- dok.ilustrasi freepik
Penyebab Utama Doa Sulit Dikabulkan dalam Islam, Bisa Jadi karena Kebiasaan Buruk ini
Jakarta, tvOnenews.com- Jarang disadari oleh kita umat muslim, yang sering melakukan satu atau banyaknya kebiasaan buruk. Berimbas pada doa-doa sulit dikabulkan Allah SWT.
- Tangkapan layar youtube ustaz Adi Hidayat
Doa sulit dikabulkan, termasuk seperti meminta rezeki berlimpah pun menjadi seret. Hal ini pernah disinggung dalam ceramah Ustaz Adi Hidayat.
Ustaz Adi Hidayat menyampaikan, ada dua sifat manusia yang berbahaya. Sebab mampu mempengaruhi segala amalan baik dan ibadah.
Lebih lanjut, Ustaz Adi Hidayat (UAH) menjelaskan ada dua sifat buruk manusia dalam Islam yang berbahaya. Ini tanpa disadari melahirkan sebuah kebiasaan buruk.
Kedua sifat tersebut yaitu Fahsya dan Munkar. UAH pun mengingatkan agar apa yang ditunaikan bagi umat muslim akan terasa sia-sia jika tidak segera meninggalkan kedua sifat itu.
"Mohon izin kalau kata Quran orang yang tidak baik itu cirinya ada dua sumbernya. Pertama fahsya atau yang kedua munkar," ujar Ustaz Adi Hidayat, dikutip dari YouTube Audio Dakwah, Jumat (6/2).
Sebagaimana diketahui, kedua sifat tersebut disebut dalam Al Quran. Kata Ustaz Adi wajib dihindari oleh umat muslim.
- dok.ilustrasi freepik
UAH sampaikan arti dari kata fahsya dalam Islam memiliki makna perilaku buruk karena hawa nafsu. Sehingga keduanya menjadi penyebab doa sulit dikabulkan.
"Fahsya itu keburukan yang diingkari oleh hati sumbernya dari syahwat ya, seperti kata-kata jorok kotor, pornografi, LGBT itu fahsya," ungkap UAH.
Lebih lanjut, sifat kedua disampaikan Ustaz Adi Hidayat yaitu munkar. Melahirkan kebiasaan buruk seperti suka minum alkohol dan judol lainnya.
Menurutnya, seseorang menyukai hal-hal bertentangan dengan aturan agama Islam, seperti hamer, judi online, korupsi dan sebagainya buntut ibadahnya kurang sempurna.
Sehingga kalau ada orang rajin ibadah tapi dia melakukan 2 sifat tersebut, dipastikan karena ada yang salah dengan shalat atau ibadahnya.
Sebagaimana, disampaikan Allah SWT dalam firman-Nya, sebagai berikut:
اُتْلُ مَآ اُوْحِيَ اِلَيْكَ مِنَ الْكِتٰبِ وَاَقِمِ الصَّلٰوةَۗ اِنَّ الصَّلٰوةَ تَنْهٰى عَنِ الْفَحْشَاۤءِ وَالْمُنْكَرِ ۗوَلَذِكْرُ اللّٰهِ اَكْبَرُ ۗوَاللّٰهُ يَعْلَمُ مَا تَصْنَعُوْنَ
Utlu mā ūḥiya ilaika minal-kitābi wa aqimiṣ-ṣalāh(ta), innaṣ-ṣalāta tanhā ‘anil-faḥsyā'i wal-munkar(i), wa lażikrullāhi akbar(u), wallāhu ya‘lamu mā taṣna‘ūn(a)
Artinya: "Bacalah (Nabi Muhammad) Kitab (Al-Qur’an) yang telah diwahyukan kepadamu dan tegakkanlah salat. Sesungguhnya salat itu mencegah dari (perbuatan) keji dan mungkar. Sungguh, mengingat Allah (salat) itu lebih besar (keutamaannya daripada ibadah yang lain). Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan.
"Munkar keburukan diingkari oleh hati sumber dari perut dan akal, kaya mencuri, munkar juga korupsi, temannya berselisih itu munkar, merampok itu munkar," ungkap UAH.
"Jadi demi Allah saya katakan orang Yang Salatnya bagus orang yang shalatnya baik akan terhindar dari sumber-sumber keburukan. Jadi mustahil ada orang yang shalat bisa mencela, mustahil karena dia yang nyambung (terhubung) dengan Allah," jelas Ustaz Adi.
Dengan begitu, Islam menganjurkan banyak berdiam diri dan apabila berbicara, selalu menyampaikan hal yang baik dan terpuji.
مَنْ كَانَ يُؤْمِنُ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الآخِرِ فَلْيَقُلْ خَيْرًا أَوْ لِيَصْمُتْ
"Barang siapa yang beriman kepada Allah dan hari akhirat, hendaklah ia berbicara dengan yang terbaik atau berdiam diri," (HR. Muslim, 173).
"Maka saat ia akan bicara karena dia dekat dengan Allah SWT, merasa dilihat diawasi oleh Allah dia akan memilih kosakata yang senang disukai oleh Allah subhanahu wa ta'ala," pesannya.(klw)
Waallahualam