- Ilustrasi AI/ChatGPT
Mimpi Bertemu 7 Hewan Ini Bisa Jadi Isyarat Bahaya, Begini Penjelasan Ustaz Khalid Basalamah
- Pexels/ cottonbro studio
Dikaitkan dengan Tanda Orang yang Terkena Sihir
Selain dipahami sebagai isyarat adanya orang yang berniat buruk, Ustaz Khalid Basalamah juga menyebut bahwa mimpi tentang tujuh hewan tersebut sering dikaitkan dengan orang yang mengalami gangguan sihir.
"Sering kali juga orang kalau kena sihir mimpinya satu dari tujuh hewan ini. Dia mimpi kalajengking, mimpi ular, dan seterusnya," kata Ustaz Khalid Basalamah.
Ia menerangkan bahwa hewan-hewan tersebut termasuk kategori hewan yang dalam beberapa hadis diperbolehkan untuk dibunuh karena dianggap membahayakan.
Hewan yang Disebut dalam Hadis
Ustaz Khalid Basalamah kemudian mengutip hadis mengenai beberapa jenis hewan yang boleh dibunuh, baik ketika seseorang sedang berihram maupun tidak, serta baik berada di tanah haram maupun di luar tanah haram.
Wilayah haram yang dimaksud adalah Kota Makkah dan Madinah, sedangkan daerah di luar keduanya dikenal sebagai wilayah halal.
"Haram artinya dimuliakan. Dikatakan dalam hadits ini dari Aisyah RA, beliau berkata bahwa Rasulullah SAW bersabda ada lima binatang yang semuanya fasik, boleh dibunuh baik di luar tanah suci maupun dalam tanah haram," kata Ustaz Khalid Basalamah.
Ustaz Khalid Basalamah kemudian melanjutkan isi hadis tersebut.
"Yang pertama adalah kalajengking, yang kedua burung rajawali, yang ketiga burung gagak, yang keempat tikus dan yang kelima anjing buas atau anjing yang suka menggigit," lanjutnya.
Menurut penjelasannya, hadis tersebut menunjukkan bahwa meskipun orang yang sedang ihram dilarang berburu hewan, larangan itu tidak berlaku bagi hewan-hewan yang memang diperbolehkan untuk dibunuh karena membahayakan.
Selain itu, terdapat pula hadis lain yang menjelaskan diperbolehkannya membunuh ular dan kalajengking meskipun seseorang sedang melaksanakan salat.
"Kata Nabi SAW, dua hewan yang membinasakan bunuhlah walaupun kalian dalam keadaan shalat," kata Ustaz Khalid Basalamah.
Penjelasan tersebut merupakan salah satu pandangan ulama mengenai tafsir mimpi yang bersumber dari literatur klasik.
Dalam ajaran Islam, mimpi tidak selalu memiliki makna khusus sehingga tidak semestinya dijadikan satu-satunya dasar dalam mengambil keputusan.