- Pexels/Thirdman
5 Keutamaan Shalat Dhuha Menurut Ustaz Khalid Basalamah, Bisa Jadi Pengganti Sedekah 360 Persendian
tvOnenews.com - Shalat Dhuha merupakan salah satu ibadah sunah yang memiliki banyak keutamaan.
Selain menjadi amalan untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT, shalat yang dikerjakan pada pagi hari ini juga memiliki keistimewaan sebagaimana dijelaskan dalam sejumlah hadis sahih.
Ustaz Khalid Basalamah mengingatkan umat Islam agar tidak hanya mengetahui tata cara suatu ibadah, tetapi juga memahami keutamaannya.
Dengan mengetahui pahala dan manfaat yang dijanjikan, seseorang diharapkan semakin terdorong untuk rutin mengerjakannya.
"Kalau ingin rajin berbuat sebuah ibadah, maka coba cari tahu tentang keutamaannya. Karena kalau kita tahu keutamaannya, otomatis kita akan terdorong untuk mengerjakannya," jelas Ustaz Khalid Basalamah dalam ceramahnya.
Menurutnya, hal serupa juga berlaku ketika seseorang ingin meninggalkan perbuatan buruk.
Ia perlu mengetahui ancaman dan akibat dari perbuatan tersebut agar memiliki dorongan untuk menjauhinya.
Dalam ceramahnya, Ustaz Khalid Basalamah kemudian menjelaskan sejumlah keutamaan shalat Dhuha berdasarkan hadis Rasulullah SAW.
Berikut lima keutamaan shalat Dhuha yang patut diketahui umat Islam.
- Tangkapan Layar YouTube Khalid Basalamah Official
1. Menggantikan Sedekah untuk 360 Persendian
Salah satu keutamaan shalat Dhuha adalah dapat mencukupi kewajiban bersedekah atas seluruh persendian manusia.
Ustaz Khalid Basalamah menjelaskan hal tersebut berdasarkan hadis Abu Dzar RA. Rasulullah SAW bersabda bahwa setiap pagi, setiap persendian manusia memiliki kewajiban untuk mengeluarkan sedekah.
Sedekah tersebut tidak selalu berbentuk harta. Mengucapkan tasbih, tahmid, tahlil, dan takbir juga bernilai sedekah. Begitu pula mengajak kepada kebaikan dan mencegah kemungkaran.
Rasulullah SAW bersabda:
"Di pagi hari, Setiap persendian salah seorang dari kalian harus bersedekah. Setiap tasbih adalah sedekah, setiap tahmid adalah sedekah, setiap tahlil adalah sedekah, setiap takbir adalah sedekah, memerintahkan kebaikan adalah sedekah, dan mencegah kemungkaran adalah sedekah. Semua itu dapat dicukupi dengan melakukan dua rakaat shalat Dhuha." (HR. Muslim No. 720)
Hadis tersebut menunjukkan betapa besarnya keutamaan shalat Dhuha.
Dengan mengerjakan dua rakaat, seorang Muslim dapat mencukupi sedekah yang menjadi kewajiban atas persendiannya.
2. Menjadi Sedekah bagi 360 Persendian Tubuh
Keutamaan berikutnya dijelaskan melalui hadis Buraidah RA. Dalam hadis tersebut, Rasulullah SAW menerangkan bahwa manusia memiliki 360 persendian dan setiap persendian membutuhkan sedekah setiap harinya.
Para sahabat kemudian bertanya tentang kemampuan seseorang untuk memenuhi sedekah sebanyak itu.
Rasulullah SAW memberikan penjelasan bahwa sedekah tidak harus selalu berupa pemberian materi.
Menyingkirkan gangguan dari jalan, mengubur ludah di masjid, serta melakukan berbagai perbuatan baik juga termasuk sedekah.
Rasulullah SAW bersabda:
"Jika tidak menemukan sesuatu, maka cukup bagimu dua rakaat shalat Dhuha." (HR. Abu Dawud No. 5242 dan Ahmad)
Ustaz Khalid Basalamah menjelaskan bahwa hadis ini semakin mempertegas keutamaan shalat Dhuha sebagai amalan yang dapat mencukupi sedekah bagi persendian manusia.
Dengan demikian, seseorang yang belum mampu bersedekah menggunakan harta tetap memiliki kesempatan untuk mendapatkan keutamaan tersebut melalui ibadah dan perbuatan baik.
3. Allah Mencukupi Kebutuhan Sepanjang Hari
Keutamaan shalat Dhuha selanjutnya adalah Allah SWT akan mencukupi kebutuhan hamba-Nya pada hari tersebut.
Hal ini sebagaimana hadis qudsi yang diriwayatkan dari Nu’aim bin Hammar Al Ghothofaniy, beliau mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
“Allah Ta’ala berfirman: Wahai anak Adam, janganlah engkau tinggalkan empat raka’at shalat di awal siang (di waktu Dhuha). Maka itu akan mencukupimu di akhir siang.” (HR. Ahmad (5/286), Abu Daud no. 1289, At Tirmidzi no. 475, Ad Darimi no. 1451 . Syaikh Al Albani dan Syaikh Syu’aib Al Arnauth mengatakan bahwa hadits ini shahih)
Ustaz Khalid Basalamah menerangkan bahwa hadis tersebut menunjukkan keutamaan mengerjakan shalat Dhuha sebanyak empat rakaat.
Jika dua hadis sebelumnya menjelaskan tentang sedekah bagi persendian, hadis ini memberikan kabar gembira bahwa Allah SWT akan mencukupi kebutuhan hamba-Nya sepanjang hari.
Karena itu, umat Islam dianjurkan untuk tidak melewatkan kesempatan beribadah pada waktu pagi, termasuk dengan mengerjakan shalat Dhuha.
4. Mendapatkan Keutamaan Empat Rakaat Shalat Dhuha
Keutamaan empat rakaat shalat Dhuha juga ditegaskan dalam hadis qudsi yang diriwayatkan dari Abu Darda RA dan Abu Dzar RA.
Dalam hadis tersebut, Rasulullah SAW menyampaikan firman Allah SWT:
"Wahai anak Adam, shalatlah karena-Ku empat rakaat di awal siang, niscaya Aku akan mencukupimu di akhir siang."
(HR. Tirmidzi No. 475)
Hadis ini menjadi salah satu landasan keutamaan shalat Dhuha empat rakaat.
Ustaz Khalid Basalamah menjelaskan bahwa ibadah tersebut menjadi salah satu amalan yang dapat mendatangkan kecukupan dari Allah SWT.
Oleh karena itu, selain membiasakan dua rakaat, umat Islam juga dapat mengerjakan empat rakaat shalat Dhuha untuk meraih keutamaan yang disebutkan dalam hadis tersebut.
5. Mendapat Pahala Haji dan Umrah
Keutamaan lainnya adalah memperoleh pahala seperti haji dan umrah apabila seseorang menggabungkan beberapa amalan pada pagi hari.
Hal ini dijelaskan dalam hadis Anas bin Malik RA. Rasulullah SAW bersabda:
"Barang siapa shalat Subuh berjamaah, kemudian dia duduk berzikir kepada Allah hingga matahari terbit, kemudian shalat dua rakaat, maka baginya seperti pahala haji dan umrah yang sempurna, sempurna, sempurna." (HR. Tirmidzi No. 586)
Hadis tersebut menjelaskan keutamaan bagi orang yang mengerjakan shalat Subuh berjamaah, kemudian tetap duduk berzikir kepada Allah SWT hingga matahari terbit dan dilanjutkan dengan shalat dua rakaat.
Shalat dua rakaat yang dikerjakan setelah matahari terbit ini dikenal sebagai shalat Isyraq dan termasuk dalam waktu awal shalat Dhuha menurut sebagian penjelasan ulama.
Ustaz Khalid Basalamah juga mengingatkan bahwa Rasulullah SAW memiliki kebiasaan duduk di tempat shalatnya setelah mengerjakan shalat Subuh hingga matahari terbit.
Hal tersebut sebagaimana diriwayatkan dalam hadis Aisyah RA dalam Shahih Muslim No. 670.
Melalui penjelasan tersebut, umat Islam dapat mengetahui bahwa ada banyak keutamaan yang bisa diraih dengan membiasakan shalat Dhuha. (gwn)