- dok.kolase tvonenews.com/YouTube tvOne
Miris! Anak Meninggal dengan Luka Bakar Diduga Dianiaya Ibu Tiri, Pesan Buya Yahya Tegas soal Peran Ibu Sambung
Jakarta, tvOnenews.com- Tengah heboh kabar anak meninggal dunia dengan kondisi kulit melepuh diduga dianiaya oleh ibu tiri. Kisah pilu Nizam viral dimedia sosial.
Anak tersebut bernama Nizam Syafei atau NS (12) meninggal dunia di RSUD Jampang Kulon pada Kamis (19/2/2026). Ini masih didalami oleh Kepolisian.
Nizam asal Desa Bojongsari, Kecamatan Jampang Kulon, Kabupaten Sukabumi itu mengalami sejumlah luka bakar serta memar akibat benda tumpul hampir seluruh bagian tubuhnya.
- dok.kolase tvonenews.com/YouTube tvOne
Melihat sang anak, Ayah korban, Awang Satibi, tidak mampu menyembunyikan kesedihannya. Dia pun tak habis pikir karena kondisi anaknya sempat dirawat di RS.
Kejanggalan juga disampaikan tim medis yang memeriksa sang anak. Jika anaknya disebut mengalami kekerasan, bukan karena sakit demam sampai melepuh seperti itu.
"Saya tanya istri saya, ‘Ma, ini kenapa kulit si Raja (NS) seperti ini? Dan istri saya jawab ‘Si Raja lagi sakit panas. Kalau sakit panas katanya kulitnya suka begitu kayak kesiram air panas, melembung’,” jelas Awang Satibi, dalam Kabar Siang tvOne.
"Saya bawa ke rumah sakit terus datang dokter yang kontrol, perempuan dua orang. Di hadapan istri saya pun ada, dia menegaskan ‘Pak, Bu, kami ini medis. Sesakit apapun sakit panas tidak menimbulkan luka seperti ini. Ini ada indikasi sepertinya terjadi kekerasan (kekerasan pada anak),” terang ayah Nizam.
Pandangan Islam soal Peran Ibu Tiri
- YouTube Al Bahjah TV
Melihat kasus Nizam yang mengalami luka sampai dirawat di Rumah Sakit lalu meninggal dunia. Hal ini memicu perdebatan di medsos.
Jika ditarik dalam pandangan Islam. Pendakwah Indonesia, Buya Yahya pernah menyampaikan peran ibu tiri dalam Islam atau ibu sambung dalam keluarga, terutama pada anak sambungnya.
Dengan tegas, Buya menegaskan kalau Ibu Tiri harus berperilaku adil. Juga tidak menanamkan rasa dendam maupun benci pada anak-anaknya.
"Kalau kamu tidak bisa menanamkan kebaikan (pada anak), berarti kamu sama saja merusak anakmu sendiri. Sehingga kamu tumbuh dengan pedendam membenci kepada abangnya (anak sambung)," ucapnya dikutip dari YouTube Al Bahjah tv, Selasa (24/2).
Kemudian Buya Yahya juga menegaskan peran ibu sambung juga menjadi cerminan anak-anaknya. Jika tidak mampu membawa kedamaian di antara anak bisa masuk neraka.
Sebagaimana disampaikan Allah Subhana Wa Ta'ala juga memberikan hukuman di akhirat, sebagaimana sabda Rasululloh dalam hadist riwayat Bukhari, yang artinya:
"Tidak akan masuk surga orang yang memutus silaturahmi."
"Maka engkau termasuk neraka karena nabi Muhammad telah bersabda..... Orang yang memutus tali persaudaraan tidak akan masuk surga," jelas Buya menyadarkan peran Ibu dalam Islam.(klw)
wallahualam