- Istimewa
Sudah Ikhtiar tapi Rezeki Terasa Seret? Ini Nasihat Menyentuh Syekh Ali Jaber
Hal ini selaras dengan firman Allah SWT dalam QS. At-Talaq ayat 2:
“Barang siapa bertakwa kepada Allah niscaya Dia akan mengadakan baginya jalan keluar.” (QS. At-Talaq: 2)
“Itu berarti kalau kita berdoa, kita berikhtiar, kita berusaha, tapi masih menghadapi kesusahan dan kesulitan. Pasti ada sesuatu yang tertinggal.” jelas Syekh Ali Jaber.
Selain ikhtiar dan kerja keras, beliau menekankan pentingnya memperbanyak dzikir, terutama istigfar.
Dalam banyak kesempatan, Syekh Ali Jaber menyebut istigfar sebagai salah satu kunci pembuka pintu rezeki.
Istigfar tidak terbatas pada waktu dan tempat tertentu. Ia bisa diamalkan kapan saja: saat berjalan, berkendara, bahkan di sela aktivitas harian.
Mengingat Allah adalah investasi spiritual yang dampaknya luar biasa bagi kehidupan seorang hamba.
Beliau juga mengutip kisah seorang sahabat yang meminta amalan kepada Rasulullah SAW:
“Ya Rasulullah, berikan kepadaku amalan yang menjaminkanku masuk surga.”
Rasulullah SAW pun menjawab:
“Basahi lidahmu dengan dzikir kepada Allah.”
Dzikir, termasuk istigfar, bukan hanya menenangkan hati, tetapi juga menjadi sebab datangnya keberkahan.
Dalam Al-Quran, Allah SWT menjelaskan berbagai keutamaan istigfar, mulai dari kelapangan rezeki, kemudahan urusan, kesehatan, hingga keberkahan keturunan.
Selain itu, Syekh Ali Jaber juga mengingatkan pentingnya bersyukur. Sebab sering kali manusia lebih fokus pada apa yang belum dimiliki, daripada menyadari nikmat yang telah diberikan.
“Oleh karena itu janganlah Anda menjadi orang yang mengkufuri nikmat, tapi jadilah yang mensyukuri nikmat,” kata Syekh Ali Jaber.
Beliau menegaskan, ketika Allah telah ridha kepada seorang hamba, maka segala urusan akan dipermudah.
“Kalau Allah sudah ridha kepada kita, segala amal ibadah akan diterima dan segala usaha dan ikhtiar kita akan dipermudah oleh Allah,” kata Syekh Ali Jaber.
Pada akhirnya, Syekh Ali Jaber menutup nasihatnya dengan pengingat sederhana namun sangat mendasar: jangan pernah lelah berdoa. Bahkan Rasulullah SAW, manusia paling mulia, senantiasa berdoa kepada Allah SWT.
Sebab dalam hidup seorang mukmin, ikhtiar, niat yang lurus, dzikir, syukur, dan doa adalah rangkaian yang tak terpisahkan.