- ANTARA
Gunung Anak Krakatau Erupsi, Amalkan Doa Singkat Agar Dilindungi Allah SWT dari Segala Bencana
tvOnenews.com - Gunung api Anak Krakatau mengalami peningkatan aktivitas erupsi sejak pada Jumat (4/9/2026) malam. Kini statusnya telah meningkat menjadi Level III (Siaga).
Abu vulkanik dari erupsi gunung api Anak Krakatau kini dirasakan oleh warga Jakarta dan sekitarnya pada Minggu (6/9/2026) pagi.
Berdasarkan analisis dari pantauan citra satelit Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mendeteksi sebaran abu vulkanik pada Minggu (6/9/2026) pukul 05.00 WIB dengan ketinggian permukaan hingga 20.000 kaki bergerak ke arah timur laut hingga selatan.
Hal ini mencakup sebagian wilayah DKI Jakarta, Banten, Jawa Barat, dan perairan di sekitarnya.
Peristiwa bencana ini menjadi pengingat bagi umat Islam untuk semakin memperbanyak ibadah dan mendekatkan diri kepada Allah SWT.
Umat juga dianjurkan memanjatkan doa memohon perlindungan keselamatan agar terhindar dari dampak buruk bencana alam.
Berikut doa perlindungan dari berbagai bencana yang dilansir dari laman resmi NU Online.
Doa Perlindungan dari Berbagai Bencana
اَللّٰهُمَّ إِنِّيْ أَعُوْذُ بِكَ مِنَ الْهَدْمِ وَأَعُوْذُ بِكَ مِنَ التَّرَدِّيْ وَأَعُوْذُ بِكَ مِنَ الْغَرَقِ وَالْحَرِيْقِ وَأَعُوْذُ بِكَ أَنْ يَتَخَبَّطَنِي الشَّيْطَانُ عِنْدَ الْمَوْتِ وَأَعُوْذُ بِكَ أَنْ أَمُوْتَ فِيْ سَبِيْلِكَ مُدْبِرًا وَأَعُوْذُ بِكَ أَنْ أَمُوْتَ لَدِيْغًا
Allâhumma innî a‘ûdzu bika minal hadmi, wa a‘ûdzu bika minat taraddî, wa a‘ûdzu bika minal gharqi wal ḫarîqi, wa a‘ûdzu bika an yatakhabbathanîsy syaithânu ‘indal mauti, wa a‘ûdzu bika an amûta fî sabîlika mudbiran, wa a‘ûdzu bika an amûta ladîghan
Artinya: “Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari tertimpa reruntuhan. Aku berlindung kepada-Mu dari jatuh dari tempat yang tinggi. Aku berlindung kepada-Mu dari tenggelam dan kebakaran. Aku berlindung kepada-Mu dari bujuk rayu setan ketika (menjelang) kematian (sakaratul maut). Aku berlindung kepada-Mu dari mati di jalan-Mu dalam keadaan melarikan diri. Dan aku berlindung kepada-Mu dari mati karena sengatan binatang.”
(kmr)