news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Ilustrasi ruh manusia.
Sumber :
  • Ilustrasi AI/ChatGPT

Benarkah Mimpi Bertemu Orang yang Sudah Meninggal Itu Nyata? Ustaz Khalid Basalamah Jelaskan Tanda dan Pesannya

Benarkah mimpi bertemu orang yang sudah meninggal itu nyata? Simak penjelasan Ustaz Khalid Basalamah berikut ini tentang tanda dan pesannya.
Jumat, 31 Juli 2026 - 21:57 WIB
Reporter:
Editor :

Masih Memiliki Utang yang Belum Dilunasi

Di dalam mimpi itu, sahabat yang masih hidup melihat ada tanda berupa titik-titik hitam di leher temannya yang telah meninggal.

Tanda tersebut berkaitan dengan utang yang belum sempat dilunasi semasa hidupnya.

"Ini sisa hutang saya yang belum saya bayar. Ada uang 50 dirham yang belum saya bayar ke orang Yahudi," kata sahabat yang sudah meninggal.

Ia kemudian menjelaskan secara rinci lokasi uang yang telah disiapkannya untuk membayar utang tersebut.

"Uang itu sudah saya siapkan di sebuah tempat di dekat pintu rumah saya. Di bawah tanah tertutup sebuah batu. Angkatlah dan bayarlah utang saya," ucap sahabat yang sudah meninggal.

Semua Pesan Ternyata Benar

Keesokan harinya, sahabat yang mendapat mimpi itu mendatangi rumah temannya yang telah wafat.

Di sana ia bertemu dengan istri sahabatnya dan menanyakan keadaan rumah.

Istri sahabat tersebut mengatakan bahwa kucing peliharaan mereka memang baru saja mati dua hari sebelumnya, persis seperti yang disebutkan dalam mimpi.

Mendengar hal itu, ia kemudian menceritakan tentang utang 50 dirham yang belum dibayar serta lokasi uang yang disampaikan dalam mimpi.

Mereka lalu mencari di dekat pintu rumah, tepat di bawah sebuah batu sebagaimana yang dijelaskan.

Ternyata benar, di tempat itu terdapat kantong berisi uang sebesar 50 dirham.

Uang tersebut kemudian digunakan untuk melunasi utang sahabat yang telah meninggal.

Tidak Semua Mimpi Berasal dari Orang yang Sudah Meninggal

Melalui kisah tersebut, Ustaz Khalid Basalamah menjelaskan bahwa seseorang yang telah meninggal memang bisa saja datang dalam mimpi atas izin Allah SWT.

Namun, beliau mengingatkan bahwa tidak semua mimpi dapat dijadikan pegangan.

Para ulama, kata beliau, menjelaskan bahwa isi pesannya harus diperhatikan.

Apabila pesan yang disampaikan berisi ajakan kepada kebaikan, mengingatkan untuk menunaikan hak orang lain, atau mengandung nasihat yang sesuai dengan syariat, maka hal tersebut bisa saja merupakan mimpi yang benar, sebagaimana kisah dua sahabat tersebut.

Sebaliknya, jika dalam mimpi muncul ajakan untuk melakukan kesyirikan, meninggalkan kewajiban agama, atau melakukan kemaksiatan, maka hal itu tidak berasal dari orang yang telah meninggal.

Berita Terkait

1
2
3 Selanjutnya

Topik Terkait

Saksikan Juga

01:30
01:23
06:42
38:14
05:34
02:18

Viral