- Ilustrasi AI/ChatGPT
Teks Khutbah Jumat 23 Oktober 2026 Tema Hari Santri: Pentingnya Ilmu Agama
Khatib berwasiat kepada diri sendiri dan seluruh jemaah agar terus menjaga ketakwaan, sebab ketakwaan merupakan bekal penting untuk meraih kebahagiaan dan keberhasilan, baik di dunia maupun di akhirat.
Kaum muslimin rahimakumullah,
Salah satu nikmat besar yang Allah berikan kepada manusia adalah petunjuk melalui wahyu. Sebelum Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam diutus, manusia hidup dalam masa jahiliah, ketika banyak di antara mereka tidak mengenal Allah dan tidak memahami ajaran Islam. Kemudian, Allah menerangi kehidupan manusia melalui wahyu yang dibawa oleh Rasul-Nya.
Allah Ta'ala berfirman,
هُوَ الَّذِي بَعَثَ فِي الأُمِّيِّينَ رَسُولًا مِنْهُمْ يَتْلُو عَلَيْهِمْ آيَاتِهِ وَيُزَكِّيهِمْ وَيُعَلِّمُهُمْ الْكِتَابَ وَالْحِكْمَةَ وَإِنْ كَانُوا مِنْ قَبْلُ لَفِي ضَلالٍ مُبِينٍ
“Dialah yang mengutus kepada kaum yang buta huruf seorang Rasul di antara mereka, yang membacakan ayat-ayat-Nya kepada mereka, mensucikan mereka dan mengajarkan mereka Kitab dan Hikmah (As Sunnah). Dan sesungguhnya mereka sebelumnya benar-benar dalam kesesatan yang nyata.” [QS. Al-Jumu’ah: 2]
Ayat tersebut menjelaskan bahwa Rasulullah diutus untuk membacakan ayat-ayat Allah, menyucikan jiwa manusia, serta mengajarkan Kitab dan Hikmah. Dengan demikian, ilmu agama memiliki peran penting dalam membimbing manusia keluar dari kesesatan menuju jalan yang diridai Allah.
Dalam hadis yang diriwayatkan oleh Imam Muslim dari Iyadh bin Himar, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
وَإِنَّ اللهَ نَظَرَ إِلَى أَهْلِ الْأَرْضِ، فَمَقَتَهُمْ عَرَبَهُمْ وَعَجَمَهُمْ، إِلَّا بَقَايَا مِنْ أَهْلِ الْكِتَابِ