- dok.ilustrasi istockphoto
Alasan Dilarang Puasa saat Idul Fitri
Jakarta, tvonenews.com- Umat muslim Muhammadiyah sudah menetapkan Idul Fitri 1447 H jatuh pada Jumat (19/3). Artinya bulan ramadhan 2026 sudah berakhir.
- tvOnenews.com - anf
Secara umum diketahui, puasa dilarang pada hari Idul Fitri karena hari tersebut merupakan hari raya dan kemenangan bagi umat Islam setelah menjalani puasa selama bulan Ramadhan.
Selain itu, adakah alasan dilarang puasa saat Idul Fitri? berikut penjelasannya dirangkum tvonenews.com dari berbagai sumber.
1. Hari bersenang-senang dan bersyukur
Idul Fitri adalah waktu untuk bergembira, makan, minum, dan bersyukur atas nikmat Allah setelah sebulan beribadah. Puasa justru bertentangan dengan makna perayaan ini.
2. Larangan langsung dari Nabi
Dalam ajaran Islam, terdapat hadis dari Nabi Muhammad yang secara tegas melarang puasa pada hari Idul Fitri (dan juga Idul Adha). Jadi hukumnya haram.
Sebagaimana berdasarkan hadis Nabi Saw: Dari Abu Said r.a. (diriwayatkan bahwa) ia berkata: Nabi saw melarang berpuasa di hari raya Idul Fitri dan Idul Adha. [HR al-Bukhari]
- dok.ilustrasi istockphoto
3. Menjaga syiar dan kebersamaan
Idul Fitri adalah momen kebersamaan shalat Id, silaturahmi, dan makan bersama. Jika seseorang tetap berpuasa, itu dianggap menyelisihi syiar umat.
4. Penanda berakhirnya Ramadhan
Tidak berpuasa di hari ini menegaskan bahwa bulan Ramadan telah selesai. Ini menjadi batas yang jelas antara ibadah puasa wajib dan hari raya.
Melansir dari laman Muhammadiyah, larangan ini juga terjadi pada hari tasyriq (11, 12, 13 Zulhijjah). Dari Kaab bin Malik (diriwayatkan) … bahwasanya Rasulullah saw mengutusnya beserta Aus Ibnu Hadatsan pada hari Tasyriq, lalu mereka berdua berseru: Sesungguhnya tidak akan masuk syurga kecuali orang-orang mukmin, dan hari Mina (hari Tasyriq) adalah hari-hari untuk makan dan minum. [HR Ahmad dan Muslim].
Sebagai tambaha, pada saat Idul fitri, seorang muslim justru dituntunkan untuk makan pagi terlebih dahulu sebelum berangkat ke tempat shalat.
Ini sebagai bentuk ketaatan terhadap sunnah Rasulullah SAW yang bermaksud menegaskan bahwa hari tersebut bukan lagi hari berpuasa. Hal ini diperkuat oleh riwayat dari Anas bin Malik: