- dok.kolase tvonenews.com/Istimewa
Apakah Boleh Sholawat Nabi Tidak pakai Sayyidina? Syekh Ali Jaber Menjawab
Jakarta, tvOnenews.com- Melantunkan sholawat sudah menjadi amalan sunnah yang dilakukan setiap hari oleh umat muslim, terutama setelah shalat.
- Pixabay/StockSnap
Banyak jenis sholawat dalam agama Islam yang bisa dilafalkan dalam sehari-hari. Namun yang sering sholawat nabi. Hal ini pernah disampaikan mendiang Syekh Ali Jaber.
Lantas, muncul pertanyaan terkait itu. Apakah boleh sholawat Nabi tidak menggunakan Sayyidina? simak penjelasan Syekh Ali Jaber di bawah ini.
Sehubungan dengan pertanyaan tersebut, Syekh Ali Jaber membantu menjawab. Dalam ceramahnya, ia menjelaskan hukum penggunaan kata Sayyidina dalam sholawat.
- dok.kolase tvonenews.com/Istimewa
Menurut Ulama Indonesia itu, penggunaan Sayyidina saat melafalkan sholawat Nabi Muhammad SAW sebenarnya tidaklah wajib. Sehingga tidak masalah jika menggunakannya.
Seperti halnya, dengan hukum sholawat. Maka tidak lagi berdebat soal penggunaan kata Sayyidina.
"Amalan yang bisa menjaminkan syafaat Nabi Muhammad SAW adalah perbanyak sholawat," ungkap Syekh Ali, dikutip dari Youtube Hadits TV pada Senin (23/2).
Mengingat sholawat termasuk kebiasaan baik yang memiliki banyak keutamaan apabila dikerjakan. Seperti semakin dekat dengan Baginda Rasulullah SAW.
Sebagaimana diketahui, keistimewaan sholawat dalam Islam banyak sekali kita temukan, baik dalam Al-Qur’an maupun hadits.
Anjuran membaca shalawat pertama sekali dapat ditemukan pada Surat Al-Ahzab ayat 56:
إِنَّ اللَّهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ ۚ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا
Artinya: Sungguh Allah dan malaikat-Nya bershalawat untuk Nabi Muhammad saw. Wahai orang-orang yang beriman, bershalawatlah kalian untuk nabi. Ucapkanlah salam penghormatan kepadanya (Surat Al-Ahzab ayat 56).
Kemudian juga, disampaikan dalam hadits berikut:
مَنْ صَلَّى عَلَىَّ وَاحِدَةً صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ عَشْرًا
Artinya: Siapa saja yang bershalawat kepadaku sekali, niscaya Allah bershalawat kepadanya sepuluh kali (HR Muslim).
Perlu diketahui, membaca atau melafalkan shalawat, katanya manusia akan mendapatkan jaminan syafaat dari Nabi Muhammad SAW.
"Ini kembali kepada kemauan kita, kira-kira kemauan untuk mendapat syafaat sejauh apa, sebesar apa, di situlah akan terlihat banyak sholawat atau tidak," jelasnya.
"Jadi masalah sholawat bukan masalah jumlahnya, ada orang ratusan ribu, semakin dia cinta dan betul-betul mengharapkan syafaat Nabi Muhammad pasti akan semakin banyak sholawat," pesan Syekh Ali Jaber.
Kemudian dia menambahkan, memberikan contoh, bagaimana bacaan sholawat kepada Nabi Muhammad SAW.
Menurutnya pakai "Allahumma sholli 'ala Muhammad wa 'ala ali Muhammad itu boleh,"
"Allahumma sholli 'ala sayyidina Muhammad wa 'ala ali sayyidina Muhammad, juga boleh," ucapnya.
Dengan begitu, ia mengingatkan dalam islam tidak meributkan masalah penggunaan sholawat sayyidina dan yang tidak pakai.
"Jadi jangan ribut masalah bahasa, (sayyidina) sayyiduna boleh, tidak pakai sayyiduna boleh, mau yang panjang boleh, mau yang pendek boleh," terang Syekh Ali. (klw)
waallahualam