- Tovic/Media Center Haji 2024
Bagaimana Sih Cara Cepat Naik Haji? Begini Penjelasan Terbaik Ustaz Adi Hidayat
UAH sapaan akrabnya memaparkan rangkaian tafsir ayat ini. Ia memulai dari kalimat "Al-Hajju" menunjukkan tentang puncak menuju ibadah Haji terletak di bulan yang masyhur.
Ia menerangkan masyarakat Arab di zaman dahulu telah mengetahui puncak ibadah haji jatuh pada tanggal 9 Zulhijah. Sementara, tanggal 10 hingga 13 menjadi bagian pokok mengakhiri puncak ibadah ini.
"Untuk menuju ke puncak ini, tentu dari berbagai pelosok itu akan banyak berdatangan sehingga bisa berpotensi menimbulkan keramaian tidak biasa. Beberapa bagian ada kemacetan, kemudian berpotensi menghadirkan satu kondisi yang padat luar biasa," terangnya.
Fenomena seperti ini, kata UAH, sudah diketahui oleh Allah SWT. Seiring berjalannya waktu, jumlah umat Muslim semakin bertambah untuk memenuhi ibadah wajib tersebut.
"Allah SWT sudah memberikan petunjuk kepada Rasulullah SAW agar dipersiapkan keberangkatan menuju haji itu bahkan sejal bulan-bulan sebelumnya bahwa mereka menuju puncak haji itu berangkat lebih awal, sebelum waktu puncaknya. Persiapan biasanya dimulai dari sejak bulan Syawal," jelasnya.
Namun, persiapan dasar melaksanakan ibadah haji yaitu dari kemantapan hati. Sebab, keberangkatan dari dua bulan sebelum puncak ibadah haji menunjukkan waktu persiapan akan berlangsung lama.
"Siapa yang memantapkan hatinya bersiap untuk bisa berhaji. Ini ayat terlihat ringkas, padat, tapi mahal sekali untuk kita pahami," tegasnya.
Melalui beberapa kalimat ayat tersebut, Allah SWT menawarkan informasi kepada calon jemaah secara personal. Kata UAH, waktu yang lama sebagai momentum terbaik mempersiapkan diri menyelesaikan ibadah haji.
"Allah meminta kita mempersiapkan dirimu, memantapkan dirimu, dan ini sifatnya terbuka mau laki-laki, perempuan, orang besar, kecil, atau orang tua," paparnya.
Ia menegaskan, melalui ayat ini menunjukkan tidak semua orang memiliki harta kekayaan berlimpah memantapkan hatinya ibadah haji. Ia berpendapat bagian ini sering keliru.
"Jangan disimpulkan untuk berhaji itu hak orang kaya saja, tidak, hak orang berlimpah saja, tidak, hak para sultan, tidak. Belum tentu orang disebut sultan yang istilahnya punya banyak harta kekayaan bisa berhaji, belum tentu," bebernya.
Direktur Quantum Akhyar Institute ini menegaskan, siapapun bisa naik haji. Maka dari itu, cara pertama adalah memiliki peluang mampu untuk bisa berangkat ke Tanah Suci.