news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Ilustrasi Shalat sunnah.
Sumber :
  • Ilustrasi AI Gemini

Gus Baha Anjurkan Agar Tidak Melakukan Shalat Sunnah Setiap Hari, Kenapa? Ternyata Begini Alasannya

Gus Baha mengungkapkan alasan menarik di balik imbauan agar umat Muslim tidak perlu memaksakan diri melaksanakan shalat sunnah setiap hari. Begini penjelasannya
Selasa, 11 Agustus 2026 - 23:07 WIB
Reporter:
Editor :

tvOnenews.com - Gus Baha mengungkapkan alasan menarik di balik imbauannya agar umat Muslim tidak perlu memaksakan diri melaksanakan shalat sunnah setiap hari. 

Pandangan ini merujuk pada sebuah riwayat sahabat Nabi Muhammad SAW yang sempat merasa keberatan jika ada ibadah sunnah yang dijalankan terlalu khusyuk hingga mengalahkan ibadah wajib. 

Atas dasar itulah, Gus Baha menilai ibadah malam seperti tahajud tak harus rutin dikerjakan saban hari. 

Lantas, apa pertimbangan utama di balik pandangan tersebut?

Dilansir tvOnenews.com dari tayangan YouTube Santri Kalong, Gus Baha mengulas riwayat menarik mengenai sikap sahabat Rasulullah SAW, Abdullah bin Mas’ud.

Pada masa itu, Abdullah bin Mas’ud melarang kalangan tabi’in yang melaksanakan shalat Dhuha secara terus-menerus setiap hari.

“Dulu Abdullah bin Mas’ud, kalau ada tabi’in yang shalat dhuha setiap hari itu didatangi dan dimarahi, ‘seminggu sekali saja, jangan setiap hari’,” ungkap Gus Baha pada tayangan YouTube Santri Kalong.

Bahkan, Gus Baha mengungkapkan bahwa sahabat Nabi tersebut merasa tersinggung jika porsi kekhusyukan ibadah sunnah justru melebihi shalat wajib.

“Jadi Abdullah bin Mas'ud itu lucu, beliau itu paling tersinggung kalau ada shalat fardhu yang disaingi,” ujarnya.

KH Ahmad Bahauddin Nursalim alias Gus Baha
Sumber :
  • Istimewa

Sependapat dengan pandangan itu, Gus Baha turut mengimbau agar masyarakat tidak bersikap berlebihan dalam menunaikan ibadah.

“Makanya kalian jangan khusyuk berlebihan. Makanya kayak Mustofa itu saya larang, kalau shalat tahajud setiap malam, karena terlalu banyak pembisik,” jelas Gus Baha. 

“Sebab orang yang mengaku Nabi itu juga sering tahajud,” sambungnya.

Selain itu, Gus Baha menilai kekhusyukan yang melampaui batas dalam beribadah berpotensi menimbulkan dampak negatif.

Ibadah yang dilakukan secara berlebihan dikhawatirkan membuat seseorang terjebak dalam prasangka telah menerima pesan gaib atau petunjuk tak berdasar.

“Jadi zaman akhir itu, tambah khusyuk tambah bahaya. Yang mengaku Nabi di Jombang itu, sering shalat tahajud apa tidak?” tutur Gus Baha.

“Akibat sering tahajud, akhirnya dia mengira dapat wangsit (pesan ghaib). Tapi kalau kalian mendengkur (tidur) kan tidak akan dapat wangsit,” imbuhnya.

Meski begitu, pengasuh pesantren asal Rembang tersebut mengapresiasi fenomena akhir zaman ini, di mana banyak umat yang mampu menjaga istiqomah dalam menunaikan ibadah sunnah.

“Tapi ilmu ini sudah tidak ada, karena zaman akhir orang malah bangga kalau bisa istiqomah (ibadah sunnah),” pungkasnya. 

(kmr)

 

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

08:19
01:38
01:32
04:35
04:23
06:18

Viral