news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Ilustrasi ruh manusia.
Sumber :
  • Ilustrasi AI/ChatGPT

Bagaimana Meninggalnya Orang yang Melakukan Pesugihan? Begini Kata Ustaz Abdul Somad

Bagaimana meninggalnya orang yang melakukan pesugihan? Simak penjelasan Ustaz Abdul Somad berikut ini tentang ruh orang yang melakukan pesugihan.
Rabu, 24 Juni 2026 - 19:26 WIB
Reporter:
Editor :

tvOnenews.com - Praktik pesugihan masih menjadi salah satu fenomena yang sering diperbincangkan di tengah masyarakat.

Terlebih, belakangan ini ramai diperbincangkan di media sosial diduga ada beberapa artis hingga tokoh penting yang kerap melakukan pesugihan di Gunung Kawi, Jawa Timur.

Pesugihan dipercaya dapat mendatangkan kekayaan secara instan melalui bantuan makhluk gaib atau perjanjian tertentu. 

Namun dalam pandangan Islam, jalan semacam ini termasuk perbuatan yang dilarang karena dapat menyeret seseorang kepada kesyirikan dan menjauhkan diri dari Allah SWT.

Lalu bagaimana keadaan orang yang menjalani pesugihan ketika ajal menjemputnya?

Dalam sebuah kajian, Ustaz Abdul Somad atau yang akrab disapa UAS menjelaskan bahwa proses keluarnya ruh seorang mukmin sangat berbeda dengan orang yang bergelimang dalam kemaksiatan dan kesyirikan.

Potret Ustaz Abdul Somad
Sumber :
  • Istimewa

Ustaz Abdul Somad mengutip hadis yang menjelaskan bagaimana malaikat mencabut nyawa orang-orang yang beriman dengan penuh kelembutan.

"Ruh orang baik-baik (ketika meninggal) macam air menetes di ujung daun, tak terasa. Daun tak patah, daun tak bergoyang, ranting tak ada patah, jatuh dibawa malaikat," ujar Ustaz Abdul Somad.

Menurutnya, gambaran tersebut menunjukkan betapa tenangnya seorang hamba yang meninggal dalam keadaan beriman dan taat kepada Allah SWT.

Sebaliknya, orang yang hidup dalam kesesatan dan melakukan praktik-praktik yang bertentangan dengan ajaran Islam akan menghadapi kondisi yang jauh berbeda saat sakaratul maut.

"Sedangkan orang yang pesugihan ini, ruhnya disentapkan malaikat. Seperti mata kail pancing dari kulit yang basah. Seperti ditebas beratus kali di tempat yang sama, macam kambing yang dikulit hidup-hidup," kata UAS.

Ia kemudian menjelaskan bahwa setelah dicabut, ruh manusia akan ditempatkan sesuai dengan amal perbuatannya selama hidup di dunia.

"Ruh yang baik-baik letaknya Illiyyin. Ruh yang jahat-jahat letaknya Sijjin," jelasnya.

Dalam kesempatan tersebut, Ustaz Abdul Somad juga menyinggung kepercayaan yang berkembang di masyarakat mengenai ruh orang meninggal yang disebut masih gentayangan atau berkeliaran di dunia.

Menurutnya, keyakinan tersebut tidak sesuai dengan ajaran Islam. 

Ia menegaskan bahwa ruh orang yang telah meninggal tidak berkeliaran bebas sebagaimana yang sering digambarkan dalam cerita mistis.

"Tidak ada ruh yang gentayangan. Ada yang mengaku menjadi pengikut, menjadi pelayan, penjaga Pantai Selatan, maka itu bukan ruh, tapi jin," tegasnya.

UAS menjelaskan bahwa sering kali masyarakat terkecoh karena makhluk tersebut mampu meniru suara, kebiasaan, bahkan informasi yang diketahui oleh orang yang telah meninggal.

Ia menyebut hal itu berkaitan dengan keberadaan jin qorin yang selalu menyertai manusia selama hidupnya.

"Kalau ada orang mati katanya ruhnya gentayangan, itu bukan ruh, tapi jin. Jin qorin yang kemana-mana mengikut," katanya.

Lebih lanjut, UAS menerangkan bahwa jin qarin tidak ikut mati ketika manusia meninggal dunia. 

Karena itulah, jin tersebut dapat mengetahui banyak hal tentang kehidupan seseorang sehingga sering disalahartikan sebagai ruh orang yang sudah wafat.

Tak hanya itu, UAS juga menegaskan bahwa ruh manusia tidak bisa dipanggil kembali ke dunia sebagaimana yang diyakini dalam praktik pemanggilan arwah.

"Ruh itu sudah diletakkan. Buka kitab Ibnu Qayyim Al-Jauziyah namanya Kitab Ruh. Ruh tidak bisa dipanggil," ujarnya.

Menurut UAS, apabila ada sesuatu yang datang ketika seseorang melakukan ritual pemanggilan arwah, maka yang hadir bukanlah ruh orang yang telah meninggal, melainkan jin yang menyerupai sosok tersebut.

"Kalau datang dia itu jin," kata UAS.

Melalui penjelasannya, Ustaz Abdul Somad mengingatkan umat Islam agar menjauhi praktik pesugihan, perdukunan, maupun berbagai bentuk keyakinan yang bertentangan dengan tauhid. 

Seorang Muslim dianjurkan mencari rezeki dengan cara yang halal dan meyakini bahwa seluruh keberkahan hidup berasal dari Allah SWT, bukan dari bantuan makhluk gaib atau perjanjian yang menyesatkan. (gwn)

 

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

03:09
01:39
05:35
03:36
12:21
05:10

Viral