- tvOnenews
UAS Bongkar Ciri-ciri Titisan Iblis, Ustaz Abdul Somad: Iblis Tidak Digoda Setan
tvOnenews.com - Dalam program Indahnya Ramadan Bersama UAS, Ustaz Abdul Somad (UAS) bocorkan soal titisan Iblis. Sebelum bocorkan hal itu, ia ditanya terkait hukumnya orang yang membeda-bedakan masa lalu orang lain.
"Misalnya, ini orang sudah hijrah, tetapi tetap ketika ingin melanjutkan hidup, misalnya ingin mencari pekerjaan di sini, di situ, dilihat orang, 'ih ini orang masa lalunya kaya gini, itu di Islam bagaimana Ustaz?" tanya pembawa acara Arief Fadhil.
UAS menjelaskan, ketika ada yang menyebutkan "Saya lebih baik daripada dia, kau ciptakan aku dari api, kau ciptakan dia dari tanah. Orang yang suka menjudge orang, 'kau dari tanah, aku dari api, aku lebih mulia, kau lebih hina' itu perbuatan siapa," tanya UAS, seperti dikutip dari kanal YouTube tvOnenews, pada Selasa, (22/9/2026).
"Perbuatan setan," jawab jemaah.
"Itu perbuatan Iblis, iblis tidak digoda setan, karena dia (iblis) GM-nya, direktur, CEO, ownernya. Jadi kalua ada orang yang begitu, berarti titisan Iblis. Siapa yang menjamin kita semua ini, yang mulia di antara kita?"
"Yang paling mulia di antara kamu, adalah orang yang taqwa kepada Allah SWT, taqwa itu adalah manusia takut kepada Allah. Siapa yang menjamin kita lebih taqwa, hanya Allah SWT yang tahu," ucap UAS.
Lanjutnya menjelaskan, taqwa itu letaknya di dalam hati dan sampai sekarang tidak ada alat yang bisa mengukur taqwanya orang kepada Allah SWT.
Kemudian, UAS mengatakan, melihat anak kecil, anak kecil itu lebih baik dari orang dewasa, karena dosanya belum banyak.
"Melihat orang tua, kamu lebih mulia dari aku, karena ibadahmu sudah banyak, dan umurnya sudah banyak. Melihat orang berperilaku dosa, kalau Allah beri hidayah kepadamu, kau bertaubat nasuha, kau lebih bersih dari aku," jelas UAS.
"Melihat orang lebih tidak beriman, kalau Allah membuka pintu hidayah, kau masuk Islam, kau Log In, kau bersyahadat, amalmu dari nol, yang dari nol ini dua, orang yang bertaubat dan pertamina," ucapnya dengan berkelakar dan disambut tertawa oleh jemaah.
Ia juga berbicara, bahwa manusia bukanlah hakim dan mengkafir-kafirkan orang.
"Padahal, semua itu adalah urusan Allah SWT, kita hanya ajak orang untuk berbuat baik, bukan menghakimi orang," ucapnya.
Selanjutnya, saat ditanya, soal bedanya menyesal yang membawa kebaikan dengan menyesal yang mengakibatkan putus asah.
"Menyesal, duduk di bawah pohok kayu, sampai dating bisika-bisikan, beralusinasi, nggak salat, nggak makan, itu bukan menyesal."
"Tetapi ketika dia mandi taubat, lalu salat sunah taubat, dan menangis dia di atas sajadah, sama sama nyesalkan ngakunya, tapi yang tadi nyesal nggak mandi-mandi, nggak makan-makan. Yang ini menyesal, bersih dan berbuat baik, makin semangat dan inilah penyesalan sesuai sunah," ucap UAS.
Untuk diketahui, bila ingin mengetahui lanjutannya bisa dilihat di akun YouTube tvOnenews. (aag)