- Istimewa
Doa Ustaz Abdul Somad soal Karhutla, Minta Pelaku Pembakaran Hutan Mendapat Azab di Dunia hingga Akhirat
tvOnenews.com - Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda sejumlah wilayah di Indonesia menjadi perhatian berbagai pihak.
Selain mengancam kelestarian lingkungan, kebakaran tersebut juga memicu kabut asap yang berpotensi mengganggu kesehatan masyarakat.
Kondisi ini turut mendapat sorotan dari pendakwah Ustaz Abdul Somad (UAS).
Melalui unggahan di akun Instagram resminya, Ustaz Abdul Somad menyampaikan doa yang ditujukan kepada pihak-pihak yang terlibat dalam kebakaran hutan dan lahan.
Doa tersebut berisi permohonan agar orang-orang yang sengaja membakar hutan, memberikan izin pembakaran, hingga mengambil keuntungan dari bencana itu mendapatkan balasan atas perbuatannya.
Dalam pesannya, UAS juga menyinggung pihak yang memiliki kewenangan untuk bertindak, tetapi memilih diam ketika hutan dibakar.
Tak hanya itu, ia turut menyoroti dugaan penyalahgunaan dana bantuan yang seharusnya digunakan untuk menangani kebakaran hutan.
Berikut doa yang disampaikan Ustaz Abdul Somad sebagaimana tertulis dalam unggahannya:
“Ya Tuhan kami, orang-orang yang membakar hutan, orang-orang yang memberi izin membakar hutan, orang-orang yang diam terhadap hutan dibakar padahal mereka punya kuasa, orang-orang yang mengkorupsi dana bantuan untuk kebakaran hutan, dan orang-orang yang mengambil keuntungan dari kebakaran hutan. Maka, azablah mereka di dunia, matikan mereka su’ul khotimah, azab mereka di kubur, azab mereka di neraka jahannam.”
Doa tersebut menunjukkan kecaman Ustaz Abdul Somad terhadap tindakan yang dinilai merugikan lingkungan dan masyarakat.
Ia tidak hanya menyoroti pelaku pembakaran secara langsung, tetapi juga pihak-pihak yang diduga memberikan dukungan, membiarkan kejadian tersebut, atau memanfaatkan bencana untuk kepentingan pribadi.
Karhutla Meluas, Kabut Asap Jadi Ancaman
Kebakaran hutan dan lahan merupakan persoalan lingkungan yang dapat menimbulkan dampak luas.
Selain merusak ekosistem dan mengancam habitat satwa, kebakaran juga menghasilkan asap yang dapat memperburuk kualitas udara serta meningkatkan risiko gangguan pernapasan.
Sejumlah wilayah di Indonesia, termasuk Kalimantan, Sumatera, dan Papua, disebut menghadapi ancaman kebakaran hutan dan lahan.
Kondisi lahan yang kering serta aktivitas pembukaan lahan menjadi faktor yang perlu mendapat perhatian dalam upaya pencegahan dan penanganan karhutla.
Kabut asap juga dapat menyebar mengikuti kondisi angin dan atmosfer, sehingga dampaknya tidak selalu terbatas pada wilayah tempat kebakaran terjadi.
Karena itu, penanganan karhutla membutuhkan langkah terpadu, mulai dari pencegahan kebakaran, pemadaman titik api, penegakan hukum, hingga pemulihan kawasan terdampak.
Pesan Ustaz Abdul Somad pun menjadi pengingat bahwa persoalan karhutla bukan semata-mata berkaitan dengan kerusakan alam.
Tanggung jawab manusia, pengawasan terhadap penggunaan lahan, serta pengelolaan bantuan penanggulangan bencana juga menjadi bagian penting yang tidak dapat diabaikan.
Di tengah ancaman kebakaran hutan dan kabut asap, upaya pencegahan serta penindakan terhadap pelanggaran perlu berjalan beriringan.
Dengan begitu, dampak karhutla terhadap lingkungan dan kehidupan masyarakat dapat ditekan, sementara pihak yang terbukti melakukan pelanggaran dapat dimintai pertanggungjawaban sesuai hukum yang berlaku. (gwn)