- Kolase tangkapan layar YouTube Adi Hidayat Official & Unsplash/Bimbingan Islam
Tak Sekadar Ucapan Allahu Akbar, Ustaz Adi Hidayat Jelaskan Makna Takbir yang Bisa Mengubah Perilaku
tvOnenews.com - Takbir menjadi salah satu kalimat yang kerap diucapkan umat Islam dalam berbagai kesempatan, terutama ketika menjalankan ibadah shalat.
Kalimat "Allahu Akbar" memiliki arti Allah Maha Besar. Namun, maknanya tidak seharusnya berhenti sebatas ucapan yang keluar dari lisan.
Ustaz Adi Hidayat menjelaskan bahwa takbir semestinya dihayati dengan sepenuh hati dan tercermin dalam perilaku sehari-hari. Menurutnya, seseorang yang benar-benar memahami makna takbir akan memiliki kesadaran untuk menjauhi perbuatan maksiat.
- YouTube/Adi Hidayat Official
Hal tersebut disampaikan Ustaz Adi Hidayat dalam ceramah yang potongannya beredar melalui akun TikTok @adihidayatfans.
"Saya yakin betul, Pak, kalau orang benar-benar takbirnya benar, itu tidak akan pernah berbuat maksiat, tidak akan berbuat maksiat," kata Ustaz Adi Hidayat.
Ia menjelaskan, mengucapkan Allahu Akbar berarti mengakui bahwa Allah SWT memiliki kebesaran yang tidak tertandingi. Karena itu, manusia seharusnya tidak mudah merasa dirinya paling hebat, paling pintar, atau lebih tinggi dibandingkan orang lain.
Kisah Abu Bakar As-Shiddiq yang Menangis saat Bertakbir
Untuk menggambarkan pentingnya menghayati kalimat takbir, Ustaz Adi Hidayat kemudian menceritakan sosok Abu Bakar As-Shiddiq.
- iStockPhoto
Ia menggambarkan Abu Bakar sebagai pribadi yang begitu berhati-hati ketika mengucapkan Allahu Akbar. Bahkan, sahabat Nabi Muhammad SAW tersebut diceritakan sampai menangis karena takut apabila perkataan yang diucapkan tidak sesuai dengan keadaan hatinya.
"Abu Bakar As-Shiddiq itu baru takbir sudah menangis beliau, sudah menangis saking takutnya bertakbir tapi lisannya tidak sama dengan suasana hatinya," ujar Ustaz Adi.
Menurut penjelasannya, Abu Bakar khawatir jika dirinya pernah merasa lebih hebat, lebih pintar, atau lebih tinggi daripada orang lain. Padahal, melalui takbir, seorang muslim menyatakan bahwa hanya Allah SWT yang memiliki kebesaran.
"'Allahu Akbar' katanya mengatakan Allah yang Maha Besar, tapi aku takut sebelum salah pernah merasa besar pada orang lain, pernah merasa hebat dibanding orang lain, pernah merasa lebih tinggi dibanding orang lain, lebih pintar dibanding orang lain," lanjutnya.
Meski demikian, dalam kisah yang disampaikan Ustaz Adi, Abu Bakar tetap merasa takut apabila pengakuan tentang kebesaran Allah tidak sejalan dengan sikap pribadinya.
Makna Takbir Tidak Boleh Berhenti di Lisan
- Instagram/adihidayatofficial
Lebih lanjut, Ustaz Adi Hidayat mengingatkan bahwa takbir seharusnya menjadi pengingat bagi manusia untuk senantiasa menjaga hati dan perilakunya.
Seseorang yang mengucapkan Allahu Akbar perlu menyadari bahwa tidak ada alasan untuk menyombongkan diri atau merendahkan orang lain. Sebab, segala kelebihan yang dimiliki manusia pada hakikatnya tidak sebanding dengan kebesaran Allah SWT.
Ia pun menekankan bahwa pemahaman terhadap takbir perlu diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari, bukan hanya ketika seseorang sedang menjalankan ibadah.
Pesan tersebut sejalan dengan makna takbir dalam shalat, yakni mengagungkan Allah SWT dan menempatkan-Nya sebagai Zat yang paling besar.
Dengan menghayati maknanya, seorang muslim diharapkan lebih mampu mengendalikan diri, menjauhi kesombongan, serta berhati-hati dalam bertindak.
Dengan demikian, takbir bukan sekadar kalimat yang diulang dalam ibadah. Ucapan tersebut juga menjadi pengingat agar pengakuan tentang kebesaran Allah tercermin melalui sikap dan perbuatan seorang muslim. (asl)