- Besism Dutlulu
Fans Berbondong-bondong 'Tinggalkan' Megawati Hangestri Cuma Gegara hal ini, Bahkan Tak Lama Megatron Langsung Hapus....
tvOnenews.com - Fans berbondong-bondong unfollow Megawati Hangestri cuma gegara hal ini. Bahkan Megatron sampai hapus postingannya di Instagram. Ada apa?
Gelombang demonstrasi yang berlangsung minggu lalu buntut isu kenaikan gaji dan tunjangan anggota DPR ternyata ikut menyeret nama salah satu atlet kebanggaan Indonesia, Megawati Hangestri Pertiwi.
Di tengah panasnya situasi politik tanah air, sebagian fans mendadak menyatakan kecewa dan bahkan memilih unfollow idolanya di media sosial.
Penyebabnya bukan performa di lapangan, melainkan pandangan politik yang diunggah sang bintang voli di akun pribadinya.
Megawati, yang biasanya jadi sorotan karena smash kerasnya, kali ini ramai dibicarakan karena unggahannya soal Presiden RI, Prabowo Subianto.
Dalam postingan yang sempat beredar luas di platform X (Twitter), Mega menulis pernyataan bernada kritik terhadap pihak yang disebutnya telah merusak bangsa.
“Presidennya difitnah dimaki-maki, rakyat dan petugas jadi korban. Sementara dalang dari rusaknya negara, lagi sibuk ke luar negeri dengan alasan kerja sangat tidak etis bukan di tengah-tengah kekacauan,” tulis Megawati dalam unggahan yang kini sudah dihapus.
Namun, meski postingan itu dihapus, jejak digital keburu menyebar luas. Unggahan tersebut langsung viral, menimbulkan perdebatan sengit di jagat maya, terutama di tengah suasana politik yang sedang memanas akibat gelombang protes terkait DPR.
Fans Kecewa, Tinggalkan Megatron Gegara Hal ini
Banyak warganet merasa kecewa, terutama karena Mega selama ini dianggap sebagai figur publik yang harus netral dari hiruk-pikuk politik. Komentar tajam pun bermunculan. Salah satu akun menulis, “Even udah dihapus pun bakal ke-cancel.”
Ada pula yang menegaskan kekecewaannya secara lebih terang-terangan, “Mega? Demi apa? Aku punya akun fanbasenya, apakah harus aku alihfungsikan? Kecewa banget.”
Unggahan itu praktis membuat sebagian penggemarnya menarik dukungan. Bahkan ada yang menyatakan secara terbuka bahwa mereka telah berhenti mengikuti akun resmi Mega di berbagai platform.
Fenomena unfollow massal ini menjadi sorotan karena sebelumnya Megawati selalu mendapat dukungan penuh dari fans, baik ketika bermain di Red Sparks, Korea Selatan maupun saat melanjutkan karier di Turki bersama Manisa BBSK.
Situasi ini jelas menjadi blunder besar bagi Megatron, yang biasanya viral karena prestasi kini ramai dibicarakan karena kontroversi. Publik menilai, meskipun unggahan sudah dihapus, citra Mega sebagai atlet profesional ikut tercoreng.
Bagi sebagian penggemar, keberpihakan Mega dianggap tidak sensitif dengan situasi rakyat yang sedang geram akibat isu kenaikan gaji DPR. Dalam kondisi demonstrasi yang penuh gesekan, komentar publik figur bisa dianggap memicu perpecahan.
Padahal, karier Megawati sebagai salah satu opposite terbaik Indonesia sedang berada di puncaknya. Penampilannya di liga internasional sempat membuatnya. Sayangnya, reputasi gemilang itu kini dibayangi oleh sorotan negatif dari warganet Tanah Air.
Kini, pertanyaan besar muncul: bagaimana masa depan popularitas Megawati di mata publik Indonesia? Apakah Megatron bisa menerima kembali idolanya, atau justru memilih meninggalkan?
Satu hal yang jelas, blunder politik ini sudah menimbulkan keretakan antara Mega dan penggemarnya. Sebagian pengamat media sosial menyebut kasus ini sebagai contoh nyata betapa berisikonya ketika seorang atlet terjun ke ranah politik di tengah kondisi sosial yang sensitif.
Mega memang masih menjadi pemain andalan klubnya di Turki, namun di dunia maya, dukungan fans di negeri sendiri mulai terbelah. Warganet kini lebih banyak memperdebatkan sikap politiknya ketimbang kiprah gemilangnya di lapangan.
Dengan demikian, kontroversi ini menjadi pengingat keras bagi publik figur: satu unggahan di media sosial bisa mengubah persepsi, bahkan dari mereka yang dulu setia mendukung.
Perjalanan ke depan tidak hanya soal mempertahankan prestasi, tetapi juga mengembalikan kepercayaan penggemar yang sempat meninggalkannya. (udn)