news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Ilustrasi Ramadhan 2026.
Sumber :
  • Ilustrasi AI

Teks Ceramah Ramadhan 1447 H Singkat: Sunnah-Sunnah yang Mulai Ditinggalkan di Bulan Suci Ramadhan

Berikut contoh teks ceramah Ramadhan 1447 H, berjudul 'Sunnah-Sunnah yang Mulai Ditinggalkan di Bulan Suci Ramadhan'.
Rabu, 4 Maret 2026 - 06:00 WIB
Reporter:
Editor :

tvOnenews.com - Ramadhan adalah bulan yang menghadirkan kesempatan besar untuk memperbaiki kualitas ibadah dan mendekatkan diri kepada Allah Ta’ala. 

Di dalamnya, bukan hanya puasa yang menjadi fokus, tetapi juga berbagai amalan sunnah yang menyempurnakan nilai dan pahala. 

Sayangnya, sebagian tuntunan Rasulullah SAW di bulan mulia ini mulai jarang diamalkan. 

Karena itu, penting bagi kita untuk kembali mengingat dan menghidupkannya agar Ramadhan yang kita jalani semakin bermakna dan bernilai di sisi-Nya.

Berikut teks ceramah yang dapat menjadi pengingat bagi kita bersama, dilansir dari khotbahjumat.

 

Teks Ceramah Ramadhan 1447 H

Sunnah-Sunnah yang Mulai Ditinggalkan di Bulan Suci Ramadhan

Assalamualaikum warahmatullah wabarakatuh

اَلْحَمْدُ لِلَّهِ، اَلْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِيْ عَصَمَ القُلُوْبَ مِنَ الضَّلَالِ وَمَسَارِبِ التَّفَاهَةِ، أَحْمَدُهُ – سُبْحَانَهُ – وَأَشْكُرُهُ، عَلَى كُلِّ خَيْرٍ وَفَضْلٍ وَزِيَادَةٍ، وَأَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، غَمَرَ النُفُوْسَ بِالإِيْمَانِ وَالسَّعَادَةِ، وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا وَنَبِيَّنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ القُدْوَةُ المُثْلَى فِي الحُكْمِ وَالقِيَادَةِ، صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ الَّذِيْنَ قَادُوْا الأُمَّةَ لِلْسِيَادَةِ وَالرِّيَادَةِ.

أَمَّا بَعْدُ:

Jamaah shalat Isya yang dimuliakan Allah dan insyaAllah akan melanjutkan dengan shalat tarawih.

Kita panjatkan puji dan syukur kepada Allah Ta’ala atas nikmat kesehatan dan kesempatan sehingga malam ini kita dapat berkumpul dalam keadaan beribadah. 

Kita telah menunaikan puasa, berbuka, melaksanakan shalat Maghrib dan Isya, dan sebentar lagi akan menegakkan shalat tarawih berjamaah. Inilah indahnya Islam, satu ibadah disambung dengan ibadah berikutnya.

Rasulullah SAW menyebut keterikatan antara satu ibadah dengan ibadah lainnya sebagai ribath. Beliau bersabda:

وعن أبي هريرة – رضي الله عنه – : أنَّ رَسُول الله – صلى الله عليه وسلم – ، قَالَ : (( ألا أدُلُّكُمْ عَلَى مَا يَمْحُو اللهُ بِهِ الخَطَايَا ، وَيَرْفَعُ بِهِ الدَّرَجَاتِ ؟ )) قَالُوا : بَلَى يا رَسُول اللهِ ؟ قَالَ : (( إسْبَاغُ الوُضُوءِ عَلَى المَكَارِهِ ، وَكَثْرَةُ الخُطَا إلَى المَسَاجِدِ ، وَانْتِظَارُ الصَّلاَةِ بَعْدَ الصَّلاَةِ ، فَذَلِكُمُ الرِّبَاطُ ، فذَلِكُمُ الرِّبَاطُ ))

Dari Abu Hurairah RA, Rasulullah SAW bersabda, “Maukah aku tunjukkan kepada kalian sesuatu yang dengannya Allah menghapus dosa-dosa dan mengangkat derajat?” Para sahabat berkata, “Tentu, wahai Rasulullah.” Rasulullah SAW bersabda, “Menyempurnakan wudhu pada saat-saat yang tidak disukai, banyak melangkah ke masjid, dan menunggu shalat setelah shalat. Itulah yang namanya ribath, itulah yang namanya ribath.” (HR. Muslim no. 251)

Ribath juga bermakna berjaga di perbatasan dalam rangka jihad. Ini mengajarkan kepada kita bahwa kesungguhan dalam ibadah sehari-hari merupakan latihan untuk kesungguhan dalam tugas-tugas besar agama.

Jamaah yang dirahmati Allah,

Di bulan Ramadhan terdapat beberapa sunnah Nabi SAW yang perlu kita hidupkan kembali agar kualitas puasa semakin meningkat dan pahala semakin besar.

Pertama: Memperbanyak Khatam Al-Quran

Ramadhan adalah bulan diturunkannya Al-Quran. Karena itu, generasi sahabat dan para ulama setelah mereka sangat memperbanyak tilawah di bulan ini. Mereka mampu mengkhatamkan Al-Quran berulang kali. Bahkan Imam asy-Syafi’i rahimahullah dikisahkan mampu khatam dua kali dalam sehari semalam.

Jika manusia mampu begitu sering memegang ponsel dalam berbagai keadaan, seharusnya lebih mampu lagi meluangkan waktu bersama Al-Quran.

Rasulullah SAW bersabda:

مَنْ قَرَأَ حَرْفًا مِنْ كِتَابِ اللَّهِ فَلَهُ بِهِ حَسَنَةٌ، وَالحَسَنَةُ بِعَشْرِ أَمْثَالِهَا، لَا أَقُولُ الم حَرْفٌ، وَلَكِنْ أَلِفٌ حَرْفٌ وَلَامٌ حَرْفٌ وَمِيمٌ حَرْفٌ

“Barangsiapa membaca satu huruf dari kitabullah, baginya satu kebaikan. Satu kebaikan akan dilipatgandakan sepuluh. Aku tidak mengatakan ‘alif laam miim’ itu satu huruf, akan tetapi, Alif satu huruf, Laam satu huruf dan Miim satu huruf.” (HR. Tirmidzi no. 2915)

Kedua: Memperpanjang Berdiri dalam Shalat Tarawih

Pada masa Nabi SAW, beliau melaksanakan shalat malam dengan rakaat yang tidak banyak namun dengan bacaan yang panjang. Di masa berikutnya, ketika jumlah kaum muslimin semakin banyak dan kemampuan mereka berbeda-beda, rakaat ditambah namun bacaan diperpendek agar tetap lama dalam ibadah.

Namun di zaman kita, sering kali bacaan singkat dan rakaat pun sedikit, sehingga durasi ibadah menjadi jauh lebih ringkas.

عن جابر رضي الله عنه أن النبي صلى الله عليه وسلم قال أَفْضَلُ الصَّلَاةِ طُولُ الْقُنُوتِ

Dari Jabir RA, Rasulullah SAW bersabda, “Shalat yang paling utama adalah yang panjang al-qunut.” (HR. Muslim)

Ketiga: Mengakhirkan Shalat Malam

Walaupun tarawih biasa dilaksanakan setelah Isya, sesekali shalatlah di sepertiga malam terakhir bersama keluarga. Waktu tersebut adalah waktu yang sangat utama.

يَنْزِلُ رَبُّنَا تَبَارَكَ وَتَعَالَى كُلَّ لَيْلَةٍ إِلَى السَّمَاءِ الدُّنْيَا حِينَ يَبْقَى ثُلُثُ اللَّيْلِ الآخِرُ فَيَقُولُ مَنْ يَدْعُونِى فَأَسْتَجِيبَ لَهُ وَمَنْ يَسْأَلُنِى فَأُعْطِيَهُ وَمَنْ يَسْتَغْفِرُنِى فَأَغْفِرَ لَهُ

”Rabb kita turun ke langit dunia pada setiap malam yaitu ketika sepertiga malam terakhir. Allah berfirman, ’Barangsiapa yang berdoa kepada-Ku, niscaya Aku kabulkan. Barangsiapa yang meminta kepada-Ku, niscaya Aku penuhi. Dan barangsiapa yang memohon ampun kepada-Ku, niscaya Aku ampuni.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Keempat: Bersungguh-sungguh dalam Sahur

Sebagian orang meninggalkan sahur karena merasa mampu berpuasa tanpa makan terlebih dahulu. Padahal sahur mengandung keberkahan yang besar.

تَسَحَّرُوا فَإِنَّ فِى السَّحُورِ بَرَكَةً

“Makan sahurlah kalian karena dalam makan sahur terdapat keberkahan.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Kelima: Bersiwak

Rasulullah SAW tetap bersiwak di bulan Ramadhan maupun di luar Ramadhan. Ini menunjukkan pentingnya menjaga kebersihan dan kesegaran mulut saat beribadah.

Keenam: Menyegerakan Berbuka

Berbuka tepat waktu bukan sekadar kebutuhan fisik, tetapi juga bentuk ketaatan kepada sunnah Nabi.

وَعَنْ سَهْلِ بْنِ سَعْدٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ ، أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ : لَا يَزَالُ النَّاسُ بِخَيْرٍ مَا عَجَّلُوا الْفِطْرَ مُتَّفَقٌ عَلَيْهِ

“Manusia senantiasa berada dalam kebaikan selama mereka menyegerakan waktu berbuka.” (Muttafaqun ‘alaih)

وَلِلتِّرْمِذِيِّ مِنْ حَدِيثِ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ : قَالَ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ : أَحَبُّ عِبَادِي إلَيَّ أَعْجَلُهُمْ فِطْرًا

“Hamba yang paling dicintai di sisi-Ku adalah yang menyegerakan waktu berbuka puasa.” (HR. Tirmidzi)

Demikian yang dapat saya sampaikan. Semoga menjadi renungan dan motivasi bagi kita semua untuk menghidupkan sunnah di bulan yang penuh berkah ini.

سُبْحَانَكَ اللَّهُمَّ وَبِحَمْدِكَ، أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَـٰهَ إِلاَّ أَنْتَ، أَسْتَغْفِرُكَ، وَأَتُوْبُ إِلَيْكَ

Wassalamualaikum warahmatullah wabarakatuh. 

(gwn)

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

01:40
02:52
02:31
08:19
07:54
03:50

Viral