- Pexels/Mohammed Alim
Jarang Shalat tapi Matinya Bisa Mulia, Apa Amalannya? Begini Penjelasan Buya Yahya
tvOnenews.com - Kisah tentang seseorang yang wafat dalam keadaan mulia sering kali membuat banyak orang terdiam dan bertanya-tanya.
Apalagi jika yang diceritakan adalah sosok yang dalam kesehariannya tidak dikenal sebagai ahli ibadah.
Ada yang jarang shalat, bahkan pernah bergelimang dosa, tetapi justru dipanggil Allah dalam kondisi yang tampak indah: di tempat suci, dalam ibadah, atau di waktu yang mulia.
Pertanyaan pun muncul, apakah kematian seperti itu pertanda amal tertentu? Atau justru menjadi pembenaran untuk meremehkan kewajiban ibadah?
Menanggapi hal ini, Buya Yahya memberikan penjelasan tegas agar umat Islam tidak salah memahami makna kematian yang baik.
- Pexels/Taha Çendek
Kunci Utamanya Ada pada Akhir Kehidupan
Buya Yahya menegaskan bahwa ukuran utama kemuliaan seseorang bukanlah bagaimana masa lalunya, melainkan bagaimana akhir hidupnya. Dalam Islam, hal ini dikenal dengan istilah husnul khatimah.
“Bisa saja orang itu memang selama ini tidak shalat, bahkan mungkin mabuk, judi, tiba-tiba ingin umrah, lalu mati di sana dan diampuni oleh Allah. Itu namanya husnul khatimah,” ujar Buya Yahya, dilansir dari YouTube Al-Bahjah TV.
Menurut Buya, seseorang bisa saja menjalani hidup penuh dosa, namun di akhir hayatnya Allah beri kesempatan untuk menyesal dan kembali.
Sebaliknya, orang yang tampak rajin beribadah pun bisa mengalami akhir yang buruk jika amalnya tidak ikhlas.
“Ada orang rajin shalat, baik kepada orang lain, tiba-tiba mati dalam keadaan mabuk. Itu ada namanya suul khatimah,” kata Buya Yahya.
Karena itu, yang terpenting bukan label “rajin” atau “jarang ibadah”, tetapi bagaimana seseorang menghadap Allah di detik-detik terakhir hidupnya.
Kebaikan kepada Sesama Bisa Menjadi Jalan Hidayah
Dikisahkan ada seseorang yang dikenal sangat baik dalam urusan sesama manusia.
Ia gemar menolong, tidak mempersulit orang yang berutang, dan memiliki akhlak sosial yang luar biasa.
Buya Yahya tidak menafikan bahwa amal seperti ini sangat bernilai.
Namun, ia mengingatkan, kebaikan kepada manusia tidak boleh dijadikan alasan untuk meremehkan kewajiban kepada Allah.