news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Ilustrasi Berdoa.
Sumber :
  • Ilustrasi AI Gemini

Hafalkan Doa Rasulullah Ini Kata Ustaz Khalid Basalamah untuk Memohon Pertolongan Allah saat Kesulitan

Hafalkan doa Rasulullah ini kata Ustaz Khalid Basalamah, doa untuk memohon pertolongan Allah saat menghadapi kesulitan.
Selasa, 3 November 2026 - 06:21 WIB
Reporter:
Editor :

tvOnenews.com - Setiap orang tentu pernah menghadapi masa-masa sulit dalam hidup. 

Ketika berbagai persoalan datang silih berganti dan jalan keluar belum terlihat, umat Islam dianjurkan untuk senantiasa berdoa serta memohon pertolongan kepada Allah SWT.

Dalam salah satu kajiannya, Ustaz Khalid Basalamah menjelaskan sebuah doa yang dibaca Rasulullah SAW ketika menghadapi keadaan sulit dan penuh tekanan. 

Ia pun mengingatkan umat Islam agar menghafalkan doa tersebut sehingga bisa diamalkan ketika membutuhkan pertolongan Allah SWT.

"Hafalkan doa ini di luar kepala ya," ujar Ustaz Khalid Basalamah.

Doa yang dimaksud dikenal sebagai doa kurb atau doa ketika menghadapi kesulitan. 

Doa ini disebutkan dalam riwayat Imam Bukhari dan sejumlah imam hadis lainnya.

Menurut Ustaz Khalid, Rasulullah SAW mengucapkan kalimat-kalimat tersebut saat menghadapi keadaan yang sulit sebelum memanjatkan doa kepada Allah SWT.

Bacaan Doa Rasulullah SAW Saat Menghadapi Kesulitan

Doa kurb berisi kalimat-kalimat tauhid dan pengagungan terhadap kebesaran Allah SWT. Berikut bacaan doa yang dianjurkan untuk dihafalkan:

لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ الْعَظِيمُ الْحَلِيمُ، لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ رَبُّ الْعَرْشِ الْعَظِيمِ، لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ رَبُّ السَّمَاوَاتِ وَرَبُّ الْأَرْضِ وَرَبُّ الْعَرْשِ الْكَرِيمِ

Laa ilaaha illallaahul 'azhiimul haliim.

Laa ilaaha illallaahu Rabbul 'Arsyil 'Azhiim.

Laa ilaaha illallaahu Rabbus samaawaati wa Rabbul ardhi wa Rabbul 'Arsyil Kariim.

Artinya: Tiada ilah (sesembahan) yang berhak disembah selain Allah yang Maha Agung dan Maha Santun. Tiada ilah(sesembahan) yang berhak disembah selain Allah, Rabb yang menguasai ‘arsy, yang Maha Agung. Tiada ilah(sesembahan) yang berhak disembah selain Allah – (Dia) Rabb yang menguasai langit, , (Dia) Rabb yang menguasai bumi, dan (Dia) Rabb yang menguasai ‘arsy, lagi Mahamulia. (HR. Bukhari, no. 6346 dan Muslim, no. 2730])
⁣
Rangkaian doa tersebut mengandung makna yang mendalam. Di dalamnya terdapat pengakuan bahwa hanya Allah SWT yang berhak disembah, sekaligus keyakinan bahwa Dia adalah Penguasa seluruh alam semesta.

Ustaz Khalid Basalamah menjelaskan bahwa Rasulullah SAW membaca doa tersebut ketika berada dalam kondisi sulit dan terdesak.

"Jadi ini doa memang dikatakan Nabi SAW dalam keadaan-keadaan kepepet," ujarnya.

Makna Kalimat Laa Ilaaha Illallaah dalam Doa Kurb

Ustaz Khalid Basalamah kemudian menerangkan makna dari kalimat-kalimat yang terdapat dalam doa tersebut, dimulai dari pengucapan tauhid.

Kalimat "Laa ilaaha illallaah" berarti tidak ada Tuhan yang berhak disembah kecuali Allah.

Ucapan ini menjadi bentuk pengakuan seorang hamba bahwa hanya Allah SWT yang layak disembah dan menjadi tempat bergantung. 

Ketika menghadapi persoalan hidup, seorang Muslim diingatkan untuk tetap meyakini kebesaran Allah dan memohon pertolongan hanya kepada-Nya.

Selanjutnya, terdapat kalimat "Al 'Azhiimul Haliim" yang mengandung makna bahwa Allah SWT adalah Dzat Yang Maha Agung dan Maha Penyantun.

Ustaz Khalid menjelaskan bahwa sifat Al-Halim menunjukkan kesantunan Allah SWT. Ia juga menyoroti makna tersebut dalam kaitannya dengan kesulitan yang sedang dihadapi seseorang.

"Kata-kata halim ini yang digunakan untuk mengeluarkan kita dari masalah yang sedang kita hadapi," kata Ustaz Khalid Basalamah.

Allah SWT adalah Pemilik Arasy yang Agung

Pada bagian berikutnya, kalimat tauhid kembali diucapkan sebagai penegasan bahwa tidak ada Tuhan yang berhak disembah selain Allah SWT.

Kemudian, doa tersebut memuat kalimat "Rabbul 'Arsyil 'Azhiim" yang berarti Allah adalah Tuhan atau Pemilik Arasy yang agung.

Penyebutan Arasy dalam doa ini menjadi bentuk pengagungan terhadap kekuasaan Allah SWT. Kebesaran-Nya melampaui segala sesuatu yang dapat dijangkau oleh pemahaman manusia.

Melalui kalimat tersebut, seorang Muslim diingatkan untuk menyadari bahwa persoalan sebesar apa pun yang dihadapi tidak terlepas dari kekuasaan Allah SWT.

Keyakinan ini juga menjadi pengingat agar manusia tidak mudah kehilangan harapan ketika menghadapi ujian hidup, sebab Allah SWT memiliki kekuasaan atas seluruh makhluk-Nya.

Makna Allah sebagai Penguasa Langit dan Bumi

Bagian terakhir dari doa kurb berbunyi:

"Laa ilaaha illallaahu Rabbus samaawaati wa Rabbul ardhi wa Rabbul 'Arsyil Kariim."

Kalimat tersebut kembali menegaskan bahwa hanya Allah SWT yang berhak disembah. Selanjutnya, disebutkan bahwa Dia adalah Tuhan seluruh langit, bumi, dan Arasy yang mulia.

Ustaz Khalid Basalamah menjelaskan bahwa kata Rabb memiliki cakupan makna yang luas, di antaranya pemilik, pencipta, pengawas, dan pengatur.

Sementara itu, kata samaawaati merujuk pada seluruh langit, sedangkan *wal ardhi* berarti bumi. Adapun kalimat *wa Rabbul 'Arsyil Kariim* bermakna bahwa Allah SWT adalah Tuhan sekaligus Pemilik Arasy yang mulia.

Makna tersebut menunjukkan betapa luas kekuasaan Allah SWT. Dia menguasai langit dan bumi serta seluruh yang ada di dalamnya.

Dengan memahami kandungan doa ini, seorang Muslim diharapkan tidak hanya menghafalkan bacaannya, tetapi juga semakin menyadari kebesaran Allah SWT dan pentingnya bersandar kepada-Nya dalam menghadapi berbagai persoalan.

Ustaz Khalid Basalamah Anjurkan Umat Islam Menghafalkan Doa Ini

Doa kurb dapat menjadi salah satu amalan yang dibaca ketika seseorang menghadapi kesulitan dan membutuhkan pertolongan Allah SWT.

Meski demikian, mengamalkan doa tidak sebatas melafalkan rangkaian kalimatnya. Memahami makna yang terkandung di dalamnya juga penting agar seorang Muslim semakin menghayati pengakuan tauhid dan pengagungan kepada Allah SWT.

Doa tersebut mengingatkan bahwa Allah adalah Dzat Yang Maha Agung, Penguasa langit dan bumi, serta tempat terbaik untuk memohon pertolongan.

Karena itu, Ustaz Khalid Basalamah menganjurkan umat Islam untuk menghafalkan doa tersebut agar dapat membacanya ketika menghadapi keadaan sulit.

Saat ujian hidup terasa semakin berat dan jalan keluar belum terlihat, seorang Muslim dapat memperbanyak doa, mendekatkan diri kepada Allah SWT, serta terus berusaha mencari jalan keluar.

Dengan tetap bertawakal kepada-Nya, seorang Muslim diharapkan mampu menghadapi berbagai cobaan dengan kesabaran dan keyakinan bahwa pertolongan Allah SWT senantiasa diharapkan. (gwn)

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

08:21
14:13
09:50
04:54
08:02
14:03

Viral