news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Ilustrasi Makan Sahur.
Sumber :
  • Freepik

Selebgram Cut Rizki Protes Sahur Ganggu Jam Tidur, Padahal ini Keutamannya Kata Ustaz Adi Hidayat

Cut Rizki dikecam usai sebut sahur ganggu waktu tidurnya. Ustaz Adi Hidayat jelaskan keutamaan sahur sebagai waktu penuh keberkahan.
Senin, 23 Februari 2026 - 22:16 WIB
Reporter:
Editor :

tvOnenews.com - Pernyataan Cut Rizki, seorang beauty influencer, kembali menjadi sorotan publik usai dirinya dianggap meremehkan salah satu amalan sunnah penting di bulan Ramadhan, yakni sahur.

Melalui video yang diunggah ke akun TikTok pribadinya, Cut Rizki menyebut bahwa sahur justru mengganggu waktu tidurnya dan membuatnya merasa lemas di siang hari.

“Jadi sahur itu menurut ku agak ganggu jam tidur kita, karena kita pengen tidur lebih lama. Kemarin aku coba sahur, ya Allah tidurnya kebablasan, siangnya jadi lemes banget, kurang tidur. Sahur itu nggak untuk semua orang. Aku lebih milih makan agak banyak pas malam, terus aku tidur,” ujar Cut Rizki dalam video yang kini sudah dihapus.

Namun, video tersebut sudah terlanjur menyebar luas dan diunggah ulang oleh sejumlah akun gosip di TikTok, salah satunya @cctvnetizen.

Netizen pun ramai-ramai menegur Cut Rizki karena dianggap menyepelekan amalan sunnah yang justru sangat ditekankan dalam Islam.

Sebelumnya, dalam salah satu ceramah, Ustaz Adi Hidayat pernah menjelaskan mengenai makna, waktu, dan keutamaan sahur dalam Islam.

Menurutnya, sahur bukan sekadar kegiatan makan menjelang puasa, melainkan bagian dari amalan yang mengandung keberkahan luar biasa.

Ustaz Adi Hidayat
Sumber :
  • YouTube

“Amalan sunnah yang sangat dianjurkan oleh Nabi SAW dalam rangkaian ibadah shaum di bulan Ramadhan adalah sahur. Kata ‘sahur’ berasal dari akar kata ‘sahar’, yang berarti waktu singkat menjelang datangnya fajar,” jelas Ustaz Adi Hidayat.

Ia menegaskan bahwa waktu sahur dimulai sekitar 15-30 menit sebelum azan Subuh, yakni menjelang fajar menyingsing.

Pada waktu ini, Allah memberikan keistimewaan besar bagi mereka yang beribadah, termasuk beristigfar dan bersedekah.

“Allah memberikan sifat mulia kepada orang-orang yang memanfaatkan waktu sahar untuk beristigfar, sebagaimana disebutkan dalam Al-Qur’an surah Az-Zariyat ayat 18, ‘Dan di waktu sahur mereka memohon ampun (kepada Allah).’” lanjutnya.

Ustaz Adi Hidayat juga menjelaskan bahwa makan sahur memiliki nilai keberkahan, bukan hanya dari sisi fisik, tapi juga spiritual.

Dalam hadis riwayat Al-Bukhari dari Anas bin Malik, Rasulullah SAW bersabda:

“Bersahurlah kalian, karena sesungguhnya di dalam sahur itu terdapat keberkahan.”

Menurut Ustaz Adi, keberkahan sahur dapat dilihat dari dua sisi.

Pertama, secara fisik, sahur membantu tubuh tetap kuat menahan lapar dan haus sepanjang hari, karena energi yang dihasilkan dari makanan menjelang fajar akan bertahan lebih lama dibandingkan makan di malam hari.

Kedua, dari sisi spiritual, keberkahan sahur akan terasa ketika niatnya dilakukan untuk mengikuti sunnah Rasulullah dan mendekatkan diri kepada Allah.

Sahur menjadi momentum untuk memperbanyak doa, zikir, dan istigfar sebelum masuk waktu Subuh.

“Keberkahan itu bermakna bertambahnya kebaikan dan konsistensi dalam kebaikan itu sendiri. Jadi orang yang sahur bukan hanya dapat tenaga, tapi juga semangat ibadah yang lebih konsisten sepanjang hari,” kata Ustaz Adi Hidayat.

Lebih lanjut, Ustaz Adi juga mengingatkan bahwa sahur memiliki nilai lebih dibandingkan sekadar makan malam.

Orang yang makan sahur akan lebih siap secara fisik dan mental untuk menjalani ibadah puasa dengan penuh kekuatan dan ketenangan hati.

Bahkan dalam sejarah Islam, banyak peristiwa besar terjadi saat umat Muslim sedang berpuasa, salah satunya Perang Badar yang berlangsung di bulan Ramadhan.

“Sahur melahirkan energi yang luar biasa, bukan hanya untuk fisik, tapi juga spiritual. Bahkan kemerdekaan Indonesia pun dideklarasikan pada bulan Ramadhan. Ini menunjukkan kekuatan ibadah sahur sebagai bagian dari keberkahan Ramadhan,” tutur Ustaz Adi.

Sebagai penutup dalam tausiyahnya, Ustaz Adi Hidayat mengajak umat Muslim untuk memperbaiki niat dan cara sahur mereka.

Ia mengingatkan agar tidak hanya memaknai sahur sebagai rutinitas makan menjelang puasa, tapi juga sebagai sarana mendekatkan diri kepada Allah dan memperbanyak amalan baik.

“Niatkan sahur karena ingin mengikuti sunnah Nabi. Jangan lupa berdoa agar Allah memberi kekuatan menjalankan puasa dengan semangat ibadah, bukan sekadar menahan lapar dan haus,” ujarnya. (adk)

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

41:24
01:28
05:31
02:52
06:55
12:51

Viral