- Pexels/Thirdman
Shalat Dhuha Boleh Berjamaah? Ini Penjelasan Ustaz Adi Hidayat
tvOnenews.com - Shalat Dhuha merupakan ibadah sunah yang dikerjakan pada pagi hari dan memiliki sejumlah keutamaan.
Umat Islam dapat melaksanakannya untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT sekaligus mengharapkan keberkahan dalam kehidupan.
Namun, muncul pertanyaan mengenai pelaksanaannya, yakni apakah shalat Dhuha boleh dikerjakan secara berjamaah atau harus dilakukan sendiri?
Ustaz Adi Hidayat menjelaskan bahwa shalat Dhuha pada dasarnya lebih umum dikerjakan secara sendiri.
Meski demikian, terdapat kondisi tertentu yang membolehkan umat Islam melaksanakannya secara berjamaah.
- Ilustrasi AI Gemini
Hukum Shalat Dhuha Berjamaah Menurut Ustaz Adi Hidayat
Dalam penjelasannya, Ustaz Adi Hidayat menerangkan bahwa shalat Dhuha boleh dilaksanakan secara berjamaah dalam keadaan tertentu, misalnya untuk keperluan pembelajaran dan membiasakan anak-anak menjalankan ibadah sunah.
Hal ini dapat dilakukan ketika orang tua ingin mengajarkan shalat Dhuha kepada anak-anak di rumah atau guru membimbing para murid untuk mempraktikkan ibadah tersebut di sekolah.
"Contohnya apa, anak-anak sekolah kan pengen diajarin shalat Dhuha, dipraktekin boleh. Ustaz yang imamin, anak-anak di belakang jadi makmum boleh," jelas Ustaz Adi Hidayat.
Dengan demikian, shalat Dhuha berjamaah dapat menjadi sarana pembelajaran agar anak-anak lebih memahami tata cara pelaksanaannya dan terbiasa beribadah sejak dini.
Meski diperbolehkan dalam kondisi tertentu, bukan berarti shalat Dhuha harus selalu dilaksanakan secara berjamaah.
Pelaksanaannya tidak perlu dijadikan kebiasaan yang menganggap berjamaah sebagai ketentuan khusus dalam shalat Dhuha.
Umat Islam tetap dapat mengerjakannya sendiri sesuai dengan kebiasaan dan kondisi masing-masing.
- YouTube/Adi Hidayat Official
Pembagian Tiga Waktu Shalat Dhuha
Selain menjelaskan hukum shalat Dhuha berjamaah, Ustaz Adi Hidayat juga membagi waktu pelaksanaannya menjadi tiga, yaitu awal Dhuha, pertengahan Dhuha, dan akhir Dhuha.
1. Awal Dhuha atau waktu syuruq
Waktu ini dimulai ketika matahari telah terbit dan naik sekitar satu tombak.
Sebagai perkiraan, waktunya sekitar 15–20 menit setelah matahari terbit, meskipun waktu pastinya dapat berbeda sesuai lokasi.
Pada waktu ini, umat Islam dapat melaksanakan shalat dua rakaat.
Ada pula keutamaan shalat syuruq bagi orang yang melaksanakan shalat Subuh berjamaah, kemudian duduk berzikir hingga matahari terbit dan melanjutkannya dengan shalat dua rakaat sesuai tuntunan hadis.
2. Pertengahan Dhuha
Pertengahan Dhuha berlangsung ketika matahari semakin tinggi.
Waktunya dapat diperkirakan sekitar pukul 07.30 hingga 10.30 WIB, bergantung pada waktu terbit matahari dan lokasi.
Menurut penjelasan Ustaz Adi Hidayat, shalat Dhuha pada waktu ini dapat dikerjakan sebanyak dua hingga empat rakaat.
Salah satu keutamaannya adalah sebagai bentuk sedekah bagi persendian tubuh.
3. Akhir Dhuha menjelang Dzuhur
Waktu terakhir adalah menjelang masuknya waktu Dzuhur. Pada waktu ini, shalat Dhuha dapat dikerjakan sebanyak dua hingga delapan rakaat.
Ustaz Adi Hidayat menjelaskan bahwa salah satu keutamaannya berkaitan dengan ikhtiar memohon kelapangan rezeki kepada Allah SWT.
Rezeki tidak hanya berupa uang atau materi, tetapi juga kesehatan, ketenangan hati, dan kemudahan menjalani kehidupan.
Meski demikian, shalat Dhuha sebaiknya tidak dikerjakan semata-mata untuk memperoleh rezeki.
Ibadah ini hendaknya dilandasi niat mengharap rida Allah SWT, sedangkan hasil dan keberkahan yang diperoleh diserahkan kepada-Nya.
Dengan memahami hukum shalat Dhuha berjamaah dan pembagian waktunya, umat Islam dapat menjalankan ibadah ini dengan lebih baik.
Terpenting, shalat Dhuha dilakukan sesuai tuntunan agama, dengan niat yang ikhlas dan tidak memberatkan diri sendiri. (gwn)