- Gambar ilustrasi AI / Gemini
Pesantren Mulai Tinggalkan Cara Manual, Hafalan hingga Kesehatan Santri Kini Bisa Dipantau Lewat Sistem Digital
Pada sisi kesehatan, Tim Kesehatan KIBS Ns. Achmad Saroni menilai rekam medis digital membantu tenaga kesehatan memperoleh informasi santri secara lebih terstruktur.
“Hadirnya modul kesehatan pada aplikasi Sakha Boarding memberikan dampak yang sangat positif dan membawa perubahan besar dalam pengelolaan kesehatan di lingkungan pesantren. Tindakan pencegahan penyakit bisa kami lakukan lebih awal,” ujarnya.
Sistem tersebut tidak hanya membantu ketika santri mengalami masalah kesehatan. Pemantauan juga dapat digunakan untuk mendukung tindakan pencegahan. Konsep tersebut memperlihatkan bahwa transformasi digital pesantren bukan semata-mata soal memiliki aplikasi.
Teknologi ditempatkan sebagai alat untuk menghubungkan data yang sebelumnya tersebar di berbagai bagian, mulai dari hafalan, ibadah, kedisiplinan dan kesehatan hingga sarana-prasarana.
Pada akhirnya, peran manusia tetap menjadi bagian utama dalam proses pendidikan. Musyrif tetap mendampingi santri, tenaga kesehatan tetap memberikan pelayanan, pengelola tetap mengambil keputusan, dan orang tua tetap menjalankan peran pengawasan dari rumah.
Bedanya, informasi yang menjadi dasar pemantauan kini dapat tersaji lebih cepat dan terstruktur. Di tengah semakin luasnya pemanfaatan teknologi dalam pendidikan Indonesia, pola tersebut menunjukkan bahwa digitalisasi tidak hanya mengubah cara belajar, tetapi juga cara lembaga pendidikan mengelola dan memahami perkembangan peserta didiknya. (udn)