- Pixabay/openclipart-vectors
Teks Khutbah Jumat 19 Juni 2026: Muharram, Momentum Hijrah dan Semangat Menjadi Pribadi Lebih Baik
tvOnenews.com - Umat Islam baru saja memasuki Tahun Baru Hijriah 1448 H atau dikenal dengan Tahun Baru Islam, yang dimulai pada 1 Muharram 1448 H, bertepatan dengan Selasa, 16 Juni 2026.
Pergantian tahun dalam kalender Islam bukan sekadar penanda waktu, tetapi juga menjadi momen penting untuk melakukan introspeksi dan memperbaiki diri.
Bulan Muharram sendiri termasuk salah satu dari empat bulan yang dimuliakan Allah SWT atau dikenal dengan Asyhurul Hurum.
Bersama Dzulqa'dah, Dzulhijjah, dan Rajab, bulan ini memiliki banyak keutamaan yang dapat menjadi pengingat bagi setiap Muslim untuk meningkatkan kualitas ibadah dan ketakwaan.
Tak heran jika Muharram sering disebut sebagai bulan hijrah.
Bukan hanya mengingat peristiwa hijrahnya Rasulullah SAW dari Makkah ke Madinah, tetapi juga mengajak umat Islam melakukan hijrah dalam kehidupan sehari-hari, yakni berpindah dari kebiasaan buruk menuju perilaku yang lebih baik.
Tema inilah yang diangkat dalam salah satu referensi khutbah Jumat Muharram yang dipublikasikan oleh Universitas Darussalam Gontor.
Sebagai bahan renungan di awal tahun baru Hijriah, berikut teks khutbah Jumat bertema " Muharram, Momentum Hijrah dan Semangat Menjadi Pribadi Lebih Baik" yang dapat disampaikan pada pelaksanaan shalat Jumat 19 Juni 2026.
Khutbah Pertama
إِنّ الْحَمْدَ ِللهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ وَنَعُوْذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَسَيّئَاتِ أَعْمَالِنَا مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلاَ مُضِلّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلاَ هَادِيَ لَهُ أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلهَ إِلاّ اللهُ وَأَشْهَدُ أَنّ مُحَمّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ
وَالصَّلاَةُ وَالسَّلاَمُ عَلَى أَشْرَافِ الأَنْبِيَاءِ وَالمرْسَلِيْنَ نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِيْنَ
أما بعدُ فيا عباد الله أوصيكم وإيّاي نفسي بتقوى الله حقّ تقاته فقد فاز المتقون.
Jamaah Shalat Jumat yang dirahmati Allah SWT,
Marilah kita panjatkan puji syukur ke hadirat Allah SWT yang telah melimpahkan nikmat iman, Islam, kesehatan, serta kesempatan kepada kita untuk kembali berkumpul di rumah Allah dalam rangka menunaikan ibadah Shalat Jumat. Nikmat terbesar yang Allah anugerahkan kepada kita adalah nikmat iman dan Islam. Semoga Allah menjaga hati kita agar tetap istiqamah di atas jalan-Nya hingga akhir hayat.
Marilah kita tingkatkan ketakwaan kepada Allah SWT dengan menjalankan segala perintah-Nya dan menjauhi segala larangan-Nya.
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ
“Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah sebenar-benar takwa kepada-Nya; dan janganlah sekali-kali kamu mati melainkan dalam keadaan beragama Islam.” (QS. Ali Imran: 102)
Shalawat serta salam semoga senantiasa tercurah kepada junjungan kita Nabi Muhammad SAW, keluarga beliau, para sahabat, serta seluruh umatnya yang istiqamah mengikuti sunnah hingga akhir zaman.
Ma'asyiral Muslimin Rahimakumullah,
Kita saat ini berada di bulan Muharram, salah satu bulan yang dimuliakan Allah SWT. Kehadiran bulan Muharram sekaligus menandai pergantian tahun Hijriah. Momen ini seharusnya menjadi kesempatan bagi setiap Muslim untuk melakukan evaluasi diri dan memperbarui tekad dalam memperbaiki kualitas keimanan serta amal ibadah.
Allah SWT berfirman:
اِنَّ اللّٰهَ لَا يُغَيِّرُ مَا بِقَوْمٍ حَتّٰى يُغَيِّرُوْا مَا بِاَنْفُسِهِمْۗ
Artinya: "Sesungguhnya Allah tidak akan mengubah keadaan suatu kaum sebelum mereka mengubah keadaan diri mereka sendiri."
Ayat ini mengajarkan bahwa perubahan harus dimulai dari diri sendiri. Tidak cukup hanya berharap keadaan menjadi lebih baik tanpa adanya usaha nyata untuk memperbaiki diri.
Allah SWT juga berfirman dalam Surah Al-Balad ayat 8-10:
اَلَمْ نَجْعَلْ لَّه عَيْنَيْنِۙ
وَلِسَانًا وَّشَفَتَيْنِۙ
وَهَدَيْنٰهُ النَّجْدَيْنِۙ
Artinya: "Bukankah Kami telah menjadikan untuknya sepasang mata, dan lidah dan sepasang bibir? Dan Kami telah menunjukkan kepadanya dua jalan (kebajikan dan kejahatan)."
Allah telah memberikan akal, hati, dan petunjuk agar manusia mampu memilih jalan yang benar. Namun memilih jalan kebaikan bukan perkara mudah.
Allah SWT berfirman:
فَلَا اقْتَحَمَ الْعَقَبَةَ
وَمَآ اَدْرٰىكَ مَا الْعَقَبَةُ ۗ
فَكُّ رَقَبَةٍۙ
اَوْ اِطْعَامٌ فِيْ يَوْمٍ ذِيْ مَسْغَبَةٍۙ
يَّتِيْمًا ذَا مَقْرَبَةٍۙ
اَوْ مِسْكِيْنًا ذَا مَتْرَبَةٍۗ
ثُمَّ كَانَ مِنَ الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا وَتَوَاصَوْا بِالصَّبْرِ وَتَوَاصَوْا بِالْمَرْحَمَةِۗ
Artinya: Dan tahukah kamu apakah jalan yang mendaki dan sukar itu? (yaitu) melepaskan perbudakan (hamba sahaya), atau memberi makan pada hari terjadi kelaparan, (kepada) anak yatim yang ada hubungan kerabat, atau orang miskin yang sangat fakir. Kemudian dia termasuk orang-orang yang beriman dan saling berpesan untuk bersabar dan saling berpesan untuk berkasih sayang. (QS. Al-Balad: 11-17)
Jamaah yang dimuliakan Allah,
Perubahan menuju kebaikan memerlukan perjuangan, kesabaran, dan pengorbanan. Karena itu, ada tiga hal yang perlu kita pegang dalam menjalani proses hijrah.
Pertama, memohon hidayah dan pertolongan kepada Allah SWT.
اِنَّكَ لَا تَهْدِيْ مَنْ اَحْبَبْتَ وَلٰكِنَّ اللّٰهَ يَهْدِيْ مَنْ يَّشَاۤءُ ۚوَهُوَ اَعْلَمُ بِالْمُهْتَدِيْنَ
Artinya: "Sungguh, engkau (Muhammad) tidak dapat memberi petunjuk kepada orang yang engkau kasihi, tetapi Allah memberi petunjuk kepada orang yang Dia kehendaki, dan Dia lebih mengetahui orang-orang yang mau menerima petunjuk." (QS. Al-Qashash: 56)
Kedua, bersungguh-sungguh dalam berusaha.
وَالَّذِينَ جَاهَدُوا فِينَا لَنَهْدِيَنَّهُمْ سُبُلَنَا ۚ وَإِنَّ اللَّهَ لَمَعَ الْمُحْسِنِينَ
Artinya: "Dan orang-orang yang bersungguh-sungguh untuk (mencari keridhaan) Kami, benar-benar akan Kami tunjukkan kepada mereka jalan-jalan Kami. Dan sesungguhnya Allah benar-benar beserta orang-orang yang berbuat baik." (QS. Al-'Ankabut: 69)
Ketiga, mengikuti orang-orang yang ikhlas dan mendapat petunjuk.
اتَّبِعُوا مَنْ لَا يَسْأَلُكُمْ أَجْرًا وَهُمْ مُهْتَدُونَ
Artinya: "Ikutilah orang yang tidak meminta imbalan kepadamu dan mereka adalah orang-orang yang mendapat petunjuk." (QS. Yasin: 21)
Semoga Allah SWT memberikan kekuatan kepada kita untuk terus berhijrah menuju kehidupan yang lebih baik.
أَقُوْلُ قَوْلِي هَذَا وَأَسْتَغْفِرُ اللهَ لِي وَلَكُمْ
Khutbah Kedua
الحَمْدُ للهِ رَبِّ العَالمِيْنَ وَالصَّلاَةُ وَالسَّلاَمُ عَلَى أَشْرَافِ الأَنْبِيَاءِ وَالمرْسَلِيْنَ نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِيْنَ
Amma ba'du.
Jamaah Jumat yang dirahmati Allah,
Marilah kita menjaga ketakwaan kepada Allah SWT, memperbanyak amal saleh, serta menjadikan tahun baru Hijriah ini sebagai momentum memperbaiki diri, keluarga, dan lingkungan sekitar.
Perbanyaklah shalawat kepada Nabi Muhammad SAW sebagaimana perintah Allah SWT:
اِنَّ اللهَ وَمَلاَئِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلَى النَّبِيِّ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا
Selanjutnya marilah kita menengadahkan tangan memohon kepada Allah SWT agar diberikan hidayah, keberkahan, kesehatan, keselamatan, dan husnul khatimah.
اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِينَ وَالْمُسْلِمَاتِ وَالْمُؤْمِنِينَ وَالْمُؤْمِنَاتِ الْأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالْأَمْوَاتِ
رَبَّنَا لَا تُزِغْ قُلُوبَنَا بَعْدَ إِذْ هَدَيْتَنَا وَهَبْ لَنَا مِنْ لَدُنْكَ رَحْمَةً إِنَّكَ أَنْتَ الْوَهَّابُ
رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ
عباد الله، إن الله يأمر بالعدل والإحسان وإيتاء ذي القربى وينهى عن الفحشاء والمنكر والبغي يعظكم لعلكم تذكرون.
فاذكروا الله العظيم يذكركم واشكروه على نعمه يزدكم ولذكر الله أكبر.
والله أعلم بالصواب.
(gwn)