- Gemini AI
Besok Sudah Ada yang Lebaran, Haruskah Tetap Puasa? Begini Penjelasan Ustaz Khalid Basalamah
Dengan demikian, perbedaan satu hari dalam penentuan Idul Fitri masih dianggap wajar dan tidak melanggar ketentuan syariat selama didasarkan pada metode yang sah.
Ustaz Khalid juga mengingatkan pentingnya menjaga persatuan di tengah perbedaan tersebut.
Ia menilai bahwa perbedaan metode penentuan Idul Fitri bukanlah hal baru dan sudah terjadi sejak lama.
Ia mengajak masyarakat untuk tidak memaksakan kehendak atau merasa paling benar sendiri, karena setiap pihak memiliki dasar dalil dan metode yang dapat dipertanggungjawabkan.
Menurutnya, keputusan pemerintah seharusnya menjadi acuan bersama untuk menghindari perpecahan di tengah umat.
"Maka nggak ada masalah kalau hanya pas waktu 29 atau 30 hari belum melanggar sunnah Nabi SAW ikuti pemerintah dan jangan sampai berselisih selama itu masih dalam koridor ada dalil yang menjelaskannya," tegasnya
Perbedaan penentuan Idul Fitri sering kali memunculkan kebingungan, terutama bagi masyarakat awam.
Namun, dengan memahami bahwa perbedaan ini memiliki dasar ilmiah dan syar’i, umat Islam diharapkan dapat menyikapinya dengan bijak.
Selama puasa yang dijalankan tidak melebihi batas yang ditentukan dalam Islam, serta mengikuti keputusan otoritas yang diakui, maka ibadah tetap sah dan tidak perlu diragukan.
Dalam situasi seperti ini, menjaga keharmonisan dan saling menghormati menjadi hal yang jauh lebih penting dibanding memperdebatkan perbedaan yang sebenarnya masih berada dalam ruang ijtihad. (adk)