- Tim Tvone/ Alboin
Viral Challenge Hafalan Al-Quran Berhadiah Miras, Benarkah Minum Khamr Shalatnya Tidak Diterima 40 Hari? Begini Kata Buya Yahya
"Jadi kalau ada orang mabuk saja, kemudian kok shalat. Dosanya dosa minuman keras saja. Adapun shalatnya tidak dosa karena dia telah salat," jelasnya.
Bagaimana Jika Segera Bertaubat?
Buya Yahya juga menekankan pentingnya taubat bagi orang yang pernah mengonsumsi minuman keras.
Menurutnya, pintu taubat selalu terbuka selama seseorang benar-benar menyadari kesalahannya dan memohon ampun kepada Allah SWT.
"Sampai kapan? Sampai dia taubat. Kalau hari itu taubat langsung mendapatkan pahala," kata Buya Yahya.
Ia menjelaskan bahwa taubat harus disertai dengan penyesalan terhadap dosa yang dilakukan.
"Taubat itu menyesal, nangis. Nyesel, minta, 'Ya Allah'," ujarnya.
Buya Yahya juga mengingatkan agar seseorang tidak berputus asa ketika dalam proses meninggalkan kebiasaan buruk ternyata kembali melakukan kesalahan.
Jika seseorang kembali terjatuh dalam dosa, ia dianjurkan untuk kembali bertaubat dan tidak berhenti memohon ampun kepada Allah.
"Kalau ternyata masih kepleset lagi, maka ketahuilah bahwa Allah Maha Pengampun. Taubat lagi," tuturnya.
Jangan Putus Asa dari Ampunan Allah
Dalam kesempatan tersebut, Buya Yahya mengingatkan umat Islam agar tidak mudah berputus asa dari rahmat dan ampunan Allah SWT.
Menurutnya, pemahaman terhadap hadis tentang shalat selama 40 hari jangan sampai membuat seseorang justru meninggalkan ibadah.
"Tidak ada yang boleh putus asa," tegasnya.
Ia kembali mencontohkan bahwa apabila seseorang setelah meminum minuman keras kemudian menyadari kesalahannya, menyesal, menangis, dan bertaubat kepada Allah, maka ia harus tetap menjalankan shalat.
"Kalau orang itu taubat hari itu, habis mabuk dia menangis. Kalau sudah taubat Allah akan terima. Dan amalnya akan diterima, shalatnya akan diterima," jelas Buya Yahya.
Dengan demikian, anggapan bahwa seseorang yang minum alkohol harus meninggalkan shalat selama 40 hari merupakan pemahaman yang keliru.
Minuman Keras Disebut sebagai Dosa Besar
Buya Yahya menegaskan bahwa minuman keras merupakan sesuatu yang harus dijauhi umat Islam karena sifatnya memabukkan dan termasuk perbuatan yang dilarang dalam ajaran Islam.
Ia pun mengajak orang yang masih memiliki kebiasaan mengonsumsi minuman beralkohol untuk segera meninggalkannya.