- Freepik
Baca Doa Ini saat Sedih, Rasulullah Ajarkan Amalan Pengusir Galau dan Penenang Hati
tvOnenews.com - Merasa sedih, gelisah, cemas, atau galau adalah hal yang wajar dialami setiap manusia.
Namun, sebagai seorang muslim, Islam mengajarkan agar setiap kegelisahan dikembalikan kepada Allah SWT melalui doa dan tawakal.
Dalam salah satu kajiannya, Ustaz Adi Hidayat (UAH) menjelaskan bahwa Rasulullah SAW telah mengajarkan sebuah doa khusus yang dapat diamalkan saat hati sedang dipenuhi kegelisahan.
Doa ini tidak hanya bisa dibaca ketika sujud dalam shalat, tetapi juga boleh diamalkan di luar shalat kapan saja saat seseorang membutuhkan pertolongan Allah SWT.
Menurut Ustaz Adi Hidayat, doa tersebut merupakan ijazah langsung dari Nabi Muhammad SAW yang berisi permohonan perlindungan dari berbagai penyebab kegelisahan, mulai dari kesedihan, kelemahan diri, kemalasan, rasa takut, sifat kikir, lilitan utang, hingga tekanan dari orang lain.
Doa Penghilang Galau
Tulisan Arab
اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنَ الْهَمِّ وَالْحَزَنِ، وَأَعُوذُ بِكَ مِنَ الْعَجْزِ وَالْكَسَلِ، وَأَعُوذُ بِكَ مِنَ الْجُبْنِ وَالْبُخْلِ، وَأَعُوذُ بِكَ مِنْ غَلَبَةِ الدَّيْنِ وَقَهْرِ الرِّجَالِ
Latin
Allahumma inni a'ūdzu bika minal hammi wal hazani, wa a'ūdzu bika minal 'ajzi wal kasali, wa a'ūdzu bika minal jubni wal bukhli, wa a'ūdzu bika min ghalabatid daini wa qahrir rijāl.
Artinya
"Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari kegelisahan dan kesedihan, aku berlindung kepada-Mu dari kelemahan dan kemalasan, aku berlindung kepada-Mu dari sifat pengecut dan kikir, serta aku berlindung kepada-Mu dari lilitan utang dan tekanan (kezaliman) manusia."
- Tangkapan Layar YouTube Adi Hidayat Official
Makna Mendalam dari Doa Ini
Ustaz Adi Hidayat menjelaskan bahwa doa tersebut bukan sekadar rangkaian kalimat, tetapi juga bentuk pengakuan seorang hamba akan kelemahannya di hadapan Allah SWT.
Menurut beliau, kata "Allahumma" merupakan panggilan yang menunjukkan kerendahan hati seorang hamba kepada Tuhannya.
Seolah-olah seorang muslim berkata, "Ya Allah, hanya kepada-Mu aku berserah dan memohon pertolongan."
Saat membaca bagian "inni a'ūdzu bika minal hammi wal hazani", seorang muslim memohon perlindungan dari kegelisahan dan kesedihan yang sedang dirasakan.
UAH menggambarkan maknanya dengan bahasa yang lebih menyentuh, yakni seolah seorang hamba berkata:
"Ya Allah, Engkau Maha Mengetahui apa yang sedang aku rasakan. Hari ini aku begitu sedih, gelisah, dan bingung menghadapi persoalan hidup. Aku memohon perlindungan kepada-Mu dari semua kegelisahan dan kesedihan yang memenuhi hatiku."
Selanjutnya terdapat kalimat "wa a'ūdzu bika minal 'ajzi wal kasali", yang bermakna permohonan agar Allah menghindarkan seorang hamba dari kelemahan dan kemalasan.
Menurut Ustaz Adi Hidayat, terkadang seseorang sebenarnya mengetahui solusi atas masalahnya, tetapi merasa lemah untuk bangkit atau justru terjebak dalam rasa malas sehingga persoalannya tidak kunjung selesai. Karena itu, doa ini mengajarkan agar seorang muslim memohon kekuatan kepada Allah SWT.
Bagian berikutnya adalah "wa a'ūdzu bika minal jubni wal bukhli".
Ustaz Adi Hidayat menjelaskan bahwa tidak sedikit kegelisahan muncul karena rasa takut yang berlebihan.
Takut gagal, takut kehilangan, atau takut menghadapi kenyataan justru membuat seseorang semakin tertekan.
Selain itu, sifat kikir juga bisa menjadi penyebab datangnya berbagai persoalan dalam hidup. Karena itu, Rasulullah SAW mengajarkan agar seorang muslim memohon perlindungan dari kedua sifat tersebut.
Kemudian doa ditutup dengan kalimat "wa a'ūdzu bika min ghalabatid daini wa qahrir rijāl."
Menurut UAH, bagian ini sangat relevan dengan kehidupan banyak orang saat ini. Tidak sedikit orang yang merasa cemas karena terlilit utang atau berada di bawah tekanan orang lain, baik dalam pekerjaan, lingkungan, maupun kehidupan sosial.
Melalui doa tersebut, seorang muslim memohon agar Allah SWT membebaskannya dari beban utang sekaligus melindunginya dari segala bentuk intimidasi maupun tekanan yang membuat hidup terasa semakin berat.
Dianjurkan Dibaca saat Hati Gelisah
Ustaz Adi Hidayat menyampaikan bahwa doa ini sangat baik diamalkan ketika hati sedang diliputi rasa galau, sedih, atau menghadapi persoalan hidup yang terasa berat.
Doa tersebut bisa dibaca saat sujud dalam shalat, ketika selesai salat, atau di luar salat kapan pun seorang muslim ingin mendekatkan diri kepada Allah SWT.
Dengan memperbanyak doa, ikhtiar, dan tawakal, seorang hamba diharapkan memperoleh ketenangan hati serta kemudahan dalam menghadapi setiap ujian kehidupan. (gwn)