news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Ilustrasi pulang setelah shalat Idul Fitri di masjid.
Sumber :
  • Unsplash/Bisma Mahendra

Memangnya Harus Lewat Jalan Berbeda saat Pulang Shalat Idul Fitri? Kata Ustaz Adi Hidayat Berkaitan Sunnah

Melintasi jalan yang berbeda setelah shalat Idul Fitri (shalat Ied). Ustaz Adi Hidayat (UAH) sebut itu amalan sunnah Nabi Muhammad SAW dijelaskan dalam hadis.
Sabtu, 21 Maret 2026 - 03:53 WIB
Reporter:
Editor :

Direktur Quantum Akhyar Institute itu menegaskan, dari ketiga hadis ini, sebaiknya umat Islam memahami ilmunya. Ia mengimbau agar tidak salah menafsirkan terjemahan dalam hadisnya.

Menurut Ustaz Adi Hidayat, hadis riwayat yang menganjurkan lewat jalan berbeda memiliki makna mendalam. Ia memahami jalur saat berangkat dinilai lebih cepat.

Di balik itu, ada keistimewaan besar dari amalan ini, yakni mengarahkan untuk saling menyapa dan silaturahmi. Ustaz Adi Hidayat mengatakan, dengan lewat jalur yang berbeda, minimal bisa bersilaturahmi dengan tetangga maupun orang-orang di sekitar.

"Begitu selesai, baliklah lewat jalan berbeda saat pulang. Kenapa? Ini bentuk menyapa kepada tetangga-tetangga yang kita tidak lewati sebelumnya," terangnya.

Ia menegaskan, bentuk sapa maupun silaturahmi dari amalan ini tidak sekadar kepada sesama Muslim, tetapi juga mengarahkan agar bisa bersua dengan tetangga yang non-Muslim.

"Bukan yang Muslim saja, kita sapa bahagia juga kepada mereka yang non-Muslim. Kalau masak makanan, kita bagi-bagi," ucapnya.

Bagaimana jika Punya Satu Akses Jalan untuk Berangkat-Pulang Shalat Ied?

UAH menjelaskan, ketentuan dalam anjuran tersebut berlaku apabila ada beberapa jalan untuk akses menuju dan pulang dari masjid. Untuk yang tidak memiliki jalan pintas, tetap menggunakan jalur sebelumnya yang dipakai saat berangkat shalat Ied.

"Jangan dipaksakan jika hanya ada satu akses yang bisa dilewati. Contohnya adad akses lain tapi malah dipagar misalkan, kita tetap jangan memaksakan ya," tegas dia.

Lewat Jalan Berbeda saat Pulang Shalat Ied Bagian Sunnah Nabi Muhammad SAW

Ia menyampaikan bahwa, anjuran melintasi jalan berbeda bagian dari salah satu sunnah Nabi Muhammad SAW. Meski demikian, sifatnya hanya bersifat sunnah yang artinya tidak wajib.

"Sunnah dilakukan dapat pahala, tak sempat melakukan karena ada tuntutan syariat lain yang lain tidak berdosa. Jadi kalau tidak bisa jalan berputar tidak apa-apa," bebernya.

Melintasi jalan yang berbeda merupakan amalan sunnah dari Rasulullah SAW. Penjelasan ini tertera dalam hadis riwayat Jabir RA yang menyebut Rasulullah SAW menempuh jalan lain saat berangkat dan pulang dari shalat Ied.

Berita Terkait

1
2
3 Selanjutnya

Topik Terkait

Saksikan Juga

11:46
16:04
01:33
03:18
00:47
02:55

Viral