- Instagram/kathellensousa
Teman Satu Klub Cristiano Ronaldo di Al Nassr Resmi Masuk Islam, Apa Penjelasan Ulama soal Mualaf?
tvOnenews.com - Kabar menyentuh datang dari dunia sepak bola internasional.
Di tengah sorotan publik terhadap klub Arab Saudi Al Nassr FC yang juga diperkuat megabintang Cristiano Ronaldo, seorang pemain dari tim putrinya justru mencuri perhatian karena keputusan spiritual yang mengubah hidupnya.
Gelandang asal Brasil, Kathleen Souza, yang bermain untuk Al Nassr Women’s Team, secara resmi mengumumkan menjadi mualaf atau masuk agama Islam.
Momen menyentuh itu diposting di media sosial dan dengan cepat menyita perhatian warganet.
Akun resmi Al Nassr FC juga turut membagikan video yang mengabadikan detik-detik haru tersebut, sekaligus menyampaikan dukungan dan doa agar salah satu timnya itu diberikan keteguhan hati dalam menjalani jalan barunya.
Dalam video yang dibagikan, Souza tampak terharu saat menceritakan proses pencarian makna hidupnya.
“Saya hanya mencoba menemukan jalan yang benar dan menjadi versi terbaik dari diri saya,” ujar Kathleen Souza.
- Al Nassr
Tak lama setelah pengumuman tersebut, Souza juga membagikan foto-foto dari kunjungannya ke Mekkah, tempat ia melaksanakan ibadah Umrah.
Keputusan Kathleen Souza untuk memeluk Islam tentu bukan sekadar perubahan identitas, tetapi juga menandai dimulainya lembaran hidup yang benar-benar baru di hadapan Allah SWT.
Lantas, bagaimana sebenarnya Islam memandang seseorang yang baru saja mengucapkan syahadat dan memasuki agama ini?
Dalam hal ini, Ustaz Adi Hidayat memberikan penjelasan penting tentang keutamaan seorang mualaf serta bagaimana status dosa-dosa masa lalunya setelah resmi menjadi Muslim.
Kenapa Mualaf Tidak Menanggung Dosa Masa Lalu?
Ustaz Adi Hidayat menjelaskan bahwa ketika seseorang mengucapkan dua kalimat syahadat, maka pada saat itu pula ia membuka lembaran kehidupan yang benar-benar baru.
“Kalimat Asyhadu alla ilaha illallah, wa asyhadu anna muhammadar rasulullah, yang diucapkan oleh orang yang belum beriman dan memasuki pintu gerbang iman, maka kalimat itu sekaligus membuka lembaran baru dan menghapuskan semua yang telah berlalu,” terang Ustaz Adi Hidayat.