news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Ilustrasi Kebakaran Hutan.
Sumber :
  • Pixabay/geralt

Viral Relawan Karhutla Kumandangkan Adzan di Tengah Kepungan Api, Ini Maknanya dalam Islam

Viral relawan karhutla kumandangkan adzan di tengah kepungan api, begini maknanya dalam Islam.
Senin, 24 Agustus 2026 - 14:26 WIB
Reporter:
Editor :

Dalam kondisi tersebut, kumandang adzan dapat menjadi pengingat agar manusia kembali mengingat Allah SWT dan memohon pertolongan-Nya.

Selain itu, adzan juga diyakini dapat menjadi sarana untuk menenangkan hati. Suara adzan yang familiar bagi umat Islam dapat memberikan rasa tenang di tengah situasi yang penuh kepanikan.


Adzan Juga Disebut sebagai Pengingat kepada Allah

Kumandang adzan pada dasarnya berisi kalimat-kalimat yang mengagungkan Allah SWT, pengakuan atas keesaan-Nya, serta ajakan menuju kebaikan.

Karena itu, ketika dikumandangkan dalam situasi bencana, adzan dapat menjadi bentuk zikir sekaligus pengingat agar manusia tidak larut dalam kepanikan.

Masyarakat juga dapat memperbanyak istighfar, berdoa memohon perlindungan, serta melaksanakan ibadah sesuai kemampuan.

Dalam kondisi tertentu, umat Islam juga mengenal doa untuk memohon keselamatan dari musibah, termasuk memperbanyak doa dan zikir setelah terjadi bencana.


Tidak Ada Lafaz Adzan Khusus saat Kebakaran

Hal penting yang perlu diketahui, adzan yang dikumandangkan ketika terjadi kebakaran tidak memiliki lafaz khusus yang berbeda dari adzan untuk shalat.

Jika seseorang ingin mengumandangkannya dalam situasi tersebut, lafaz yang digunakan tetap merupakan lafaz adzan sebagaimana biasanya, dimulai dengan kalimat “Allahu Akbar” dan diakhiri dengan “La ilaha illallah.”

Dengan demikian, video relawan yang mengumandangkan adzan di tengah situasi karhutla dapat dipahami sebagai bentuk ikhtiar spiritual dan pengingat untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT di tengah musibah.

Keselamatan Tetap Menjadi Prioritas

Meski adzan, doa, dan zikir dapat menjadi bentuk ikhtiar batin, langkah keselamatan tetap harus menjadi perhatian utama ketika menghadapi bencana.

Saat terjadi kebakaran hutan dan lahan, masyarakat perlu mengikuti arahan petugas, menjauhi wilayah berbahaya, serta melakukan evakuasi apabila kondisi mengharuskannya.

Doa dan ibadah dapat berjalan beriringan dengan ikhtiar nyata. Dengan begitu, masyarakat tidak hanya memohon pertolongan kepada Allah SWT, tetapi juga melakukan langkah yang diperlukan untuk melindungi diri dan orang-orang di sekitarnya.

Kumandang adzan di tengah bencana pada akhirnya dapat menjadi simbol pengingat bahwa dalam situasi sesulit apa pun, manusia tetap dianjurkan untuk mengingat Allah, memohon pertolongan-Nya, dan menjaga harapan sembari terus berusaha menghadapi musibah.

Berita Terkait

1
2
3 Selanjutnya

Topik Terkait

Saksikan Juga

08:43
06:57
02:58
04:42
01:39
09:08

Viral