- Tangkapan layar YouTube Buya Yahya
Bertemu dengan Ustaz Abdul Somad, Buya Yahya Getarkan Pesan Menyentuh: Kita Jadi Kaya Raya di Akhirat
Riau, tvOnenews.com - Ulama kharismatik KH Yahya Zainul Ma'arif alias Buya Yahya bertemu dengan Ustaz Abdul Somad. Kedatangannya menciptakan penuh makna untuk para santri dan jemaah.
Buya Yahya belakangan ini mengunjungi Pondok Pesantren Az-Zahra di Riau. Kehadirannya langsung disambut hangat oleh Ustaz Abdul Somad.
Ustaz Abdul Somad merasa bersyukur Buya Yahya hadir di pesantren miliknya. Pasalnya, ulama asal Cirebon tersebut menyempatkan hadir di tengah kesibukannya sekaligus membawa semangat bagi perkembangan pesantren hingga perjuangan dakwah di Riau.
Di momen ini, Buya Yahya mulanya bernostalgia pernah mendatangi pondok pesantren yang dibangun oleh UAS. Kala itu Ponpes Az-Zahra masih dalam tahap pembangunan yang dimulai sejak 2021.
"Kita datang ke tempat ini masih mulai dibangun. Hari ini kita masuk (Pondok Pesantren Az-Zahra sudah berdiri dengan bangunan Makkah-makkah dan masjidnya juga cantik, indah, santrinya ternyata juga banyak. Semoga terus berkembang," ujar Buya Yahya dikutip tvOnenews.com, Sabtu (6/6/2026).
Buya Yahya tak luput mendoakan UAS beserta keluarganya. Ia berharap agar Ustaz Abdul Somad selalu mendapat kekuatan hingga kemudahan dalam setiap langkahnya menjalani dakwah di Indonesia.
"Tuan guru kita, Ustaz Abdul Somad, semoga dan keluarganya dijaga oleh Allah, diberi kekuatan untuk berjuang, kedamaian, keindahan, dan juga keberkahan hidup," ucapnya.
Pesan Menyentuh dari Buya Yahya
- Tangkapan layar YouTube Buya Yahya
Pada kesempatan ini, Buya Yahya menyempatkan diri untuk memberikan sejumlah pesan paling menyentuh. Ulama asal Cirebon tersebut mengajak agar para santri selalu mencintai karena Allah SWT.
Ia mengatakan, manusia akan mendapatkan kemuliaan. Hal itu apabila menjalin hubungan, pertemanan hingga kerja sama diniatkan dengan mencari ridha dari Allah SWT.
"Tidak ada cara hidup lebih indah dari mengutamakan cinta. Itu yang disanjung oleh Allah kelak di padang mahsyar di mana orang yang hidup di dunia dengan cinta karena Aku," terangnya.
Buya Yahya menuturkan, cara mewujudkan cinta karena Allah bisa melalui sejumlah aktivitas mengandung kebaikan. Tanda cinta kepada-Nya bisa membahas tentang pendidikan, pesantren, santri.
Selain itu, kata dia, bentuk cinta karena Allah SWT bisa melakukan berbagai kegiatan yang memberikan manfaat untuk umat.
"Dan itulah yang menjadi sebab kejayaan kita nanti di akhirat. Tolong di mana pun berada jangan ragu untuk bisa mengambil bagian dari perjuangan-perjuangan semacam ini," lanjutnya.
Buya Yahya menekankan betapa pentingnya kerja sama. Kolaborasi antar pesantren dan lembaga pendidikan Islam yang semakin banyak berdiri menjadi bekal penting untuk masa depan generasi muda.
Ia menginginkan banyak pesantren maupun lembaga pendidikan Islam semakin memperkokoh akidah generasi muda Muslim. Ia berharap banyak yang mendukung hinga memperkuat perjuangan ini.
"Banyak pesantren-pesantren dengan akidah yang diridhai Allah muncul. Ini harus punya kesadaran untuk saling menguatkan," jelasnya.
Ia mencontohkan, perjuangan dakwah tidak hanya sebatas di lembaga pendidikannya saja. Menurutnya, hal seperti ini tak boleh dibatasi oleh kelompok maupun lembaga tertentu.
"Kalau seandainya kita buat pondok setiap kecamatan juga masih kurang dan yang masuk sudah banyak tahun ini. Itu artinya apa? Umat Nabi Muhammad terselamatkan," ucapnya.
Buya Yahya mengatakan, orang-orang yang teguh belajar di pesantren sangat beruntung. Pendidikan umat lewat pesantren sebagai bagian dari investasi pahala besar sampai meninggal dunia.
Ia juga menambahkan, orang yang berusaha menyelamatkan 1-2 orang terhindar dari keburukan memiliki investasi besar. Menurutnya, hal itu sudah menjadi amal baik bagi Allah SWT.
"Jangankan kalau sampai ratusan, dua orang, tiga orang saja selamat umat Nabi Muhamamd SAW. Kalau kita belum merasa bangga, belum ngerti makna bersyukur, padahal pahala terus mengalir untuk kita," paparnya.
"Kita semua akan mati meninggal dunia ini. Yang akan terus mengalir seperti ini. Kalau kita meninggal dunia, kita menjadi kaya raya di akhirat," sambungnya.
Buya Yahya berharap para pengajar hingga pejuang dakwah terus istiqomah di jalannya. Walaupun menghadapi badai rintangan, hal ini sebagai upaya menyelematkan umat Rasulullah SAW.
"Marilah kita jangan ragu untuk istiqomah berjanji sampai mati saya tetap berjuang," harapnya.
Dalam penutupnya, Buya Yahya memimpi doa panjang. Ia berharap umat Islam terhindar dari berbagai aspek yang meruntuhkan, seperti perpecahan, kebencian, serta fitnah.
"Semoga Allah menjadikan kita hamba yang saling mencintai. Semoga Allah menjaga negeri ini, dan semoga Allah menjadikan kita juru damai di negeri ini," pungkasnya.
(hap)