- Ilustrasi AI Gemini
Ada Doa yang Dibaca 100 Kali setelah Shalat Dhuha, Ustaz Syafiq Riza Basalamah Ungkap Manfaatnya
Jakarta, tvOnenews.com - Shalat dhuha merupakan salah satu ibadah sunnah yang dianjurkan bagi umat Islam. Selain menjadi amalan untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT, shalat dhuha juga kerap dikaitkan dengan ikhtiar memohon kelapangan rezeki.
Namun, ada amalan doa sunnah Rasulullah SAW yang tidak kalah penting untuk dikerjakan setelah menunaikan shalat dhuha. Doa tersebut bahkan dianjurkan untuk dibaca sebanyak 100 kali sebagai bentuk permohonan ampun sekaligus tobat kepada Allah SWT.
Ustaz Syafiq Riza Basalamah pernah menjelaskan, doa tersebut memiliki keutamaan yang berkaitan dengan permohonan ampunan atas dosa-dosa yang telah diperbuat. Amalan ini juga menjadi salah satu tuntunan Rasulullah SAW yang dapat diikuti oleh umat Islam.
"Jadi, ini tuh bacaan sunnah yang dahsyat. Biasanya dibaca setelah shalat Dhuha," ujar Ustaz Syafiq Riza Basalamah dilansir tvOnenews.com dari kanal YouTube Liastifaroh, Sabtu (7/11/2026).
- Tangkapan Layar/YouTube Syafiq Riza Basalamah
Anjuran menggetarkan amalan tersebut sebagaimana tertuang dalam hadis riwayat dari Abu Hurairah mengenai penyempurnaan shalat lima waktu melalui shalat sunnah dan setelah itu mengerjakan amalan, Rasulullah SAW bersabda:
إنَّ أوَّلَ ما يُحاسَبُ به العَبْدُ يَوْمَ القِيامةِ مِن عَمَلِه صَلاتُه، فإن صلَحَتْ فقدْ أَفلَحَ وأَنجَحَ، وإن فَسَدَتْ فقدْ خابَ وخَسِرَ، فإن انْتَقَصَ مِن فَريضتِه شيءٌ قالَ الرَّبُّ تَعالى: انْظُروا هلْ لعَبْدي مِن تَطَوُّعٍ، فُيُكَمَّلُ بها ما انْتَقَصَ مِن الفَريضةِ، ثُمَّ يكونُ سائِرُ عَمَلِه على ذلك
Artinya: "Sesungguhnya yang pertama kali dihisab pada diri hamba pada hari kiamat dari amalan ia adalah shalat. Apabila benar (shalat) maka ia telah lulus dan beruntung, dan apabila rusak (shalatnya) maka ia akan kecewa dan rugi. Jika terdapat kekurangan pada shalat wajibnya, Allah berfirman, 'Perhatikanlah, apabila hamba-Ku mempunyai shalat sunnah, maka sempurnakan melalui shalat sunnah ia melengkapi yang menjadi kekurangan dari shalat lima waktunya. Jika selesai urusan shalat, barulah amalan lainnya." (HR. An-Nasa'i, Abu Dawud, Tirmidzi, Ibnu Majah)