- Pexels/Michael Burrows
Belum Tidur, Bolehkah Shalat Tahajud? Begini Penjelasan Syekh Ali Jaber
Syekh Ali Jaber juga menuturkan kisah Umar bin Khattab yang memiliki kebiasaan melaksanakan witir sebelum tidur.
Hal itu dilakukan karena kekhawatiran beliau jika wafat dalam keadaan tidur tanpa sempat menunaikan witir.
Dalam pengalaman pribadinya, Syekh Ali Jaber mengaku memiliki amalan rutin sebelum beristirahat.
Beliau membiasakan diri berwudhu, kemudian menunaikan shalat sunnah wudhu, dilanjutkan witir, baru kemudian tidur.
"Kalau bisa bangun lagi, alhamdulillah shalat tahajud. Tapi tidak boleh witir lagi karena sudah witir duluan," kata Syekh Ali Jaber.
- Ilustrasi AI
Pesan penting dari penjelasan tersebut adalah bahwa ibadah shalat malam tidak perlu dipersulit.
Bagi mereka yang sulit tidur lebih awal atau memiliki jadwal istirahat larut malam, tetap dianjurkan untuk melaksanakan shalat daripada melewatkan kesempatan beribadah sama sekali.
"Banyak orang yang berkeinginan shalat tahajud, tapi katanya harus tidur, padahal saya orangnya berat tidur, ya sudah laksanakan shalat," kata Syekh Ali Jaber.
Bahkan bagi orang yang baru bisa tidur menjelang tengah malam atau lebih larut, beliau menegaskan bahwa lebih baik memanfaatkan waktu tersebut untuk shalat malam.
Adapun orang yang biasa tidurnya akhir, misal lewat dari jam 12 malam, lebih baik langsung melaksanakan shalat daripada tidak shalat malam sama sekali.
Penjelasan ini menjadi pengingat bahwa dalam beribadah, Islam selalu memberikan kemudahan. Yang terpenting adalah menjaga keistiqamahan dan menyesuaikan amalan dengan kemampuan, tanpa memberatkan diri. (gwn)