- Freepik
Khutbah Jumat 10 April 2026: Jangan Rusak Ukhuwah Islamiyah, Jauhi Permusuhan di Akhir Syawal
Perlu diketahui, cara membangun ukhuwah bukan sekadar semakin memperkokoh hubungan sosial. Kita dapat mengembangkan hingga mempertebal barisan umat saat menghadapi tantangan di zaman ini.
Lebih lanjut, khatib akan membahas betapa bahaya dan dampak buruk dari permusuhan. Permusuhan rentan mengundang dosa, bisa melalui dari fitnah, dendam, hingga ghibah atau menggunjing.
Dalam hadis riwayat Imam Bukhari dan Muslim, Rasulullah SAW bersabda:
"Tidak halal bagi seorang Muslim untuk mendiamkan saudaranya lebih dari tiga hari, keduanya bertemu namun saling berpaling. Yang terbaik di antara mereka adalah yang memulai salam." (HR. Bukhari dan Muslim)
Tak hanya mengundang dosa, permusuhan sebagai salah satu pemicu melemahkan ukhuwah. Selain itu, permusuhan juga membuat keutuhan umat retak, membuka pintu fitnah hingga memicu kehancuran sosial.
Khutbah II
Jemaah shalat Jumat dikaruniai Allah,
Di suasana akhir Syawal, kita jangan sampai mengotorkan bulan ini dipenuhi dengan kebencian yang berlarut-larut. Marilah kita memanfaatkan bulan ke-10 dalam kalender Hijriah ini untuk saling bermaafan dan berdamai terhadap kesalahan saudara kita.
Kita bisa mencontohnya dari Rasulullah SAW. Pada saat itu beliau memaafkan kaum Quraisy saat menaklukkan Makkah. Meski mereka bertahun-tahun menyakitinya, tetapi beliau menunjukkan sifat pemaaf yang luar biasa.
Lantas, bagaimana cara konkret mengakhiri permusuhan?
Pertama, segeralah meminta maaf apabila merasa melakukan kesalahan. Kedua, tulus memaafkan orang lain. Ketiga, mendoakan orang yang pernah menyakiti dengan penuh kebaikan.
Demikian khutbah pertama disampaikan pada hari ini. Semoga Allah Subhanahu wa Ta'ala menggetarkan hingga melembutkan hati kita. Dari efek ceramah ini, semoga lisan kita dipermudah untuk meminta maaf dan memaafkan, serta tangan kita mudah berjabat tangan demi menjaga tali persaudaraan. Amiin Ya Rabbal Alaamiin.
(hap)
Sumber Referensii: Quran Kemenag RI, NU Online, Tafsir al-QQur'an al-Azhim karya Ibnu Katsir, kitab Al-Jami' ash-Shahih oleh Imam Bukhari, Muhammadiyah, MUI.