- Unsplash/David Rodrigo
Teks Khutbah Jumat 27 Maret 2026: Menyempurnakan Ibadah di Bulan Syawal
“Dari Tsauban, dari Nabi SAW (diriwayatkan bahwa) beliau bersabda: “Barang siapa berpuasa Ramadan, maka pahala satu bulan Ramadan itu (dilipatkan sama) dengan puasa sepuluh bulan, dan berpuasa enam hari sesudah Idulfitri [dilipatkan sepuluh menjadi enam puluh], maka semuanya (Ramadan dan enam hari bulan Syawal) adalah genap satu tahun.” (HR Ahmad)
Melanjutkan kebiasaan baik setelah Ramadhan
Jika selama Ramadan kita rajin membaca Al-Qur’an, shalat malam, dan bersedekah, maka jangan tinggalkan kebiasaan tersebut.
Melaksanakan puasa Syawal
Puasa enam hari di bulan Syawal memiliki keutamaan yang sangat besar sebagaimana disebutkan dalam hadis.
Menjaga keikhlasan dalam beribadah
Jangan sampai ibadah kita hanya semangat di waktu tertentu saja.
Mempererat silaturahmi
Syawal juga identik dengan saling memaafkan. Ini adalah kesempatan untuk memperbaiki hubungan dengan sesama.
Ma’asyiral muslimin rahimakumullah,
Tanda diterimanya amal ibadah seseorang adalah ketika ia tetap istiqamah dalam kebaikan setelahnya. Maka, jangan sampai kita menjadi hamba “musiman” yang hanya rajin beribadah di bulan Ramadan saja.
Semoga Allah SWT menerima seluruh amal ibadah kita dan memberikan kita kekuatan untuk tetap istiqamah di jalan-Nya.
Aqulu qauli hadza, wa astaghfirullah li walakum, fastaghfiruhu innahu huwal ghafurur rahim.