news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Ilustrasi Kebakaran Hutan.
Sumber :
  • Pixabay/geralt

Viral Relawan Karhutla Kumandangkan Adzan di Tengah Kepungan Api, Ini Maknanya dalam Islam

Viral relawan karhutla kumandangkan adzan di tengah kepungan api, begini maknanya dalam Islam.
Senin, 24 Agustus 2026 - 14:26 WIB
Reporter:
Editor :

tvOnenews.com - Indonesia kembali dilanda sejumlah bencana dalam beberapa waktu terakhir. 

Selain gempa bumi yang mengguncang wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT), kebakaran hutan dan lahan (karhutla) juga terjadi di wilayah Kalimantan.

Situasi tersebut turut menjadi perhatian masyarakat setelah berbagai video yang memperlihatkan kondisi di lokasi bencana beredar luas di media sosial.

Salah satu video yang mencuri perhatian memperlihatkan seorang relawan mengumandangkan azzan di tengah situasi karhutla. 

Kumandang adzan terdengar di tengah suasana darurat ketika para relawan berupaya menghadapi kobaran api.

Bagi sebagian masyarakat Muslim, mengumandangkan adzan dalam konddsi seperti itu bukan sekadar kebiasaan, tetapi menjadi bentuk ikhtiar spiritual untuk memohon pertolongan dan perlindungan Allah SWT.

Lantas, bagaimana sebenarnya pandangan Islam mengenai mengumandangkan azan ketika terjadi bencana, khususnya kebakaran?

 

Adzan Tidak Hanya Berkaitan dengan Waktu Shalat

Secara umum, adzan dikenal sebagai panggilan atau pemberitahuan telah masuknya waktu salat. Dalam istilah syariat, adzan merupakan rangkaian lafaz tertentu yang dikumandangkan sebagai tanda masuk waktu ibadah tersebut.

Rasulullah SAW juga menganjurkan umat Islam untuk mengumandangkan adzan ketika waktu shalat telah tiba.

Namun, dalam sejumlah pandangan ulama, adzan juga dapat dikumandangkan di luar waktu shalat dalam kondisi tertentu. Salah satunya ketika terjadi kebakaran.

Imam Ibnu Hajar Al-Haitami dalam Tuhfatul Muhtaj menjelaskan bahwa adzan dapat disunahkan dalam sejumlah keadaan selain shalat, termasuk ketika terjadi kebakaran.

Pandangan tersebut menunjukkan bahwa kumandang adzan yang terdengar ketika terjadi musibah kebakaran bukanlah sesuatu yang sama sekali asing dalam tradisi keislaman.
 

Mengapa Adzan Dianjurkan saat Kebakaran?

Ada sejumlah hikmah yang dikaitkan dengan anjuran mengumandangkan adzan di luar waktu shalat, termasuk ketika menghadapi kebakaran.

Salah satunya adalah untuk mengharapkan keberkahan, ketenangan hati, sekaligus mengurangi kesedihan yang muncul akibat musibah.

Situasi bencana tentu dapat menimbulkan rasa takut, panik, hingga kesedihan mendalam. Korban maupun masyarakat yang berada di sekitar lokasi bisa mengalami tekanan karena kehilangan tempat tinggal, harta benda, atau bahkan orang-orang yang mereka cintai.

Dalam kondisi tersebut, kumandang adzan dapat menjadi pengingat agar manusia kembali mengingat Allah SWT dan memohon pertolongan-Nya.

Selain itu, adzan juga diyakini dapat menjadi sarana untuk menenangkan hati. Suara adzan yang familiar bagi umat Islam dapat memberikan rasa tenang di tengah situasi yang penuh kepanikan.


Adzan Juga Disebut sebagai Pengingat kepada Allah

Kumandang adzan pada dasarnya berisi kalimat-kalimat yang mengagungkan Allah SWT, pengakuan atas keesaan-Nya, serta ajakan menuju kebaikan.

Karena itu, ketika dikumandangkan dalam situasi bencana, adzan dapat menjadi bentuk zikir sekaligus pengingat agar manusia tidak larut dalam kepanikan.

Masyarakat juga dapat memperbanyak istighfar, berdoa memohon perlindungan, serta melaksanakan ibadah sesuai kemampuan.

Dalam kondisi tertentu, umat Islam juga mengenal doa untuk memohon keselamatan dari musibah, termasuk memperbanyak doa dan zikir setelah terjadi bencana.


Tidak Ada Lafaz Adzan Khusus saat Kebakaran

Hal penting yang perlu diketahui, adzan yang dikumandangkan ketika terjadi kebakaran tidak memiliki lafaz khusus yang berbeda dari adzan untuk shalat.

Jika seseorang ingin mengumandangkannya dalam situasi tersebut, lafaz yang digunakan tetap merupakan lafaz adzan sebagaimana biasanya, dimulai dengan kalimat “Allahu Akbar” dan diakhiri dengan “La ilaha illallah.”

Dengan demikian, video relawan yang mengumandangkan adzan di tengah situasi karhutla dapat dipahami sebagai bentuk ikhtiar spiritual dan pengingat untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT di tengah musibah.

Keselamatan Tetap Menjadi Prioritas

Meski adzan, doa, dan zikir dapat menjadi bentuk ikhtiar batin, langkah keselamatan tetap harus menjadi perhatian utama ketika menghadapi bencana.

Saat terjadi kebakaran hutan dan lahan, masyarakat perlu mengikuti arahan petugas, menjauhi wilayah berbahaya, serta melakukan evakuasi apabila kondisi mengharuskannya.

Doa dan ibadah dapat berjalan beriringan dengan ikhtiar nyata. Dengan begitu, masyarakat tidak hanya memohon pertolongan kepada Allah SWT, tetapi juga melakukan langkah yang diperlukan untuk melindungi diri dan orang-orang di sekitarnya.

Kumandang adzan di tengah bencana pada akhirnya dapat menjadi simbol pengingat bahwa dalam situasi sesulit apa pun, manusia tetap dianjurkan untuk mengingat Allah, memohon pertolongan-Nya, dan menjaga harapan sembari terus berusaha menghadapi musibah.

(gwn)

 

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

08:43
06:57
02:58
04:42
01:39
09:08

Viral