news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Ilustrasi pusing.
Sumber :
  • Pexels/Photo By: Kaboompics.com

H-3 Ramadhan 2026: Tips Mengatasi Pusing saat Puasa Tanpa Bergantung pada Obat

Jelang Ramadhan 2026, ketahui tips mengatasi pusing atau sakit kepala saat puasa tanpa bergantung pada obat dan harus membatalkan puasa.
Senin, 16 Februari 2026 - 03:00 WIB
Reporter:
Editor :

tvOnenews.com - Menjelang Ramadhan, banyak orang mulai menyesuaikan ritme harian, dari pola makan, jam tidur, hingga aktivitas kerja. 

Masa transisi ini seringkali memunculkan keluhan ringan, salah satunya pusing atau sakit kepala, terutama di hari-hari awal puasa
Kondisi ini kerap membuat khawatir, padahal dalam banyak kasus, hal tersebut merupakan respons tubuh yang wajar saat beradaptasi.

Dalam sebuah pembahasan kesehatan di YouTube Kata Dokter, dr. Nurul Rakhmawati, seorang dokter spesialis neurologi, menjelaskan bahwa sakit kepala saat puasa adalah hal yang cukup umum terjadi. 

Menurutnya, ada beberapa faktor utama yang kerap memicu munculnya pusing ketika berpuasa.

Penyebab Umum Pusing saat Puasa

1. Kadar Gula Darah Menurun (Hipoglikemia)

Salah satu penyebab paling sering adalah turunnya kadar gula darah. 

Otak manusia membutuhkan suplai glukosa dan cairan yang cukup untuk bekerja optimal. 

Ketika tubuh kekurangan asupan energi akibat jeda makan yang panjang, seseorang bisa merasakan sakit kepala atau sensasi melayang.

Selain itu, kurangnya cairan juga memperburuk kondisi ini, karena metabolisme tubuh ikut melambat.

2. Kekurangan Cairan (Dehidrasi)

Tubuh manusia sebagian besar terdiri dari cairan. 

Saat kebutuhan cairan tidak terpenuhi, berbagai fungsi tubuh dapat terganggu, termasuk aliran oksigen ke otak. 

Inilah sebabnya dehidrasi sering dikaitkan dengan keluhan pusing.

Kurangnya minum saat sahur atau berlebihnya aktivitas fisik di siang hari bisa mempercepat munculnya kondisi ini.

3. Perubahan Jam dan Kualitas Tidur

Ramadhan sering mengubah kebiasaan tidur. Ada yang tidur lebih larut karena ibadah malam, ada pula yang bangun sangat dini untuk sahur. 

Jika durasi tidur berkurang atau pola tidur menjadi tidak teratur, tubuh bisa bereaksi dengan sakit kepala.

Rasa kantuk berlebih di siang hari juga dapat memperburuk kondisi tersebut.

4. Faktor Psikologis dan Stres

Tekanan pikiran, beban kerja, maupun persoalan pribadi juga berkontribusi terhadap munculnya sakit kepala. 
Bahkan, pada orang yang sebelumnya memiliki riwayat migrain atau sakit kepala tegang, stres dapat meningkatkan intensitas keluhan.

Karena itu, kondisi mental yang kurang stabil bisa memperparah gejala selama puasa.

Pusing di Awal Puasa: Wajar atau Tidak?

dr. Nurul Rakhmawati menegaskan bahwa sakit kepala di awal Ramadhan umumnya normal. 

Tubuh sedang beradaptasi dengan perubahan pola makan, hidrasi, dan tidur. Seiring waktu, keluhan biasanya berangsur berkurang ketika tubuh mulai menyesuaikan diri.

Namun, penting untuk mengenali perbedaan antara sakit kepala ringan dan gejala yang perlu diwaspadai.

Tanda Sakit Kepala yang Tidak Boleh Diabaikan

Ada beberapa kondisi yang menuntut perhatian medis segera:

1. Sakit Kepala Sangat Hebat Disertai Muntah Mendadak

Jika sakit kepala terasa luar biasa berat dan diikuti muntah tanpa didahului rasa mual, kondisi ini tidak boleh dianggap sepele. 

Gejala semacam ini bisa mengarah pada gangguan serius seperti stroke atau masalah neurologis lainnya.

2. Disertai Gangguan Anggota Gerak

Sakit kepala yang muncul bersamaan dengan kelemahan tubuh, kebas, atau sulit menggerakkan anggota badan perlu segera diperiksakan. 

Ini termasuk tanda bahaya yang tidak berkaitan dengan adaptasi puasa biasa.

3. Diikuti Penurunan Kesadaran

Jika pusing atau sakit kepala disertai rasa linglung berat, mengantuk berlebihan, atau penurunan kesadaran, penanganan medis harus dilakukan tanpa penundaan.

Kapan Harus ke Rumah Sakit?

Apabila sakit kepala disertai salah satu gejala di atas, langkah terbaik adalah segera menuju fasilitas kesehatan. 

Penanganan cepat sangat penting untuk memastikan penyebabnya dan mencegah risiko yang lebih besar.

Pusing saat puasa bukanlah hal aneh, khususnya di masa awal Ramadhan. Dalam banyak kasus, kondisi ini berkaitan dengan penyesuaian tubuh terhadap perubahan gaya hidup. 

Menjaga asupan cairan saat sahur, mengatur pola tidur, serta mengelola stres dapat membantu meminimalkan keluhan.

Namun, kewaspadaan tetap diperlukan. Mengenali gejala yang tidak normal adalah bagian penting dari menjaga kesehatan selama menjalankan ibadah puasa. (gwn)

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

04:15
50:38
04:41
10:49
01:28
02:21

Viral