besar yang dapat menghapus segala pahala puasa. Lisan yang tidak terjaga adalah maksiat paling sering terjadi tanpa sadar selama di bulan Ramadhan.
Maksiat kedua berupa maksiat mata dan telinga. Dalam era digital, konten tidak senonoh, provokatif hingga konten negatif merebak di media sosial.
Dalam Surat Yasin Ayat 65, Allah SWT berfirman:
اَلْيَوْمَ نَخْتِمُ عَلٰٓى اَفْوَاهِهِمْ وَتُكَلِّمُنَآ اَيْدِيْهِمْ وَتَشْهَدُ اَرْجُلُهُمْ بِمَا كَانُوْا يَكْسِبُوْنَ
Artinya: "Pada hari ini Kami membungkam mulut mereka. Tangan merekalah yang berkata kepada Kami dan kaki merekalah yang akan bersaksi terhadap apa yang dahulu mereka kerjakan." (QS. Yasin, 36:65).
Perbuatan maksiat berikutnya adalah maksiat batin. Contoh yang sering terjadi seperti iri hati, riya, dan kesombongan.
Perbuatan tersebut memang sering terabaikan secara halus. Namun kehadirannya dapat merusak keikhlasan puasa dan amal lain.
Khutbah II
Saudaraku jemaah Jumat yang dimuliakan Allah,
Demikianlah khutbah pertama disampaikan pada hari ini. Puasa yang hanya tampak secara lahir, tetapi dipenuhi dosa yang tersembunyi akan membuat ibadah sia-sia. Allah SWT tidak akan mengangkat derajat hamba-Nya kecuali dengan perbuatan taubat, keikhlasan, hingga pengendalian diri sendiri.
Marilah kita menjadikan momentum menyambut bulan Ramadhan dengan renungan bersama. Tujuannya agar bulan suci terus diwarnai dengan momentum muhasabah diri dan terhindar dari perbuatan riya dan iri hati, menjaga lisan dari ghibah, serta menjauhkan mata dari hal buruk. Aamiin ya Rabbal 'alamin.
يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوا اتَّقُوا اللّٰهَ وَلْتَنْظُرْ نَفْسٌ مَّا قَدَّمَتْ لِغَدٍۚ وَاتَّقُوا اللّٰهَ ۗاِنَّ اللّٰهَ خَبِيْرٌ ۢبِمَا تَعْمَلُوْنَ
(hap)
Sumber Referensi: Quran Kemenag RI, NU Online, Muslim.or.id, Yayasann Amal Jariyah Indonesia.